Hidupi Tujuh Anak, Buruh Pelabuhan Jual Togel

Hidupi Tujuh Anak, Buruh Pelabuhan Jual Togel

  Selasa, 12 April 2016 10:11
JUDI TOGEL: Polisi menangkap lima pelaku judi togel. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang dan rekapan togel. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Beban berat dialami oleh Is (42), satu diantara lima tersangka perjudian yang diamankan Polresta Pontianak. Kelimanya berbaris menghadap tembok, membelakangi barang bukti yang dihampar di meja. 

***

DARI kelimanya, warga Jalan Khatulistiwa, Pontianak ini lebih aktif ketika berbicara dengan awak media. Is mengaku, tidak ada pilihan lain ketika kebutuhan hidup mendesak. Apalagi, dirinya memiliki tujuh anak yang harus ditanggung biaya hidupnya. 

“Saya punya anak tujuh, terpaksa saya gini (judi togel),” kata Is di Mapolresta Pontianak, Senin (11/4). 

Menjual kupon putih atau togel diaku Is untuk penghasilan tambahan, saat tidak ada kapal barang bersandar di Pelabuhan Dwikora, Pontianak. Upah memikul kebutuhan bahan pokok dari dari kapal keluar, bukan perkara mahal atau murah. Dalam sebulan, paling banyak tiga kali kapal yang datang. 

“Sebulan kadang cuma kerja angkut barang tiga kali, selebihnya menganggur. Anak ada tujuh, saya terpaksa jual togel,” ungkap Is. 

Beda halnya dengan MK (42), dalam pengakuannya, pekerjaan yang dilakoninya ini sudah setahun lamanya. Wilayah operasinya, di Terminal Batu Layang. Dari hasil menjual kupon togel ini, penghasilan MK dalam sehari bisa mencapai Rp1 juta. 

Diakui warga Alamat Jl. Khatulistiwa ini, setiap setoran orang yang memasang angka, disetorkan ke rekannya yang lain. Dia mengungkapkan, bosnya ada di Singapura. “Hasilnya kadang untuk beli minum, dan untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya. 

Dari kelima tersangka yang diamankan Polresta Pontianak, semula berawal pengembangan dari tertangkap tangan MK di Jalan Budi Utomo, Pontianak, Kamis (7/4). 

“Saat diamankan, MK tengah melakukan perekapan pasangan togel dari para pemasangnya,” kata Wakasat Reskrim Polresta Pontianak  AKP Kemas Abdul Aziz. 

Dari hasil pengembangan dari tersangkat MK, kemudian tersangka bertambah menjadi empat orang, yaitu SY (33), IS (42), KF (35), dan AS (35). 

“Dari hasil penangkapan didapatkan barang bukti berupa 29 lembar rekapan togel, lima unit handphone yang berisikan SMS pelanggan dan uang tunai Rp2.084.000,” sebut Abdul Aziz.

Kelima tersangka kini diamankan di Polresta Pontianak, guna preses penyelidikan lebih lanjut. “ Tersangka dijerat pasa 303 KUHP ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sementara yang memasang, saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk pengembangan lebih lanjut,” tukasnya. (gus) 

Berita Terkait