Incar Pertumbuhan Dua Digit

Incar Pertumbuhan Dua Digit

  Rabu, 10 January 2018 10:00
Manulife Luncurkan Education Protector PELUNCURAN: (dari kiri) Jeffrey Kie, Novita Rumngangun, Jonathan Hekster, dan John Curtis, berdialog dengan anak-anak saat peluncuran Manulife Education Protector (MEP) di Jakarta, Selasa (9/1). ISTIMEWA

Berita Terkait

JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) membidik pertumbuhan dua digit tahun ini. Hal itu melihat kondisi pasar asuransi di Indonesia yang masih potensial, meskipun berada di era tahun politik.

“Pertumbuhan dua digit jelas kami incar. Kami sudah lebih dari 30 tahun di Indonesia, sudah melewati banyak masa, jadi tahun politik tidak akan terlalu berpengaruh. Kami tetap optimistis tren penjualan Manulife tidak lesu,” ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster di sela-sela peluncuran produk baru Manulife Education Protector (MEP) di Jakarta, Selasa (9/1) siang. Hekster optimistis, tahun ini perekonomian Indonesia tetap tumbuh, sehingga penjualan produk asuransi tetap sehat. Hal itulah yang menurut dia, membuat Manulife Indonesia menghadirkan produk MEP pada awal tahun. Produk itu, dijelaskan dia, merupakan produk kolaborasi unit link dan tradisional yang memberikan proteksi sekaligus jaminan investasi pasti.

Hekster menjelaskan, MEP adalah produk reguler unit link yang dihadirkan untuk membantu para orang tua mempersiapkan dana pendidikan bagi anak mereka. Produk itu didistribusikan mereka melalui jalur keagenan. MEP diharapkan dia, menjadi solusi terbaru untuk membantu keluarga Indonesia merencanakan tujuan finansial dengan lebih matang. “Manfaat utama produk ini adalah ketersediaan dana pendidikan di setiap jenjang. Mulai dari sekolah dasar hingga jenjang universitas,” tutur dia.

Ia menambahkan, MEP memberi kepastian dana pendidikan saat anak berusia 18 tahun atau saat akan kuliah. Produk itu, diharapkan dia, memberi manfaat edukasi hingga 170 persen dari target dana pendidikan. Nasabah, menurut dia, dapat memilih opsi pembayaran premi 5 tahun atau 10 tahun.

“Impian setiap orang tua adalah dapat memberikan pendidikan terbaik untuk sang buah hati agar mereka dapat menjalani hidup dengan maksimal di tengah berbagai risiko kehidupan. Dengan produk ini kami membantu orang tua mempersiapkan proteksi sejak dini agar anak-anak dapat terus fokus mewujudkan impian dan aspirasi mereka,” papar Hekster.

Ia melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa biaya pendidikan di Indonesia naik rata-rata 10 persen pertahun. Artinya, kata dia, biaya pendidikan saat ini akan menjadi hampir dua kali lipat dalam tujuh tahun ke depan. “Jadi, menabung saja tidak akan cukup untuk memenuhi biaya pendidikan di masa mendatang yang terus meningkat. Makanya perlu produk cerdas seperti MEP,” tambah Hekster.

Hal senada dikatakan Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie. Menurut dia, akhir-akhir ini semakin banyak universitas yang bisa dipilih orang tua untuk anak-anak mereka. “Banyaknya pilihan akan memengaruhi besaran biaya pendidikan,” kata dia.

Ia mencontohkan, tahun ini biaya masuk kuliah di universitas negeri di Indonesia sekitar Rp65 juta, sedangkan swasta Rp147 juta, sedangkan di Melbourne (Australia) sekitar Rp1,16 miliar. Dalam 18 tahun ke depan, dia yakin biaya itu akan melonjak tinggi. Jika dihitung dengan rata-rata pertumbuhan seperti saat ini, maka, dia memprediksikan pada 2035, biaya masuk universitas negeri di Indonesia sekitar Rp804 juta, sedangkan swasta di Indonesia bisa mencapai Rp1,8 miliar.

Menurut Jeffrey, dengan MEP, orangtua tidak terlalu khawatir lagi dengan masa depan pendidikan anak mereka. Dijelaskan dia jika produk yang satu ini merupakan produk unik pertama di Indonesia yang memberi jaminan pendidkan anak dan pensiun orang tuanya. “Para orang tua butuh perencanaan finansial yang tepat. Dengan adanya jaminan biaya pendidikan untuk persiapan kuliah dari Manulife Education Protector, orang tua akan lebih tenang dan percaya diri bahwa anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan terbaik,” ujar dia.

Jeffrey menambahkan, MEP juga memberikan banyak manfaat lainnya seperti bonus loyalitas setiap kelipatan lima tahun usia polish, dimulai sejak anak berusia 20 tahun. Lalu, dia menambahkan, ada jaminan dana tambahan saat tertanggung berusia 70 tahun plus adanya nilai investasi saat akhir periode kontrak, serta berlakunya perlindungan jiwa.

Ia melanjutkan, dalam 2 tahun terakhir, pihaknya telah melengkapi portofolio produk yang ditawarkan kepada nasabah dengan menambahkan solusi proteksi terhadap penyakit kritis melalui MiUltimate Critical Care, serta solusi manajemen kekayaan dengan MiWealth Assurance.

Pada kesempatan itu, Ny Olin, salah satu orang tua penyanyi cilik yang hadir di acara peluncuran MEP menjelaskan, sebagai orang tua, tentu ingin memberi pendidikan terbaik buat anak. Makanya, menurut dia, produk asuransi pendidikan sangat baik. “Sebagai orang tua, saya menyambut baik produk asuransi seperti ini, soalnya dana pendidikan sangat penting dan itu kunci utama bagi anak untuk meraih cita-cita,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur dan CMO Manulife Indonesia Novita Rumngangun menjelaskan bahwa mereka selalu ingin membantu masyarakat Indonesia mencapai impiannya. Namun, dia menyayangkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menganggap penting menyiapkan dana pendidikan untuk buah hatinya di masa depan. Diungkapkan dia, berdasarkan survei Manulife Investor Sentiment Index ke-10, 34 persen masyarakat Indonesia rela mengutang untuk gaya hidup, sedangkan yang rela mengutang untuk pendidikan hanya 26 persen. “Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang mengutang untuk dana pendidikan. Makanya kami hadirkan Manulife Education Protector, sehingga para orangtua memiliki persiapan dana untuk pendidikan anak-anak mereka,” papar dia.

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 120 juta penduduk usia produktif di Indonesia. Namun, hanya 3,3 juta yang sudah menyiapkan program pensiun atau hanya 5,5 persen dari penduduk usia pensiun. Lewat produk MEP, para orangtua selain mempersiapkan dana pendidikan untuk anaknya, mereka juga memiliki jaminan dana pensiun di hari tua. (ote)

Berita Terkait