Ikan Belidak, Bengak, Seladang dan Lais Primadona

Ikan Belidak, Bengak, Seladang dan Lais Primadona

  Sabtu, 20 Agustus 2016 09:25
NELAYAN : Waga danau saat mengakap ikan dengan menggunakan jalan. Saat ini hasil tangkapan mereka melimpah, namun harga ikan turun drastis.

Berita Terkait

AIR sungai Kapuas dan danau menyusut, membuat ikan gampang diperoleh. Hasil tangkapan nelayan pun melimpah ruah. Sstem ekonomi pun berlaku. Barang banyak harga turun, barang sedikit harga pun naik. Ikan meruah, dan memenuhi pasar, harga jual di tingkat nelayan pun langsung anjlok.

Kendati harga ikan turun, nelayan tetap semangat menangkap ikan dengan menggunakan alat-alat tradisonal. Karena hampir semua sektor usaha rakyat saat ini macet.

“Sejak air sungai Kapuas dan danau surut, tangkapan ikan nelayan disini melimpah,” tutur Walidat, Camat Jongkong, pada harian ini kemarin.

Dia mengatakan, dengan adanya usaha menangkap ikan ini, masyarakat sedikit terbantu.

Hanya saja kata Walidat, melimpahnya hasil tangkapan nelayan, berdampak langsung pada turunnya harga ikan.

Hanya ikan-ikan tertentu saja yang masih stabil seperti ikan belidak, bengak dan seladang. Sementara jenis-jenis ikan lainnya seperti ikan lais ditingkat nelayan hanya Rp 12-15 ribu per kilonya.

“Harga ikan sangat murah, paling tinggi Rp 20 ribu per kilo, itupun ikan-ikan ukuran besar,” jelasnya.

Karena tidak ada pilihan pekerjaan lain, ungkap Walidat, masyarakat tetap menggeluti usaha nelayan di sungai dan danau. Karena usaha lain seperti menyadap karet dan menjual daun purik (kratom) sudah tidak bisa diandalkan lagi.

Saat ini harga daun purik atau kratom anjlok. Harga beli ditingkat petani Rp5.000 per kilo, demikian juga dengan daun purik segar bertahan di Rp 4000 per kilogram.

Berlimpahnya hasil tangkapan ikan nelayan dan turunnya harga ikan di tingkat nelayan diungkapkan Suhardi, warga Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir. Dia mengatakan, sejak air sungai dan danau surut dalam dua minggu ini, hasil tangkapan naik drastis. Hanya saja harga jual di tingkat nelayan menurun dari biasanya.

“Jauh turun harga ikan, kalau di danau-danau harganya Rp 12 ribu per kilo,” papar dia.

Misalnya harga jual ikan dari nelayan kepengepul di sungai mangkak Danau Temabas Kecamatan Bunut yang hanya berjarak 15 menit dari kota kecamatan. Harga jual ikan sudah jauh turun, belum lagi harga ikan di danau yang jauh dari kota kecamatan dipastikan jauh berbeda. “Di Danau Temabas ikan biawan kecil hanya Rp 10 ribu per kilo, demikian juga dengan ikan-ikan lainnya,” tutur dia. (*)

Berita Terkait