Infrastruktur Buruk, Angkutan Perbatasan Stop

Infrastruktur Buruk, Angkutan Perbatasan Stop

  Senin, 25 April 2016 09:43
AKSES KE PERBATASAN: Seorang warga berjalan dengan dibelakangnya melintas sebuah bus angkutan perintis menuju perbatasan, kondisi jalan yang dilalui memprihatinkan SUTAMI/PONTIANAK POST

SINTANG-Angkutan menuju perbatasan sudah dilayani dengan armada perintis. Hanya saja tidak bisa beroperasi dengan baik, akibat buruknya infrastruktur.

“Setahu saya sudah beberapa minggu terakhir tidak jalan, karena ada ruas jalan yang tak bisa dilalui,” kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sintang, Mawardi, kemarin.

Menurut dia, rute ke perbatasan yang sudah mempunyai armada angkutannya yakni Sintang-Merakai (Ketungau Tengah). Adapun perusahaan angkutan yang membuka trayek yakni Damri, salah satu BUMN. “Sudah tiga bulan terakhir beroperasi. Angkutan ini sifatnya perintis. Izin kita (Dishub Sintang) yang mengeluarkan,” ujarnya.

Mawardi menambahkan, semula memang diberi tawaran kepada Damri untuk menjadi armada perintis menuju perbatasan. Respon positif diberikan begitu tawaran disampaikan. Rute yang dilayani Sintang-Merakai pulang pergi.

Sebelumnya memang tidak ada angkutan umum yang melayani rute ke perbatasan Sintang-Merakai, kecuali sebatas angkutan pribadi. Hanya saja baru dalam hitungan bulan rute Sintang-Merakai dilayani, terpaksa menghentikan operasional. Pemicunya yakni masalah infrastruktur.

Damri rute Sintang-Merakai terhambat untuk akses pada ruas jalan Simba Jaya yang digenangi air. Jalan tak bisa dilalui. Kemudian kondisi jalan memang sangat berat medannya, sehingga begitu berisiko kalau tetap dilintasi. “Saya belum tahu sekarang sudah bisa jalan atau masih berhenti operasionalnya,” kata Mawardi.

Beberapa waktu lalu, Komisi B DPRD Sintang sempat meninjau langsung kerusakan jalan di daerah Simbak, Kecamatan Binjai. Ruas jalan tersebut penghubung ke empat kecamatan dari ibukota kabupaten. Tidak terkecuali menjadi akses penghubung menuju perbatasan. Namun kondisinya memprihatinkan. Saat hujan becek dan mudah digenangi air.

Salah seorang warga, Abdul Hakim mengatakan, sempat menyaksikan Damri rute Sintang-Merakai begitu beratnya saat melintasi medan trayek yang dilalui. Misal saat menyusuri jalan Simbak di Binjai. Supir Damri dipaksa keadaan harus piawai, karena jalan dilalui berlumpur dan banyak kubangan. “Miring-miring mobil kalau melintasi,” katanya.(stm)