Imbau Pelajar Hafal Kitab Suci

Imbau Pelajar Hafal Kitab Suci

  Jumat, 21 Oktober 2016 09:16
ARAHAN: Bupati Kubu Raya, Rusman Ali saat memberikan pengarahan bagi kelompok pengajian BKMT Rasau Jaya di Masjid Miftshul Huda Rasau Jaya 1. foto Humas Pemkab Kubu Raya

Berita Terkait

KUBU RAYA— Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengimbau ummat muslim agar membiasakan anaknya sejak dini untuk menghafal dan dekat dengan Alquran, begitu juga dengan non muslim diharapkan bisa mengenalkan anak-anaknya untuk hafal dengan kitab suci masing-masing. 

“Imbauan ini saya serukan, karena mulai tahun 2018 nanti, hafalan kitab suci sesuai dengan target yang telah ditetapkan masing-masing sekolah akan menjadi salah satu syarat kenaikan kelas bagi para murid,”kata Rusman Ali Ali saat menghadiri pengajian BKMT Rasau Jaya di Masjid Miftshul Huda Rasau Jaya 1, Kamis (20/10). 

Salah satu persiapan yang dilakukan pemerintah daerah setempat untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut kata Rusman Ali  mulai tahun 2016 hingga 2017 akan dilakukan pembinaan dan training center bagi siswa di Kubu Raya yang belum hafal quran.

Kebijakan untuk mulai mengenalkan kitab suci kepada para pelajar dinilai Rusman Ali sebagai salah satu gebrakan untuk mengarahkan generasi muda untuk terbiasa melakukan aktivitas yang positif. 

 “Jika sejak dini anak-anak sudah terbiasa melakukan kegiatan yang positif, ditambah dengan kontrol yang baik dari orang tua, Insya Allah saya yakin generasi muda akan terhindar dari berbagai pergaulan negatif seperti menggunakan narkoba dan terlibat pergaulan bebas dan sejenisnya,” papar Rusman Ali. 

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini juga menginginkan agar setiap BKMT dan kelompok pengajian disetiap desa Kubu Raya bisa menjadi penggerak bagi pembangunan kehidupan beragama yang berkualitas terutama dalam program nasional revolusi mental.

"Saya minta agar kegiatan pengajian kelompok masyarakat terus ditingkatkan. Sebagai sarana bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menambah ilmu agama sebagai bekal hidup kita. Saya juga minta agar BKMT dan kelompok pengajian lain juga menjadi motor revolusi mental," ungkapnya. 

Secara terpisah, salah satu anggota BKMT Rasau Jaya, Jamilah (50) menyambut positif  kebijakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang berenacana akan menjadikan hafalan kitab suci sebagai salah satu syarat kenaikan kelas. 

“Saat ini saya lihat banyak anak-anak yang sudah mulai tidak peduli dengan kitab suci seperti Alquran, buktinya pernah saya dapat ada anak kelas V SD yang belum bisa baca iqra, padahal itu modal dasar untuk bisa lancar membaca alquran,”  ungkapnya. 

Jamilah berharap dengan adanya kebijakan tersebut secara tak langsung akan memotivasi pelajar untuk mulai mempersiapkan diri dalam mendekatkan diri dan bisa membaca kita suci seperti Alquran dengan baik dan benar. 

Hal senada juga dikatakan, Maryani (48) yang mengaku mendukung rencana kebijakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tersebut. “Jika anak-anak sejak dini sudah dibiasakan dekat dengan kitab suci, secara tak langsung akan mengarahkan dan membentuk perilaku anak untuk berbuat kebaikan dan menghindari berbagai kegiatan dan pergaulan yang negatif,” ungkapnya. 

Tidak hanya kebijakan yang dibuat pemerintah daerah setempat, namun Maryani juga mengimbau agar kedekatan dan pola pengawasan yang diberikan orang tua terhadap anak juga terus ditingkatkan. “Dengan adanya kedekatan antara orang tua dan anak, maka anak akan lebih terbuka untuk menceritakan berbagai masalah yang dihadapi, sehingga membuat orang tua akan semakin mudah memantau pergaulan anak saat berada di luar rumah,” pungkasnya. (ash) 

 

Berita Terkait