Ibu Rumah Tangga Jualan Ganja

Ibu Rumah Tangga Jualan Ganja

  Jumat, 17 June 2016 09:58
GANJA: Ganja 76,87 gram dan sabu 12 paket atau 4,5 gram disita kepolisian dari seorang ibu rumah tangga, RS, pada Rabu kemarin. sugeng/pontianakpost

Berita Terkait

SANGGAU-Seorang ibu rumah tangga (IRT), RS, 38 tahun tak berkutik saat dibekuk Satuan Reserse Narkotika Polres Sanggau pada Rabu (15/6). Dari tangannya disita narkotika jenis sabu dan ganja yang siap dijual kepada konsumennya. Pelaku pun langsung dibawa ke Mapolres Sanggau untuk pemeriksaan.

Rabu kemarin sekira pukul 14.30, kepolisian mendapatkan informasi dari warga terkait dengan dugaan adanya transaksi mencurigakan di Jalan Surono Gang Sengkuang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.

“Kami ke tempat yang dimaksud dengan membawa Ketua RT setempat. Dari mendatangi rumah itu, kami menemukan narkoba dan menangkap pelaku,” ungkap Kasat Reserse Kriminal Polres Sanggau, Iptu Sukirman, Kamis (16/6) pagi.

Menurutnya, dari penangkapan dan penggeledahan tersebut turut disita 12 paket narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik dengan berat bruto 4,5 gram. Selain itu, polisi juga menyita satu bungkus berisi ganja kering dengan berat bruto 66,87 gram serta satu toples berisi ganja kering dengan berat bruto 10 gram.

“Ganjanya ada yang dalam bungkusan seberat 66,87 gram. Satu lagi dalam toples beratnya 10 gram. Jadi total berat brutonya 76,87 gram. Sedangkan sabunya ada 12 paket dengan berat bruto 4,5 gram,” terang dia.

Polisi juga menyita timbangan digital, uang tunai senilai Rp230 ribu dan sejumlah barang lainnya yang diduga terkait dengan tindak pidana narkotika tersebut. Pelaku kini disangkakan dengan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.  “Pelaku masih kami periksa untuk kepentingan pengembangan kasusnya. Begitu juga dengan barang bukti narkotika yang kami temukan dirumah pelaku,” ujarnya.

Ditanya mengenai kemungkinan jaringan RS, Sukirman belum mau berkomentar. Dia masih akan melihat keterangan-keterangan dari pelaku serta melakukan pengembangan kasusnya. Kemungkinan pelaku punya jaringan yang lebih banyak bisa saja terjadi. Namun, dia enggan berspekulasi dan akan melihat hasil pengembangan terkait temuan ganja tersebut. “Nanti akan kita lihat hasilnya setelah dilakukan pengembangan terhadap kemungkinan jaringannya di Sanggau ini,” tegasnya.

Terkait dengan peredaran ganja di Kabupaten Sanggau, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau, Kompol Ngatiya menyampaikan bahwa barang haram ini masuk tidak melalui wilayah perbatasan. Kemungkinannya lebih banyak melalu jalur perkotaan didalam negeri. “Deteksi kita mengenai ganja ini alur peredarannya bukan dari luar negeri tetapi kebanyakan dari dalam negeri. Kalau untuk Kabupaten Sanggau ini kebanyakan masuknya dari Pontianak,” ungkap dia.

Menurutnya, ganja memang belum begitu popular di Sanggau. Tetapi harus diakui bahwa peredarannya memang ada. Namun jumlahnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan narkotika jenis sabu. “Kalau peredarannya pasti ada walaupun mungkin sedikit jika dibandingkan dengan sabu-sabu. Kita bisa lihat perbandingannya dari hasil pengungkapan narkotika di Sanggau ini dari tahun ke tahun,” katanya. (sgg)

Berita Terkait