I Choose You Because…

I Choose You Because…

  Selasa, 27 March 2018 11:00

Berita Terkait

SIAPA sih yang nggak pengin punya pacar cakep? Tapi tahu nggak perasaan jatuh cinta itu lebih indah dari sekadar sibuk memilih pasangan yang memiliki fisik sempurna. Guys, dunia ini terlalu luas untuk kamu yang nyinyirin orang lain yang bahkan nggak kamu kenal hanya karena mereka memilih pasangan yang menurutmu nggak ideal secara fisik. Banyak alasan lainnya yang bisa bikin seseorang jatuh cinta. Nggak percaya? Tanya aja sama sobat Z berikut. (ghe)

Terpesona Sifat Baiknya

Khalda Fiana (@khalda.fn)

Fisipol Untan

Ibarat pepatah don’t judge book by cover, memilih pasangan tak selalu karena fisiknya yang rupawan. Cukup dengan sifat dan perlakuannya yang baik udah bisa menggetarkan hati siapa pun, termasuk Khalda Fiana. Gadis manis berhijab ini merasa senang bisa menemukan sosok lelaki yang mau saling menemani dalam keadaan apa pun, tanpa harus melarang selagi hal yang dilakukan positif.

Meski hubungannya tampak indah, mahasiswi Fisipol Untan ini tak luput mendapat kritikan dari orang terdekat. Saking nggak terlalu perduli, kritikan-kritikan tersebut menghilang dengan sendirinya. Baginya, pujaan hati yang tepat menemaninya adalah sosok yang bisa menjalani hubungan dari hati ke hati, tanpa harus banyak mengumbar janji. “Karena yang dibutuhkan perempuan itu sebuah kepastian,” ujarnya.

Easy Going dan Bisa Diajak Seru Bareng

Muhammad Riyandi Ramadhan (@riyandiramadhan)

Fakultas Hukum Untan

Setiap lelaki mendamba memiliki pasangan yang sesuai dengan keinginannya. Termasuk pula yang dirasakan Muhammad Riyandi Ramadhan. Eits…bukan berarti harus cantik, ya? Cowok berkaca mata ini merasa bersyukur bisa menemukan pacar yang memiliki sifat easy going, seru diajak bercanda, marahan, sampai wisata kuliner. “Bahagianya lagi aku udah makin dekat sama keluarganya, jadi dipercaya, hehe,” jelasnya.

Merasakan indahnya dunia saat bersama pacar, membuat mahasiswa Hukum Untan ini tak perduli akan ‘nyinyiran’ netizen yang ada di lingkungannya. Dengan penuh percaya diri, Riyandi membalas ‘nyinyiran’ dengan sebuah senyuman. Menurutnya, sebelum benar-benar memilih pasangan, seseorang bisa lebih dulu melihat sifat calonnya. Baik dan buruknya pasangan yang dipilih murni keputusan mutlak diri. Tak perlu terpengaruh jika dengannya kita merasa bahagia.

Humoris dan Romantis 

Widie Rahmah Hartinah (@widierh)

Mahasiswi UPB 

Siapa sih yang nggak senang punya pacar humoris dan jahil? Nggak kebayang, deh, betapa meriahnya hubungan percintaan yang terjalin. Suasana bahagia dan penuh tawa terpancar jelas di raut wajah Widie Rahmah Hartinah. Tak hanya humoris, sang pacar juga memiliki sisi romantis dan sikap yang penuh pengertian. Sweet banget, yaks! “Alhamdulillah, belum ada yang mengkritik walaupun aku memilih dia bukan karena fisiknya,” tutur Widie.

Walaupun tak memilih pasangan berdasarkan fisik, mahasiswi UPB Pontianak ini tetap mengikuti pesan orang tua, yakni melihat bibit, bebet, dan bobot. Mulai dari melihat attitude-nya, apakah masuk dalam kategori sopan, ramah, dan santun. Latar belakang keluarganya, serta yang terpenting doi seseorang yang berpendidikan dan terpelajar. Nggak lupa, doi juga harus rajin bersih-bersih plus berpenampilan rapi dan wangi saat bertemu dengannya.

Perjuangannya Bikin Meleleh

Dymas Santica (@dymaswanita)

SMTI Pontianak

Nggak hanya keju mozzarella aja yang bisa melted. Hati cewek seperti Dymas Santica tak luput meleleh ketika melihat perjuangan cinta yang dilakukan sang pujaan hati. Selama menjalani kisah cinta, sang pacar tak pernah merasa keberatan jika Dymas sedang emosian, atau tiba-tiba berubah jadi sosok yang cerewet. “Doi lebih memilih diam dan nenangin aku. Kadang doi juga suka bilang ‘marahkan jak ndak pape’. Benar-benar pacar idaman,” cuapnya.

Tetapi, indahnya kisah cinta siswi SMTI Pontianak ini tak luput dari tanggapan pro dan kontra. Dymas lebih memilih tak terlalu menanggapi komentar orang, karena yang memilih dan menjalani hubungan ini adalah dirinya. Menurutnya, belum tentu fisik baik memiliki sifat dan hati yang baik pula. Bagi Dymas hubungan yang baik bukan dinilai dari tampang yang rupawan, tapi sifat dan hati yang mampu membuat seseorang merasa nyaman.

Berita Terkait