Hormon Kebahagiaan Sang Guru

Hormon Kebahagiaan Sang Guru

  Kamis, 14 April 2016 09:46   1

Oleh P. Adrianus Asisi

BAHAGIALAH menjadi seorang guru, sebuah pilihan profesi yang sangat strategis yang membutuhkan kesungguhan lahir dan batin. Pribadi tangguh yang telah memberikan jasa besar dalam membangun manusia dengan diandasi (kerja cerdas, pen), kerja keras dan kerja ikhlas  (Ukim dan Aris, 2015). Tulisan ini terinspirasi dari buku mereka berdua dengan judul endorphin guru.

Endorphin adalah sebuah hormon yang di hasilkan oleh tubuh manusia yang memberikan rangsangan kepada otak dengan sensasi kebahagaian, kenyamanan dan cinta. Endorpin tersebut dihasilkan oleh kelenjar endokrin (hormon). Dalam situs bramardianto.com diakses 5/12, pk 14.00 bahwa endorfin memiliki dua fungsi yaitu meredakan nyeri dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Merefleksi alinea di atas, muncul tanya di hati penulis menyangkut hal tersebut. Apa hubungan antara endorfin dengan guru? Apa pengaruh hormon endorpin terhadap aktivitas mengajar guru? Kebahagiaan bagi guru itu diperlukankah? Bagaimana guru menjadi bahagia dalam menjalankan aktivitas kerjanya (mengajar)?

Hormon adala zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh secara alami. Hormon dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin), setelah dikeluarkan akan langsung masuk ke sistem peredaran darah, menimbulkan efek tertentu sesuai dengan pengaruh masing-masing.

Bramardianto menjelaskan dalam menjalankan fungsi meredakan rasa sakit, endorfin berfungsi memblokir reseptor opioid pada sel-sel saraf sehingga mengganggu transmiris sinyal rasa sakit. Untuk trauma besar, dihasilkan beta-endorfin untuk menghilangkan rasa sakit dan menghasilkan euforia serta melakukan upaya putus asa untuk menyelematkan diri. Sedangkan, dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan membentuk sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel perusak. Juga, membantu menurunkan tekanan darah.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (bdk. UU Guru dan Dosen No. 14/2005). Sementara itu, KI Hajar Dewantara mengatakan tugas guru dengan semboyan, “Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madya Mangunkarso dan Tut Wuri Handayani”. Semboyan itu menggambarkan peran seorang guru atau pendidik dalam dunia pendidikan kumpulan peran yang cukup lengkap, yaitu: menjadi teladan, memberikan semangat dan memberikan dorongan (Rakhmawan, diakses 5/12, pk 13.55).

Beberapa hormon kebahagian guru sebagai berikut yang diambil dari Kompas.com diakses Sabtu, 5 Desember pkl. 14.52 Wib dibumbui dengan aroma guru agar terdapat relevansinya dengan si guru.

Pertama, Dopamin (diidiomkan dorongan bapak menjadikan siswa pintar). Guru memberikan motivasi kepada siswa agar menjadi beraklak mulia dan pintar. Berbudi pekerti yang baik, jujur dan pintar. Jika siswa pintar diharapkan yang berbudi baik dan berkarakter baik.

Sejatinya, Dopamin dihasilkan otak tengah sebagai neurotransmitter akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap keadaan sekitar dan menciptakan perasaan seksi. Beberapa makanan peningkat kadarnya makan coklat, camilan kacang, salad dan bayam, juga melakukan aktivitas menantang. 

Kedua, Serotonin (diidiomkan selalu optimis dalam memberikan tontonan pembelajaran in class). Hormon ini memberikan kepuasan bagi guru sehingga guru selalu optimis dalam membelajarkan siswa di kelas. Dikenal sebagai hormon penenang diproduksi batang otak. Tugasnya membantu mencapai kepuasan, mengatur selera makan dan pola tidur, memperbaiki suasana hati serta meningkatkan kemampuan menahan sakit. Makanan berkarbohidrat yang cukup untuk menghasikan hormon ini. Hal ini meningkatkan kadar triptophan (sejenis protein).

