Hitungan Jam Habis Terjual, Pasar Murah Gula Produksi Dalam Negeri

Hitungan Jam Habis Terjual, Pasar Murah Gula Produksi Dalam Negeri

  Rabu, 2 March 2016 11:10
GULA LOKAL: Pasar murah gula lokal yang dilaksanakan di perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong. Tiga ton gula terjual hanya dalam hitungan jam. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

ENTIKONG-Setelah sekian lama, masyarakat di perbatasan Entikong-Malaysia dapat menikmati gula asli Indonesia. Sebanyak 3 ton gula lokal, Selasa (1/3) kemarin dijual dalam operasi pasar murah yang dilakukan oleh Induk Koperasi Angkatan Darat (Inkopad) dan Asosiasi Penyalur Gula dan Tebu Indonesia (Apekti) Kalimantan Barat.

Perbatasan Entikong dipilih menjadi tempat pasar murah, karena selama ini perbatasan sangat minim dengan pasokan gula lokal. Gula-gula ini dijual dengan harga Rp10 ribu per kilogram sama seperti harga gula dari Malaysia.

“Kita mendatangkan gula pasir lokal diperbatasan yang katanya sangat minim dengan pasokan produk dalam negeri. Gula lokal ini nantinya bisa dibeli disetiap warung dan toko yang ada diperbatasan, dengan harga yang terjangkau,” jelas Seketaris Umum Inkopad, Kolonel Arm Edi Febianto.

Mengenai minimnya pasokan sembako maupun gula diperbatasan lebih disebabkan pada kendala tranportasi yang tidak lancar. Untuk wilayah perbatasan diseluruh Indonesia, Inkopad bekerjasama dengan Menteri Perdagangan untuk menyalurkan gula ke daerah perbatasan bersama distributor yang berada di Jakarta.

Ketua Apekti Kalbar, Sy Usman mengakui gula lokal memang tidak pernah masuk ke perbatasan. Pasar murah kali ini merupakan kegiatan pertama menyuplai gula dalam negeri diperbatasan RI-Malaysia. Kegiatan pasar murah tersebut bersifat mengenalkan kepada warga perbatasan, bahwa produk dalam negeri bisa didatangkan langsung dengan harga yang terjangkau.

“Warga sangat antusias membeli gula dalam negeri, karena harganya yang tidak berbeda dengan harga gula dari Malaysia,” ujarnya.

Salah seorang warga setempat, Arsinah menyampaikan di perbatasan memang ada gula produk dari dalam negeri, hanya saja harganya mahal. Kalau ada gula dalam negeri dengan harga terjangkau seperti kemarin, maka akan sangat membantu masyarakat.

“Dulu ada gula lokal tetapi harganya cukup mahal, sekarang bisa murah sudah tentu sangat diminati masyarakat. Kalau bisa bukan hanya mengelar pasar murah saja melainkan pasokan gula lokal diperbatasan juga lebih banyak, sehingga toko dan warung kelontong bisa menyediakan gula dalam negeri dengan harga yang murah. Jadi tidak tergantung terus dengan produk dari luar negeri,” harapnya. (sgg)

 

Berita Terkait