Himbauan, Kenali Virus Zika

Himbauan, Kenali Virus Zika

  Sabtu, 13 February 2016 10:22

Berita Terkait

LANTARAN hingga sekarang Pemerintah Provinsi Kalbar belum memiliki laboratorium yang bisa mendetkesi virus zika membuat Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Barat, Nursyam Ibrahim mengimbau para tenaga medis seperti perawat dan dokter di Kalbar untuk belajar dan mengenali gejala virus Zika yang diderita pasien.

“Setahu  saya hingga sekarang di Indonesia baru ada dua laboratorium yang bisa mendeteksi virus ini yakni di laboratorium Kemenkes dan satu lagi labotarorium milik Universitas Airlangga. Untuk mendeteksi virus Zika dilakukan dengan menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (RTPCR),” jelas Nursyam.Dia memprediki beberapa laboratorium riset juga ada telah memiliki alat RTPCR, namun tidak semua laboratorium riset memiliki tenaga ahli menganalisa menggunakan alat ini karena teknik analisa tidak hanya didukung kelengkapan alat tetapi pengembangan dari analisa identifikasi virus.

Lantaran belum memiliki alat pendukung untuk mendeteksi virus tersebut, sementara waktu yang bisa dilakukan tenaga kesehatan seperti dokter atau perawat untuk mengenali penyebab virus tersebut hanya dengan melihat kondisi dan ciri-ciri penyakit pasien.“Makanya tenaga medis harus bisa jeli mendeteksi hal ini. Karena mendeteksinya bisa dilakukan dengan mengetahui suhu tubuh, dan ciri-ciri penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut,”jelasnya.

Nursyam mengatakan, virus itu memang tidak menyebabkan kematian, namun bisa menyebabkan kepala menjadi kecil, terutama bagi janin.“Terkait hal itu, Pan American Health Organization (PAHO) meminta setiap negara terus melakukan monitor, melaporkan dan mengumpulkan berbagai bukti yang menunjukkan kasus virus Zika. PAHO merekomendasikan kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan fasilitas kesehatan disetiap rumkit untuk menangani pasien,” terangnya.

Nurysam menambahkan berdasarkan pantauan PAHO, virus Zika sudah menyebar luas di wilayah Amerika Latin dan Karibia, dimana saat ini 18 negara sudah terjangkit virus Zika, termasuk Indonesia.“Virus ini memang berasal dari luar, untuk itu kita harapkan petugas kesehatan yang ada di bandara dan pelabuhan bisa melakukan pemasangan thermoscan, untuk mengetahui kondisi tubuh penumpang, khususnya yang berasal dari luar negeri,” ucapnya.

Masyarakat juga dapat melakukan pencegahan penyebaran virus itu dengan melakukan 3M dan pemberantasan sarang nyamuk, karena diketahui virus itu dapat disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty.“Gejalanya pun kurang lebih seperti DBD, hanya saja dampaknya menyerang ke syaraf tubuh. Untuk itu saya mengimbau masyarakat harus bisa ikut berpartisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk, sehingga bisa mencegah penyebaran virus ini,” pungkasnya. (ash)

 

Berita Terkait