Ketiga, Oksitosin (diidiomkan oke siguru tampil membuat siswa setia di sini (kelas).    Hormon ini membuat guru puas ketika siswa berani tampil dalam mengerjakan tugas baik pribadi maupun kelompok, menampilkan diri untuk meluaskan pengetahuan diri siswa bersangkutan. Berani menampilkan dirinya di depan kelas membuat guru bahagia. Dihasilkan oleh kelenjar lendir, indung telur (ovarium) dan testis. Saat orgasme, hormon ini dilepaskan dan kadarnya cenderung meningkat. Dapat menghilangkan susah tidur.

Keempat, Endorphin. Enjoy dalam memberi dorongan, guru menjadikan siswa pintar. Guru memberikan motivasi tiada henti, dengan tulus dalam lubuk hati yang paling dalam, agar siswa menjadi pintar. Itulah hormon kebahagiaan guru. Senyatanya, hormon ini dihasilkan otak dan sumsum tulang belakang. Hormon ini berguna mengurangi rasa sakit, mengurangi depresi dan menimbulkan rasa senang.  

Kelima, Feromon (diidiomkan perhatian dan omongannya memikat hati siswa). Guru menjadi bahagia ketika perhatian dan omongannya di dengarkan dan dilaksanakan oleh siswa. Tujuan agar siswa sukses baik di sekolah maupun di masyarakat. Zat kimia yang meningkatkan kehidupan seks makhluk hidup. Diproduksi oleh kelenjar di ketiak. Hormon ini digunakan untuk komunikasi nonverbal.

Keenam, Estrogen (diidiomkan emangnya siapa tak tertarik jika digendong (belajarkan) olehnya). Hormon kebahagian guru jika bisa ngemong muridnya, sehingga guru menjadi awet muda, sehat dan selalu tampil prima. Senyatanya, hormon ini diproduksi oleh kelenjar kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Hormon ini menstimulasi pelepasan dopamin. Pada saat bercinta perempuan akan memproduksi hormon ini dua kali lebih besar. Hormon ini berguna untuk kesehatan rambut dan kulit.

Ketujuh, Testosteron (diidiomkan test (ulangan)nya membantu siswa terus on dalam belajar). Ulangan termasuk evaluasi, siswa selalu disiapkan dan mereka siap dalam mengikuti ulangan harian maupun ulangan umum, sehingga guru menjadi bahagia karena siswa selalu on dalam belajar. Senyatanya, hormon ini diproduksi sebagian besar oleh testis dan ovarium, dalam jumlah kecil, diproduksi oleh otak. Pada wanita, hormon ini, segera dikonversi menjadi esterogen. Pada laki-laki menciptakan energi positif dan rasa senang. Namun, tidak ada makanan penghasil testosteron. Untuk menjaga keberadaan esterogen dengan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur dan tidak merokok, minum alkohol ataupun memakai obat terlarang.

Kedelapan, Norepineprine (diidiomkan norma dikedepankan olehnya sehingga menghasikan pelayanan prima). Tugas guru adalah membimbing, mengarahkan, mendidik, mengajar, mendampingi dan memotivasi harus dilakukan dengan prima. Ditopang oleh norma dan dijaga oleh norma itu, sehingga guru bahagia dalam melakukan aktivitas mengajarnya. Senyatanya, hormon ini dihasilkan pada kelenjar suprarenalis di atas Ginjal, pada jaringan syaraf tulang belakang dan otak. Bermanfaat penting memfasilitasi gairah dan organme serta memberikan rasa senang pada tubuh dan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan takanan darah menjadi meningkat.

*) Penulis:
Guru Biologi SMP dan Guru SMA
Santo Fransiskus Asisi Pontianak,
Alumnus prodi TEP FKIP Untan, Kalbar