Imlek 2016 Meriah, Warga Antusias Beribadah di Vihara

Imlek 2016 Meriah, Warga Antusias Beribadah di Vihara

  Selasa, 9 February 2016 08:58
SAMBUT TAHUN BARU: Kembang api tampak menghias langit di Jalan Gajahmada. Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Gajahmada minggu (7/2) malam menyambut Tahun Baru Imlek. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Meski diguyur hujan, warga keturunan Tionghoa antusias merayakan Imlek, Minggu (7/2) malam. Sebagian warga memadati sejumlah jalan-jalan utama untuk menyaksikan keindahan kembang api yang menghiasi langit Pontianak. Saking padatnya, sempat terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan, salah satunya Gajah Mada.

Sementara itu, ribuan warga Tionghoa mendatangi vihara untuk melaksanakan ibadah pada perayaan Imlek.  Seperti yang terlihat di Vihara Paticca Samuppada yang terletak di Jalan WR Supratman, Pontianak Selatan.  Seorang pengunjung vihara, Willy mengatakan, tradisi berdoa di kelenteng jelang tengah malam pada pergantian tahun rutin dilakukan. Meski hujan, tak menyurutkan niatnya beserta keluarga  maupun warga Tionghoa lainnya menjalankan ibadah.  

"Kami memohon kesehatan, rejeki berlimpah, keselamatan, dan terbebas dari karma untuk generasi yang akan datang," katanya.Tak hanya Willy, warga lainnya, Aseng mengungkapkan bahwa dia sengaja datang jauh-jauh membawa serta keluarganya untuk beribadah. "Kita mohon doa untuk keselamatan, semoga sekeluarga berhasil dalam menjalankan setiap usaha," kata Aseng usai beribadah.

Tahun monyet api diharapkan lebih baik daripada tahun kambing. Dalam keyakinan Aseng, tahun monyet diprediksi lebih baik daripada kambing. "Tahun monyet semoga ada kemajuan, dibanding kambing," terangnya.

Pengurus Vihara Paticca Samuppada Pontianak, Herison Hermanto mengatakan, hujan di malam Imlek menurut kepercayaan mereka sebagai tanda kesejukan, dan dimaknai dengan keberuntungan. "Meskipun malam Imlek di Pontianak hujan, tetapi tidak menyurutkan warga Tionghoa untuk melaksanakan sembahyang," ujarnya.

Menurutnya, sembahyang di kelenteng dalam menyambut Tahun Baru Imlek guna memohon kepada dewa pembawa rezeki agar diberikan kemudahan dalam memperoleh rezeki di tahun depannya.

Makna Imlek tahun ini, lanjut Herison, merupakan tahun yang kurang bagus bagi pemilik shio monyet api. Menurutnya, pemilik shio monyet api harus sabar dan tidak boleh terpancing emosi. Herison berharap, tahun ini penuh dengan kebaikan dan keselamatan. "Tahun ini kurang bagus bagi shio monyet. Dia harus sabar," kata pria yang sudah 40 tahun ini menjadi pengurus di vihara itu.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistyanyo menyatakan, ada sekitar 107 klenteng atau 903 vihara yang ikut diamankan pada perayaan Imlek 2016 di Kalbar. "Kami melakukan pengamanan secara merata dan komprehensif, agar situasi kamtibmas di Kalbar dalam keadaan yang kondusif," tuturnya.Polda Kalbar juga membentuk 14 pos pengamanan sepanjang Operasi Liong Kapuas 2016, yang dibangun di lima polres, di antaranya di Polresta Pontianak lima pos, Polres Singkawang dua pos, Mempawah dua pos, Sambas tiga pos, dan Polres Bengkayang dua pos, yang didukung oleh 1.750 personel atau 2/3 kekuatan pasukan. (arf) 

Berita Terkait