IKM Topang Perekonomian Indonesia CEFE Angkatan XXX Resmi Dibuka

IKM Topang Perekonomian Indonesia CEFE Angkatan XXX Resmi Dibuka

  Rabu, 6 April 2016 10:08
DIABADIKAN: Sekretaris Disperindag bersama Drs Subsidi, Effendi SE, Uray Yuliansyah Noor, Dedy Kusmayadi dan peserta CEFE diabadikan. FOTO IST

Berita Terkait

PELATIHAN Kewirausahaan model Creation of Enterprises Trough Formation of Entrepreneurs (Cefe) angkatan XXX tahun 2016 resmi dibuka, Senin (4/4) kemarin oleh Kepala Dinas Perindag Provinsi Kalbar, Drs Robertus Isdius MSi yang diwakili sekretaris. Kegiatan diikuti 24 peserta tersebut akan berlangsung 24 hari bertempat di ruang pelatihan UP-IKM.

Robertus Isdius dalam sambutan tertulisnya dibacakan Sekretaris Disperindag Kalbar mengatakan, UKM merupakan kegiatan mutlak diperlukan dalam suatu struktur ekonomi yang sehat, terjalin kerjasama antarindustri besar, menengah dan industri kecil. “Industri kecil dan menengah, merupakan salah satu pilar dalam pembangunan perekonomian negara dan mampu memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Namun IKM yang berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, jelas Robertus, masih mengalami persoalan mendasar antara lain; kesulitan pemasaran, keterbatasan finansial, keterbatasan SDM, masalah bahan baku dan packaging, standar mutu. “Kondisi semacam ini sudah barang tentu tidak bisa dibiarkan berlarut larut. Karena itu, perlu dicarikan solusi tepat dan konkret. Salah satunya dengan menumbuhkembangkan IKM dan menciptakan wirausaha baru,” paparnya.

Untuk itu semua, lanjut Robertus, tentu diperlukan SDM berkualitas yang mempunyai pengetahuan dan wawasan mengenai konsep kewirausahaan, marketing, produksi, motivasi diri dan lain-lain.

Sementara instruktur pelatihan, Uray Yuliansyah Noor memaparkan bahwa pelatihan kewirausahaan model Cefe telah diterapkan di 168 negara. “Sementara di Indonesia, Provinsi Kalbar termasuk yang paling berkembang, karena telah dilaksanakan sebanyak 30 angkatan yang dilaksanakan tiap tahun,” ungkap penanggungjawab materi yang menguasai empat materi sekaligus yakni managemen pemasaran, managemen produksi, managemen organisasi dan managemen keuangan.

Melihat animo dan antusias masyarakat dan hasil yang cukup baik pasca pelatihan Cefe, patut kiranya, pelatihan model Cefe bisa dilaksanakan dua angkatan tiap tahunnya. Salah satunya bisa diupayakan melalui APBN, karena upaya pencipataan wirausaha baru sesuai Inpres nomor 4 tahun 1995 tentang gerakan nasional memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan.

Ketua panitia, Effendi SE melaporkan 24 peserta Cefe angkatan XXX merupakan hasil seleksi dari serangkaian tes yakni administrasi, tertulis dan wawancara.(d4/ser)

Berita Terkait