Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan Bagi Kesehatan Rohani Dan Jasmani

Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan Bagi Kesehatan Rohani Dan Jasmani

  Selasa, 21 June 2016 10:05   1

Oleh : Eka Riani 

Keistimewaan bulan puasa ramadhan adalah bulan suci agung yang selalu dirindukan dan dinantikan kedatangannya oleh orang-orang beriman dan bertaqwa. dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu.” (HR. Bukhari, an-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Pengetahuan akan suatu hikmah ini menjadi hal penting karena seseorang akan lebih termotivasi dalam menjalankan amal ibadah tersebut serta semakin kuat keyakinannya akan hikmah suatu ibadah. Puasa merupakan ibadah istimewa yang karenanya Allah berfiman dalam hadits qudsi : ”Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Puasa Ramadhan banyak sekali mengandung hikmah. Secara umum, hikmah puasa ini bisa diklasifikasikan menjadi tiga bagian seperti di bawah :

Hikmah Rohani

Puasa mensucikan jiwa manusia Dengan menjalankan suatu ibadah puasa, manusia telah memilih untuk menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal untuknya. Sejak terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari, manusia menahan diri untuk tidak makan, minum, dan bersetubuh. Sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW ialah: …dia tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan dengan istrinya karena-Ku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala (HR Bukhari dan Muslim). Di sinilah hikmah puasa, melatih seseorang untuk menahan hawa nafsu syahwatnya yang merupakan bagian dari kotoran jiwa.

Puasa melatih kesabaran Inti dari kesabaran adalah menahan diri. Menahan diri dari dorongan untuk segera memiliki atau melakukan sesuatu yang negatif. Karena di saat melakukan ibadah puasa kita dituntut menahan diri untuk tidak memenuhi sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok manusia sehari-hari yaitu makan dan minum.  Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya; “Puasa bulan kesabaran dan tiga hari di setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada.” (HR. Thabrani, Baghawi, dan Bazzar)

Hikmah Medis

Berbagai penelitian diantara hikmah itu adalah apa yang ditulis Said Hawa dalam Al-Islam, antara lain: Puasa memberi kesempatan beristirahat bagi alat pencernaan setiap hari. Dengan peristirahatan yang teratur ini maka alat pencernaan menjadi lebih sehat. Dan sudah menjadi hal yang lazim bahwa puasa dipakai untuk mengobati beberapa pasien dan ketika akan melakukan operasi besar. Telah terbukti keabsahannya secara ilmiah bahwa memperbanyak makan bisa menimbulkan penyakit, seperti penyakit rematik, penyakit liver, tekanan darah tinggi, dan kencing manis. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa puasa akan bisa memberikan kesempatan istirahat bagi tubuh setiap tahunnya dalam waktu tertentu. Selain itu puasa di bulan ramadhan mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menrus, mendorong terjadinya pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru(peremajaan).

Hikmah sosial

Hikmah lainnya dari puasa adalah hikmah sosial. Dengan melakukan ibadah puasa seorang muslim dilatih oleh Allah SWT untuk merasakan lapar. Dengan merasakan lapar diharapkan orang yang kaya bisa membayangkan bahwa seperti inilah keadaan kaum dhuafa’; yang kelaparan, bahkan berhari-hari dan tidak mendapatkan kepastian berbuka dengan makanan yang bergizi.Dengan puasa kita di tuntut melatih kejujuran pribadi kita yang merupakan pelatihan bersama kepada seluruh komponen masyarakat untuk hidup jujur. Dengan kejujuran ini maka kehidupan sosial akan berjalan lebih harmonis, korupsi menurun, dan pemenuhan tanggungjawab semua elemen bangsa meningkat sehingga umat Islam mengalami kemajuan yang signifikan.

Demikian Hikmah puasa di bulan ramadhan bagi kesehatan rohani dan jasmani manusia semoga menjadi motivasi bagi kita dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan amin amin ya rabbal ‘alamin.

Jurusan    :     Syari’ah Al-ahwal Al-syakhsiyyah (Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah) Semester 2