Infrastruktur Lancar, Ekonomi Turut Melaju , Ruas Jalan di Pulau Maya Mulai Membaik

Infrastruktur Lancar, Ekonomi Turut Melaju , Ruas Jalan di Pulau Maya Mulai Membaik

  Rabu, 17 February 2016 09:51
MULAI MEMBAIK: Akses jalan di Pulau Maya kini mulai membaik. Selain digunakan para peraih buah kelapa, jalan tersebut juga dapat memperlancar akses jalan untuk para pelajar di sana bersekolah. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Selain berkerja sebagai nelayan, ternyata terdapat warga di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, yang juga menggeluti diri sebagai petani buah kelapa. Dengan bermatapencaharian tersebut, mereka mencoba hidup hidup sehari-hari. Hasil kebun tersebut selain dikirim hanya di dalam negeri, ternyata juga dikirim hingga ke Thailand.DANANG PRASETYO, Satai

MULAI meliriknya warga sebagai peraih buah kelapa tersebut lantaran ditunjang kondisi infrastuktur jalan yang telah membaik. Kondisi ini membuat kelancaran mereka yang meraih rezeki dengan cara ini, untuk membawa ke Pelabuhan Tanjung Satai, sebelum dikirim ke tempat tujuan dengan menggunakan kapal.    Salah satu peraih buah kelapa di Kecamatan Pulau Maya, Iwan (40), menuturkan untuk buah kelapa yang diperoleh dari para petani kelapa kebanyakan dari daerah Desa Satai Lestari dan Desa Kamboja. Hasil-hasil kebun tersebut, menurut dia, akan dikirim ke Semarang.

“Untuk kelapa ini kita beli dengan petani yang memiliki kebun kelapa seharga 1.200 rupiah, dan  kita jual ke agennya 1.400 rupiah, untungnya perbuah 200 rupiah saja,” ujar Iwan di Pelabuhan Pulau Maya, Selasa (16/2) kemarin kepada wartawan.Buah kelapa yang di raihnya dari petani ini nantinya akan dibawa ke Semarang. Di sana, menurut dia, selanjutnya akan diolah menjadi kopra dan santan berbentuk kemasan. Biasanya, diungkapkan dia, kapal yang membawa buah kelapa ini akan datang sebanyak dua kali dalam sebulan. “Kapal ini akan datang satu bulan dua kali. Yang saya tahu kelapa ini diolah menjadi kopra dan santan, ada juga yang dibawa ke Thailand,” katanya

Menegenai infrastruktur jalan, ia menggambarkan bagaimana beberapa tahun lalu beberapa peraih kelapa ini tidak dapat menggunakan transportasi darat menuju pelabuhan, lantaran akses jalan yang masih sangat sulit. Bahkan, para peraih di Desa Kamboja, menurut dia, harus membawa buah kelapa menggunakan kapal menuju pelabuhan.“Kita dulu membawa kelapa ke Pelabuhan (Pulau Maya) masih menggunakan kapal, karena jalan tidak bisa dilewati. Sekarang baru bisa pakai Tossa, jadi lebih mudah bawanya. Akses jalan baru seperti ini (bagus) baru tahun ini 2016," ucapnya.

Untuk akses jalan tak dipungkiri menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang berada di kepulauan seperti di Pulau Maya. Belum lagi transportasi laut yang menjadi keperluan masyarakat di Pulau Maya menuju ibu kota kabupaten yakni Sukadana.Sementara itu, berdasarkan keterangan warga Pulau Maya, Pak Andak Su, menceritakan jika dalam satu hari ada satu kapal cepat speed boat yang pulang pergi (PP), dan dua buah kapal angkutan atau yang lebih dikenal dengan sebutan kapal kelotok dari Pulau Maya menuju Sukadana.

“Untuk sehari bisa PP speed itu, jam 8 pagi dari pulau maya, balik lagi ke Pulau Maya jam 10.30. Kalau kapal angkutan PP juga, jadi sehari ada tetap ada kapal di Pulau Maya, ada juga di Sukadana,” terangnya.Dirinya sangat bersyukur dengan pembangunan jalan yang menghubungkan dua desa yakni Satai Lestari dan Kamboja. Adapun panjang jalan yang baru dibangun ini sekitar 6 kilometer. “Kita dulu mau pakai motor tidak bisa. Karena jalan sangat rusak. Tapi sekarang jalan sudah enak. Kita sangat berterima kasih dengan pemerintah yang telah membangun jalan yang lebih layak untuk kami lalau untuk aktivitas sehari-hari. Termasuk para peraih buah kelapa yang ada di sini,” terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara M Sukardi menyambut baik dengan terbantunya masyarakat dengan akses jalan yang sudah dibangun pemerintah. Namun menurutnya saat ini masih ada sebagian jalan yang masih belum memiliki akses jalan yang baik, seperti jalan menuju Kecamatan Teluk Batang. “Kita sangat bersukur dengan pembangunan jalan ini. Tetapi memang belum begitu sempurna. Karena kita masih banyak juga akses yang kurang khususnya untuk menuju ibukota kabupaten, karena Teluk Batang itu kan belum, belum sampai juga,” ucap Sukardi.

Menurut dia, dengan membaiknya akses jalan sepanjang Kecamatan Pulau Maya menuju Teluk Batang, akan mempermudah segala akses masyarakat di daerah kepulauan. “Di sana memang banyak perkebunan. Nah hal itu pula yang perlu menjadi perhatian pemerintah juga. Kita berharap jalan yang ada ini dapat dapat dijaga bersama-sama dengan baik,” tutupnya. (*)

 

Berita Terkait