IKIP-PGRI Pontianak MoU Tri Darma

IKIP-PGRI Pontianak MoU Tri Darma

  Selasa, 28 June 2016 10:10
FOTO BERSAMA: Para tenaga pendidik. PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - IKIP-PGRI Pontianak melakukan nota MoU penyelenggaraan pendidikan penelitian dan pengabdian masyarakat (Tri darma) perguruan tinggi di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Senin (27/6). Maksud MoU untuk mengembangkan kompetensi dan peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan serta membina hubungan kelembagaan antara IKIP-PGRI Pontianak dan Pemerintah Kabupaten Sambas. Dalam MoU itu, Wakil Bupati Sambas, H. Hairiah, SH. M.Pd jadi perwakilannya.

Dekan Fipps, IKIP-PGRI Pontianak, Ahmad Jamalomg mengatakan, MoU ini tujuannya untuk meningkatkan kualitas kompetensi SDM tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Sambas. Ruang lingkup kerjasama di program pengembangan profesi kepangkatan dan kualifikasi guru dan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) terpadu. Kebetulan lanjutnya pada program pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dia yang mewakili, sedangkan pihak Kabupaten Sambas langsung di wakili Wakil Bupati Sambas, H Hairiah, SH. M.Pd.

Dipaparkan,  dari jumlah  6000 guru di Kab Sambas masih terdapat 1547 guru belum Sarjana (S1). Kondisi riil juga dialami oleh guru adalah rendahnya profesi dan kenaikan pangkat guru sangat rendah dan  mandek tak naik-naik pangkat karena terkendala dalam kemampuan pembuatan karya tulis ilmiah khususnya penelitian tindakan kelas (PTK)  sesuai permen PAN RB no. 35 tahun 2010 bahwa guru yang akan mengusulkan kenaikan pangkat mulai pangkat III.c ke III.d wajib membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk PTK yang dipublikasikan.

Saat ini, data riil yang ada dari Dinas Pendidikan Sambas guru yang bergolongan III.c ke III.d berjumlah 430, III.d ke IV.a sebanyak 417 guru dan sekitar 2366 guru dari golongan IV.a tidak bisa naik pangkat ke IV.b. Akibatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Sambas Masih rendah dibawah rata- rata Kab/Kota di Kalimantan Barat.

Ini yang menyebabkan IKIP-PGRI Pontianak terpanggil untuk menawarkan solusi kerjasama dalam bentuk MoU. Menurut Dekan FIPPS, IKIP PGRI PTK Jamalong, IKIP-PGRI Pontianak salah satu perguruan tinggi terakreditasi  B sudah berkewajiban membantu guru-guru yang ada di Sambas keluar dari solusi yang di utarakan bupati dengan melalukan pelatihan dan pendampingan guru guru di Sambas.

Saat ini SDM dosen IKIP-PGRI Pontianak tidak diragukan lagi. Di lembaga itu mempunyai guru besar, Doktor dan Magister. Dia berharap kerjasama ini akan meningkatkan kualitas Masyarakat Sambas khususnya kualitas dan kualifikasi guru. Hal ini sesuai komitmen bupati dan wakil bupati yang baru-baru ini dilantik oleh gubenur yang akan melaksanakan masa baktinya 2016-2021. Hadir dalam penandatangan MoU kepala Lembaga penjamin Mutu Pendidikan Prov Kalbar Dr Suhartono Arham MSi dan Kepala Dinas Pendidikan Sambas Drs H Jusmadi MH. Saat ini jumlah mahasiswa asal Sambas kuliah di IKIP-PGRI Pontianak sekitar 1.000 sampai 1500 belum termasuk calon mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017. “Dosen IKIP saat ini banyak berasal dar Sambas. Semoga kerjasama ini akan semakin bersinergi ke depan,” ucapnya.

Di tempat sama, Wakil Bupati Sambas, H Hairiah, SH. M.Pd menyambut baik penandatanganan MoU ini dan berkomitmen dalam waktu dekat ini akan dilakukan MoU Momerandum of ACTION, mengingat kualitas dan kualifikasi guru di Kab Sambas di bawah rata-rata.(iza/biz)

Berita Terkait