Hingga November, 108 Perceraian Telah Terjadi

Hingga November, 108 Perceraian Telah Terjadi

  Selasa, 14 November 2017 10:00
Arif Budiman

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pengadilan Agama (PA) Kapuas Hulu hingga November ini sudah  menangani 108 kasus perceraian, baik itu cerai gugatan yang dilakukan oleh pihak istri, maupun cerai talak yang dilakukan oleh pihak suami. Arif Budiman dari Humas PA Kapuas Hulu mengatakan, kasus perceraian yang ditangani mereka kebanyakan dilakukan oleh pihak istri. Karena istri tersebut, menurut dia, merasa ditinggalkan oleh suaminya, sehingga melakukan gugatan cerai.

 “Banyak juga pihak istri melakukan gugatan cerai ini karena menikah dengan orang bukan nonpribumi, sehingga dengan alasan pekerjaan, si istri ditinggalkan bertahun-tahun,” katanya, Senin (13/11) di Putussibau.

Arif mengungkapkan, pada tahun lalu angka perceraian di Kapuas Hulu mencapai 127 kasus. Dia belum bisa memprediksi angka perceraian tahun 2017 apakah naik atau turun. “Karena tahun 2017 ini belum selesai,” timpalnya.

Arif menjelaskan, dari 108 kasus perceraian yang ditangani mereka. Dia juga menambahkan, ada lima kasus perceraian terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kapuas Hulu yang juga ditangani mereka, di mana empat di antaranya sudah putusan dan satu lagi masih dalam proses.

Untuk ASN yang ingin melakukan gugatan perceraian ke pengadilan, Arif menjelaskan bahwa mereka harus memiliki izin tertulis dari atasannya. Karena, dia menambahkan, aturan tersebut sesuai dengan apa yang diamanahkan di Undang-Undang Nomor 83 Tahun 1985, karena ini berkaitan dengan hak kepegawaiannya. Bagi pengadilan sendiri, dikatakan dia, hanya menerapkan aturan saja. Namun pihaknya masih memberikan kesempatan bagi ASN untuk mengurus surat izin tersebut, meskipun perkaranya sudah masuk duluan.

 “Jika dalam proses perceraian nanti mereka (ASN) tidak mengurus izin tertulis, maka resiko kepegawaiannya ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Lanjut Arif, Pengadilan Agama ini sifatnya pasif. Sebenarnya pihaknya tidak mengharapkan adanya perceraian, justru berharap agar kasus perceraian di Kapuas Hulu makin menurun. Namun jika memang sudah tidak ada jalannya lagi pasangan suami-istri untuk menyelesaikan masalahnya, maka dia menambahkan, pengadilan agamalah tempat penyelesaiannya.

“Tapi perlu diingat masyarakat, bahwa kami ini bukan hanya menyelesaikan perkara perceraian saja, namun penyelesaian masalahnya dengan rujuk kembali,” pungkasnya. (aan)

Berita Terkait