Ikan Kerapu Berbobot 170 Kg yang Tertangkap di Sambas, Termasuk Jenias Giant Grouper, Ikan Langka yang Nyaris Punah

Ikan Kerapu Berbobot 170 Kg yang Tertangkap di Sambas, Termasuk Jenias Giant Grouper, Ikan Langka yang Nyaris Punah

  Senin, 7 December 2015 10:09
RAKSASA : Ikan kerapu raksasa saat berada di tempat pelelangan ikan di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Foto ISTIMEWA

Berita Terkait

Ikan kerapu berbobot 170 kg dan panjang 2,5 meter yang terjaring nelayan asal Kabupaten Sambas merupakan ikan jenis Giant Grouper. Ikan ini memang memiliki ukuran sangat besar. Termasuk ikan langka yang nyaris punah. ARIEF NUGROHO, Pontianak

Kepala Seksi Pendayaguna Pesisir dan Laut, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Syarif Iwan Taruna Alkadrie mengatakan, ikan tersebut merupakan jenis ikan kerapu kertang atau dalam bahasa latin Epineplus lanceolatus yang memiliki ukuran cukup besar. Ikan tersebut lebih sering menghabiskan hidupnya di dasar perairan dengan berbaring dan tidak bergerak untuk waktu yang lama. Hidupnya di dasar perairan berkarang dan akan berenang keluar ketika mencari mangsa. Ikan ini ditemukan di perairan dangkal dengan kedalaman 100 meter.

Ikan kerapu ini persebarannya sangat luas. Ikan ini ditemukan mulai dari pesisir barat Afrika hingga Hawai (Indo-Pasifik) di perairan yang beriklim tropis maupun sub-tropis. Di Australia, ikan ini banyak ditemukan di daerah Queensland. Sedangkan di Indonesia, ikan ini dapat ditemukan di perairan yang memiliki terumbu karang yang masih bagus. “Meskipun penyebarannya yang paling luas di antara jenis kerapu lain, kerapu ini cenderung langka dan jarang ditemjui secara langsung di alam liar,” katanya.

Menurut Iwan, ikan kerapu saat ini banyak dikembang biaknya di keramba. Salah satunya di Pulau Penata Besar Kabupaten Bengkayang. Secara terpisah, Dwi Suprapti, Koordinator Spesies Laut WWF-Indonesia mengatakan, berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature), ikan ini berstatus vulnerable alias rentan, yaitu satu tingkat lagi menuju level terancam punah. Kendati demikian, kata Dwi, ikan ini juga bisa bertahan di ekosistem muara, dengan habitat utama di terumbu karang.

Sebelumnya, warga dihebohkan dengan tertangkapnya seekor ikan Kerapu raksasa seberat kurang lebih 170 kg tertangkap nelayan di Kabupaten Sambas, Sabtu (5/12) siang.Menurut Deden, seorang agen ikan di Selakau, ‎ikan tersebut dibeli dari seorang nelayan setempat. Ikan itu tiba di tempat pelelangan ikan dalam keadaan mati sekitar pukul 12 siang. "Tadi siang dapat kabar kalau ada nelayan dapat ikan besar. Kami pun menurunkan anak buah untuk membawanya ke sini," kata Deden, saat dihubungi Pontianak Post.

Menurutnya, ikan raksasa itu tersangkut jaring nelayan yang tengah menabur jaring di laut. Setelah mendapat satu ikan itu, si nelayan pun pulang dengan menderek ikan itu."Menurut cerita si nelayan, ikan itu tersangkut jaring. Sampai-sampai jaringnya jebol. Ikan pun diderek sampai ke dermaga," lanjutnya. Setelah tiba di penampungan ikan, ikan ini pun belum sempat ditimbang. Karena saking besarnya, tidak mampu diangkat untuk ditimbang. "Ini jenis ikan Kerapu.

Beratnya kira-kira 160-170 kg dengan panjang sekitar 2,5 meter. Kami belum bisa menimbangnya, karena di sini tidak ada timbangan," terangnya.Menurut Deden, ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya dirinya juga pernah membeli ikan jenis dan besar yang sama. "Dulu, sekitar sembilan lalu pernah dapat seperti ini. Sekarang baru dapat lagi," katanya. (arf)

 

Berita Terkait