Hotspot Terbanyak se-Indonesia, Ada 200-an Titik Panas di Sanggau

Hotspot Terbanyak se-Indonesia, Ada 200-an Titik Panas di Sanggau

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:35
UJI COBA: Dansatgas Pengendalian Karhutla Sanggau, Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, saat melakukan uji coba sambuponti nozzle menyirami lahan yang akan dibakar pemiliknya, Jumat (19/8) di daerah Simpang Lape, Sanggau. SUGENG ROHADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU – Kabupaten Sanggau merupakan penyumbang titik api (hotspot) terbanyak se-Indonesia. Kenyataan ini disampaikan oleh komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau, Letkol Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa, Jumat (19/8) kemarin. Setidaknya, disebutkan dia, ada 200-an titik panas yang terpantau satelit.

Data ini, diakui dia, cukup mengkhawatirkan. Kondisi tersebut, menurut dia, diperparah dengan aktivitas membuka lahan dan hutan dengan cara dibakar. “Tentu ini akan berdampak buruk bagi kualitas udara di Kabupaten Sanggau,” kata dia.

Untuk wilayah Kalimantan Barat, kata dia, ada sedikitnya 600-an titik panas. Dari jumlah tersebut, diungkapkan dia, sebanyak 200-an titik panasnya berada di Kabupaten Sanggau, di mana menjadi angka tertinggi di Indonesia. 

“Kenyataannya Sanggau ini paling banyak hotspot atau titik panasnya se-Indonesia. Makanya saya bersama tim harus bekerja keras meyakinkan masyarakat untuk tidak membakar lahan. Selain itu, mengambil langkah penyiraman di sejumlah lahan yang sudah siap dibakar oleh pemiiknya,” jelas dia kepada Pontianak Post.

Jumat pagi kemarin, Agung Putu memimpin langsung penyiraman lahan yang siap dibakar warga di daerah Simpang Lape, Sanggau. Petugas gabungan TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, dan BPBD Sanggau turun ke lapangan, dengan dibantu peralatan dari pihak Finantara Sinar Mas Sanggau. 

“Langkah pencegahan ini harus dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya aktivitas pembakaran. Pemerintah komitmen untuk hal ini, dan masyarakat juga diminta untuk paham dengan kondisi yang ada saat ini dan berhenti membakar lahan,” katanya.

Senada, wakil Kepala Polres (Wakapolres) Sanggau, Kompol Edwin Saleh, yang juga langsung turun ke lokasi, menyampaikan imbauannya agar masyarakat mengurangi aktivitas pembakaran lahan, sehingga dampak polusi udara dapat dihindari. “Di kepolisian juga sedang melakukan penanganan terkait kasus pembakaran lahan. Karenanya segala upaya termasuk pencegahan sejak dini terus dilakukan. Para pelaku bisa saja dijerat dengan hukuman jika tidak mengindahkan himbauan yang telah diberikan,” kata dia.

Dari pihak perusahaan, dalam  hal ini Finantara Sinar Mas Sanggau, telah memberikan bantuan alat guna melakukan proses penyiraman maupun pemadaman, jika terjadi kebakaran lahan. Dalam kesempatan tersebut, peralatan yang diberikan oleh perusahaan langsung diujicobakan.

Head External Relation Finantara Sinar Mas, Sambusir, menyampaikan bahwa alat tersebut diciptakan olehnya sendiri, guna mendukung pemerintah untuk mengakatasi kebakaran hutan dan lahan. Alat tersebut diberinya nama  sambuponti nozzle yang hak ciptanya sedang dalam proses. 

“Alat ini saya sendiri yang ciptakan. Hak patennya sedang proses. Ini bentuk partisipasi saya untuk mengatasi karhutla di Kalimantan Barat ini. Alat ini sudah beberapa kali digunakan di beberapa daerah di Kalbar dan cukup membantu,” ungkap dia.

Seperti diketahui, sambuponti nozzle ini memiliki tiga fungsi, yakni sebagai penyemprot dengan jarak semprotan sekira 100 meter. Kemudian pada bagian lain berfungsi sebagai semprotan hujan buatan. Dan terakhir bisa digunakan untuk memadamkan api di lahan gambut dengan mengaktifkan sisi bawah alat tersebut, sehingga air akan langsung mengarah ke bagian bawah gambut.

“Alat ini punya tiga fungsi. Cara pemakaiannya juga mudah. Kalau mau menyemprot jarak jauh atau membuat hujan buatan cukup ditancapkan saja ditanah. Kita hanya mengendalikan saja. Nah, yang penting itu sumber airnya ada,” terangnya. 

Dia berharap alat tersebut nantinya dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Sanggau maupun daerah lainnya. (sgg)

 

Berita Terkait