Ilegal Logging Masih Ada

Ilegal Logging Masih Ada

  Rabu, 19 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

KETAPANG – Ratusan batang kayu tanpa dokumen lengkap telah diamankan aparat kepolisian. Kayu jenis ulin itu ditangkap saat melintas di Jalan Trans Kalimatan, Kecamatan Sandai, Selasa (11/10) lalu. Rencananya, hasil hutan tersebut akan dibawa dan dijual di daerah Sosok, Kabupaten Sanggau.

Selain mengamankan 330 batang kayu ulin, polisi juga menahan sopir dan truk dengan nomor polisi KB 9567 G yang mengangkut kayu tersebut. "Itu yang beli bos saya di Ngabang. Saya hanya bawa saja," kata sopir truk, Ginanjar Kumpul (37) saat diwawancarai di Mapolres Ketapang, kemarin (18/10).

Pria asal Desa Suka Mulya, Kecamatan Perindu, Kabupaten Sanggau ini, juga mengakui kalau kayu tersebut memang tidak memiliki dokumen lengkap. Dia mengangkut kayu dari sebuah sawmill yang berada di sekitar Pasar Sandai. "Rencananya kayu-kayu itu mau dibawa untuk dijual ke toko-toko bangunan di wilayah Sosok," jelasnya.

Dia juga mengakui jika tidak hanya kali ini saja mengangkut kayu tanpa dokumen. Dia sendiri tergiur menjadi sopir truk pengangkut kayu karena upahnya yang cukup menjanjikan. "Gajinya lumayan. Sekali angkut kayu saya mendapat upah Rp600 ribu. Ini yang keempat kalinya," ungkap pria yang pernah menjadi sopir truk ekpedisi itu.

Kepala Polres (Kapolres) Ketapang AKBP Sunario melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim), AKP Putra Pratama, menjelaskan jika penangkapan kayu yang diduga illegal itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Mereka menerima laporan jika ada aktivitas illegal logging yang masih beroperasi di Sandai. "Untuk membuktikan laporan itu, anggota Polsek Sandai melakukan pengintaian," kata Putra.

Setelah dilakukan pengintaian di beberapa tempat, diungkapkan dia, ada satu unit truk yang dicurigai sedang mengangkut kayu. Kendaraan tersebut, menurut dia, saat itu sedang melintas di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di wilayah Sandai – Sungai Laur Desa Randau Jekal. Saat itu, dia menambahkan jika anggota mereka langsung memberhentikan dan memeriksa muatan truk. "Ternyata benar muatannya kayu," jelasnya.

Polisi pun meminta sopir truk untuk menunjukkan dokumen resmi kayu tersebut. "Karena tidak dapat menunjukkan dokumen yang lengkap, kayu beserta truk dan sopirnya diamankan oleh Kapolsek Sandai yang memimpin langsung pengintaian tersebut," ujar Putra.

Truk tersebut, menurut dia, memuat 330 batang kayu ulin, dengan panjang 3 dan 4 meter. Saat ini, mereka hanya menahan sopir truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Kita juga akan menyelidiki keterlibatan pemilik kayu dan bos seperti yang dikatakan sopir. Kita akan panggil untuk dimintai keterangan. Jika terbukti bersalah maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," paparnya.

Jika memang terbukti bersalah, orang-orang terlibat di dalamnya akan dijerat mereka dengan pasal 12 ayat 1 huruf B tentang illegal logging, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (afi)

Berita Terkait