Ilegal Loging di TNBKDS Terbongkar

Ilegal Loging di TNBKDS Terbongkar

  Senin, 19 March 2018 11:00
DIAMANKAN: Sejumlah kayu illegal yang diamankan dari kawasan TNBKDS, kabupaten Kapuas Hulu. MUSTA’AN/pontianak post

Berita Terkait

PUTUSSIBAU-Kasus pencurian kayu ilegal di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TNBKDS) yang melibatkan satu orang warga Dusun Empanang Desa Laut Tawang Kecamatan Suhaid yakni TS, kini kasusnya sudah dinyatakan lengkap berkasnya (P21) dari Kejati Kalbar. Kasusnya pun kini sudah dilimpahkan ke Kejari Kapuas Hulu. 

Sebelumnya warga Dusun Empanang Desa Laut Tawang Kecamatan Suhaid ditangkap oleh Petugas dari Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (BBTNBKDS) Kapuas Hulu beberapa waktu yang lalu. 

Penangkapan warga Kecamatan Suhaid yakni TS tersebut dikarenakan ia menampung 590 batang kayu illegal jenis Kawi yang berasal dari TNBKDS. Sebelumnya warga tersebut ditangkap tim Sporc Brikade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan bersama Polhut BBTNBKDS dalam suatu operasi, Minggu 28 Januari 2018. 

Operasi tangkap tangan ini dilakukan ketika Tim Sporc mendapat informasi dari petugas Polhut TNBKDS bahwa, ada penampungan kayu illegal didalam kawasan taman nasional. 

Dari hasil pemeriksaan dan interogasi terhadap pelaku, diketahui bahwa ratusan kayu tersebut yang dimiliknya ternyata tidak memiliki dokumen sah, kayu tersebut berasal dari tebangan liar dalam kawasan TNBKDS. 

Arief Mahmud Kepala BBTNBKDS Kapuas Hulu mengatakan, bahwa kasusnya sudah memasuki tahap dua (P21) sudah diserahkan dari penyidik ke Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu beberapa hari yang lalu. “ Prosesnyakan memang begitu, dari penyidik dari Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu diserahkan terlebih dahulu ke Kejati Kalbar. Baru dari Kejati menyerahkan lagi Kejari Kapuas Hulu,” katanya, baru-baru ini. 

Penangkapan oknum masyarakat ini kata Arief, pihaknya sudah lama mengintainya dan sudah mengingatkan kepada yang bersangkutan agar tidak mencuri kayu lagi

Lebih lanjut Arief mengatakan,  jika oknum ini hanya mengambil kayu dalam jumlah kecil mungkin pihaknya akan memberikan toleransi kepadanya, namun fakta dilapangan yang bersangkutan ini memperdagangkan kayu dalam jumlah banyak. “Ada lebih 500 an kayunya, sekarang sudah kami amankan dibelakang kantor,” ujarnya. 

Selain itu Arief juga menyinggung soal audiensi yang dilakukan masyarakat Kecamatan Suhaid maupun Selimbau ke kantor DPRD Kapuas Hulu beberapa waktu yang lau terkait adanya penangkapan warga Suhaid.  Menurutnya masalah tersebut perlu diluruskan kembali, karena masyarakat yang ditangkap tersebut bukanlah masyarakat biasa, melainkan ialah seorang oknum yang melakukan pembalakkan liar demi kepentingan komersial. 

“Setahu saya sudah dua orang yang kami tangkap kemarin, jadi itu bukan masyarakat umum yang ingin membangun rumah atau apa yang kami tangkap. Tapi yang ditangkap itu memang pedagang kayu,” ungkapnya. 

Arief menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengambil kayu untuk kepentingan masyarakat yang ada dalam kawasan taman nasional, seperti ingin membangun rumah dan lainnya, pihaknya tidak pernah melarang. Bahkan pihaknya akan memfasilitasi hal tersebut. 

“Kita bisa lihatlah selama ini, masyarakat yang tinggal dalam kawasan taman nasional bertahun-tahun, tak pernah ditangkap,” katanya. 

Sementara itu Ardi Kasi Intel Kejari Kapuas Hulu melalui pesan WhatsApp membenarkan bahwa untuk kasus pencurian kayu di Kecamatan Suhaid tersebut, Kejati Kalbar sudah melimpahkan berkasnya ke Kejari Kapuas Hulu. “Bahkan dari TNBKDS Kapuas Hulu sudah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada kami,” pungkasnya.(aan)

Berita Terkait