Hobi yang Jadi Profesi

Hobi yang Jadi Profesi

  Kamis, 14 April 2016 09:52
Aikim Kamal Putra. Make Up Artist

Keisengan saat mendandani teman di awal kuliah, membuat Aikim Kamal Putra memutuskan untuk menjadi seorang Make Up Artist (MUA). Menjalani peran sebagai MUA selama 2 tahun, membuatnya kini dipandang dan diterima baik oleh pelanggannya. Bagi Aikim, membuat wanita menjadi cantik merupakan kepuasaan tersendiri. Tentu lewat goresan yang dihasilkan dari tangannya. "MUA adalah orang yang memiliki keahlian dalam merubah wajah, terutama kaum hawa dengan menutupi kekurangan dan menjadikannya suatu kelebihan,” ujar Aikim.

Menjalani peran sebagai seorang MUA, Aikim pun sempat merasakan dukanya. Selain sempat dicurigai maling karena datang terlalu subuh ke rumah pelanggan. Doi juga sempat nggak mendapat dukungan dari ortu karena adanya tanggapan miring tentang MUA cowok. Beruntung sang abang masih mendukung dan membuat Aikim nggak pantang menyerah. Bahkan nih, sang abang juga lah yang membelikannya alat-alat make-up meski saat itu masih sederhana dan doi masih mematok harga Rp 15.000/wajah. "Menjadi seorang MUA membuatku bahagia, mendapatkan rasa puas, memiliki banyak teman dan kenalan tak terduga serta penghasilan yang lumayan. Tapi bagi aku pribadi, penghasilan bukanlah segalanya. Karena disini aku hanya menyalurkan hobi. Beruntung ortu udah merestui dengan syarat kuliah tetap harus diutamakan,” ujar cowok yang lahir di Sungai Pinyuh, 12 Desember 1994.

Hingga saat ini, Aikim udah nggak menghitung lagi berapa banyak jumlah pelanggan yang wajahnya berhasil ia 'sulap', baik di Pontianak maupun Kubu Raya. Doi juga pernah mendapat job mendandani selama 1 bulan di setiap minggunya. "Pengalaman menantang saat make up yaitu sempat mendandani orang yang wajahnya banyak jerawat. Bahkan ketika dipasangi alas bedak jerawatnya sampai berdarah. Meski begitu aku berhasil dan membuat klien puas,” tambahnya.

Di penghujung wawancara, mahasiswa S-I Jurusan Keperawatan STIK Muhammadiyah Pontianak ini sempat memberikan tips buat teman-teman yang masih kurang ‘pede’ untuk menjadi seorang MUA, khusunya cowok. "Jika kamu memang ingin menjadi seorang make up artist, tutup telinga dan kuatkan hati. Anggap gunjingan dan komplain itu hal biasa. Karena dari sinilah kita bisa belajar lebih kuat dan baik lagi,”tutupnya. (ghe)