Hujan, Siswa Dipulangkan

Hujan, Siswa Dipulangkan

  Selasa, 3 November 2015 10:26
MIRIS: Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sibo Takong Kecamatan Toho yang sudah hancur. Hujan turun, siswa pun dipulangkan lebih cepat. WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sibo Takong Kecamatan Toho, Karnadi mengaku sejak beberapa tahun lalu sudah mengajukan bantuan kepada dinas untuk pembangunan sekolah itu.Namun, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut terhadap usulan pembangunan itu.“Pengajuan bantuan saya sampaikan pada tahun 2012 lalu ketika awal-awal menjabat Kepala Sekolah. Dan sampai dengan hari ini, kami masih menunggu hasil pengajuan pembangunan tersebut,” aku Karnadi ketika dihubungi wartawan, Senin (2/11) siang.

Karnadi mengungkapkan ada empat ruang belajar di SDN 09 Sibo Takong yang kondisinya memprihatinkan. Yakni ruang kelas satu dan dua A, B serta kelas dua A, B. Keterbatasan infrastruktur memaksa pihaknya tetap memaksakan diri menggunakan keempat ruang kelas itu untuk kegiatan belajar mengajar.“Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1982 sampai sekarang belum pernah direhab. Makanya sudah banyak bahan bangunan yang keropos dan rusak. Mulai dari kontruksi atap kayu yang patah, lantai papan hingga atap yang berlubang,” lirihnya.

Bahkan, sambung Karnadi, banyak pengalaman pahit yang dilalui para guru dan siswa di sekolah tersebut dengan keterbatasan infrastruktur pendidikan yang dimiliki. Misalnya, jika turun hujan pada saat aktivitas belajar berlangsung maka para siswa pun terpaksa dipulangkan. Karena, seisi ruang kelas basah akibat atap sekolah yang berlubang.“Tidak mungkin kami belajar dalam kondisi basah kuyup seperti itu. Jadi dengan sangat terpaksa, siswa kita pulangkan dan belajar dirumah saja. Kondisi ini menjadi kendala bagi kami dalam menjalankan tugas mengajar,” keluhnya.

Bukan itu saja, imbuh Karnadi, beberapa bulan lalu dirinya juga sempat mendapat protes dari wali siswa. Lantaran terjadi insiden seorang siswa terjatuh dan mengalami patah tangan ketika hendak buang air kecil di wc. Kondisi wc sekolah yang rusak berat membuat siswa menjadi celaka.“Bangunan wc ada lima unit, tetapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Lantai, dinding dan atap semua sudah berlubang. Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bangunan SDN 09 Sibo Takong ini. Karena, fasilitas pendidikan sangat penting untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” pendapatnya.

SDN 09 Sibo Takong Kecamatan Toho memiliki 192 siswa dengan enam orang guru PNS dan beberapa guru honor. Keterbatasan infrastruktur pendidikan sekolah itu tidak hanya menghambat proses belajar mengajar bahkan mencelakai siswa.Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Mempawah, Zulkifli Salim menyebut pihaknya sangat fokus memberikan perhatian terhadap kemajuan dunia pendidikan. Termasuk meningkatkan mutu dan kualitas infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan itu sendiri.

“Pembangunan sekolah SDN 09 itu sudah kita anggarakan pada tahun 2016 nanti. Bahkan, bukan hanya SDN 09 saja, beberapa SD lain yang kondisi juga butuh perbaikan pasti kita prioritaskan pembangunanya,” tegas Zulkifli Salim.Dia pun memastikan jika anggaran pembangunan SDN 09 Sibo Takong itu sudah masuk dalam pembahasan dan alokasinya akan terakomodir pada APBD 2016 mendatang. Meski demikian, pihak sekolah diminta bersabar karena dalam penetapan anggaran itu dibutuhkan proses pembahasan dan kajian lainnya.

“Kami selalu berupaya keras membangun dan meningkatkan mutu serta kualitas dunia pendidikan di Kabupaten Mempawah. Berbagai program pendidikan dari  pusat kita realisasikan dengan maksimal. Terutama program wajib belajar, agar tidak ada lagi anak-anak di daerah ini yang tidak mengenyam pendidikan,” tegasnya lagi.Dilain pihak, Anggota DPRD Dapil Toho, Sadaniang dan Sungai Kunyit, Amon Amed, S.Th mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengganggap remeh pembangunan fasilitas pendidikan di masyarakat. Sebab, masalah pendidikan merupakan urusan wajib yang patut diberikan pemerintah.

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karenanya, kami mendesak agar pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SDN 09 Sibo Takong itu,” tegas Amon.Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mempawah itu menyebut, pembangunan sektor pendidikan menjadi hal yang sangat penting dan strategis. Sebab, pendidikan lah yang akan mencetak generasi muda untuk melanjutkan estafet pembangunan daerah dimasa mendatang.“Saya belum cek di APBD, apakah sudah dialokasikan atau belum anggaran untuk SDN 09 ini. Yang pasti kita minta agar pembangunannya segera dilaksanakan. Apalagi jika memang kondisi bangunan sudah memprihatinkan dan membahayakan aktivitas pendidikan di sekolah itu,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait