Ibu Rumah Tangga Edarkan Sabu

Ibu Rumah Tangga Edarkan Sabu

  Sabtu, 23 April 2016 15:15

Berita Terkait

Laku, Baru Bayar

Rosita ambil dari bos Jn.
Setelah itu dipisah per paket
Dipasarkan ke daerah perhuluan Ketapang

Jika seluruhnya terjual,
Pulang ke Ketapang dan Setor ke Jn
(sumber Polres Ketapang)

 

Ibu RT Edarkan Sabu

KETAPANG - Bukannya sibuk mengurus anak dan keluarganya, Rosita (43) justru sibuk menjual narkotika. Bahkan, ibu rumah tangga ini juga diketahui sebagai pengguna sabu. Ia pun ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Kegapang, pada Senin (18/4) malam di rumah kos di Jalan Gajahmada Desa Kalinilam Kecamatan Delta Pawan.
Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Narkoba, AKP Joko Sarwono, mengatakan, IRT ini ditangkap atas laporan dan pengembangan informasi dari masyarakat.
"Kita juga ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang ikut memberikan informasi dan mencegah terjadinya transaksi narkoba," kata Joko, kemarin (21/4). Ia menjelaskan, pihaknya yang mendapatkan laporan langsung melakukan pengintaian di sekitar rumah kos tersangka. 
"Saat didatangi dan digeledah di dalam kost pelaku, kami menemukan satu kotak rokok yang disimpan di bawah sebuah meja. Di dalamnya terdapat 12 batang rokok serta 7 paket sabu," jelas Joko.
Tidak sampai di situ, selain sebagai pengedar, polisi juga mencurigai pelaku sebagai pengguna barang haram tersebut.
"Kami terus melakukan penggeledahan. Hasilnya, kami menemukan dua buah korek api dan satu alat hisap sabu yang disimpan di dalam tas tersangka," ungkapnya.
Polisi langsung membawa tersangka ke Mapolres Ketapang untuk diperiksan lebih lanjut. Dari pengakuan warga Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong ini, ia mendapatkan barang tersebut dari Jn. Namun, ia tidak mau menyebutkan di mana tempat tinggal Jn.
"Untuk itu masih kita dalami dan kumpulkan informasi," paparnya.
Lebih lanjut Joko menjelaskan, tersangka merupakan pengedar. Modus yang digunakan adalah mengambil barangnya dulu kepada Jn. Kemudian barang-barang tersebut dijual ke daerah perhuluan Ketapang. Jika semua barang sudah terjual, ia kembali ke Kota Ketapang untuk menyetor ke Jn.
Selain menjual, tersangka juga sebagai pengisap serbuk krital tersebut. "Tersangka ini sudah milai melakukan perbuatannya sejak Januari 2016 lalu. Ia mengaku menjalankan aksinya karena tuntutan ekonomi. Keuntungan dari menjual sabu tersebut diakuinya untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya," pungkas Joko.
Akibat perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 112 dan Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. (afi)

 

Berita Terkait