Hidup Hanya Untuk Beribadah Kepada Allah

Hidup Hanya Untuk Beribadah Kepada Allah

Jumat, 26 February 2016 09:03   2,029

Uti Konsen.U.M.

          Visi dan misi hidup kita di dunia yang sangat singkat ini hanya untuk beribadah kepada Allah semata. Hal ini ditegaskan Allah “ Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku “ ( Az-Zariyat (51 ) :56 ). Masalah rezeki sudah di jamin Allah. “ Dan tidak satu pun makhluk bergerak ( bernyawa ) di bumi melainkan rezeki semuanya dijamin Allah. Dia mengetahui tempat penyimpanannya.

Semua ( tertulis ) dalam kitab yang nyata ( Lauh Mahfudz ) “ ( Hud (11 ) : 6 ). Dalam hadis yang diriwayatkan Abi Umamah dikatakan, Rasulullah bersabda “ Jibril berbisik di telingaku bahwa jiwa itu tidak akan mati sampai sempurna rezekinya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan berbaik sangkalah dalam meminta. Sesungguhnya tidak akan mendapatkan apa yang ada di disi Allah, kecuali dengan ketaatan kepada-Nya. Sesungguhnya Allah menjadikan kegembiraan dan ketenangan berada dalam keridhaan dan keyakinan, dan menjadikan kesedihan dan keresahan berada dalam keraguan dan murka.”
Dengan demikian maka  kewajiban kita hanya berusaha menjemput rezeki kita itu  saja, antara lain ditegaskan Allah dalam surah 62 ( Al-Jumu’ah ayat 10 “ Apabila salat telah dilaksanakan , maka bertebaranlah kamu di bumi .Carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
Jadi sesibuk apapun kita dalam berusaha menjemput karunia Allah itu, kita harus tetap zikir, ingat kepada-Nya. Allah Azza Wajalla berfirman dalam hadis qudsi “ Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan.” ( HR.Attirmidzi dan Ibnu Majah ). Dari Malik bin Harits,  bahwa Allah berfirman “ Barangsiapa yang zikir kepada-Ku menyibukkannya dari meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, melebihi apa yang Aku berikan kepada orang- orang yan meminta “ ( Az-Zuhud - Imam Ahmad ). Prof.Dr.Aidh Abdullah Al Qarni dalam bukunya “ Al Quran Berjalan “ antara lain menulis “ Salah satu rahasia kemenangan dan kesuksesan  Rasulullah salallahu’alaihiwassalam, karena beliau menjadikan ibadah dan ketaatan kepada Allah sebagai bekal perjuangan . Allah memerintahkan beliau untuk menjadi ahli ibadah agar beliau mampu memikul beban dan tugas risalah-Nya yang Maha berat itu “ ( Al Muzammil ).  Ketika Rasulullah menawarkan sesuatu kepada pelayannya yang bernama Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslami, maka  Rabi’ah menjawab “ Aku hanya meminta agar aku bisa menjadi teman dekatmu di surga ! “.  Rasulullah menjawab “ Kalau begitu maka bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu itu dengan banyak melakukan sujud ( salat nafilah ) ! “. (HR.Muslim ). Dalam salah satu hadis Rasulullah bersabda “ Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya  maka Allah akan membuat baik semua urusannya, menjadikannya kaya hati, dan dunia akan datang kepadanya dengan mudah. Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali sebatas yang ditentukan “ ( HR.Ibnu Majah )
Khalid A Mu’thi Khalif berkata “ Semua sisi kehidupan orang-orang saleh selalu dipenuhi dengan ketaatan dan pendekataan diri kepada Allah subhanawata’ala “. Dalam hadis riwayat Ahmad , Abu Daud, Ibnu Jarir dari Hudzaifah dikatakan “ Bila Rasulullah menghadapi suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan salat. Misalnya saat terjadi angina rebut, Nabi langsung masuk ke masjid dan salat.” Imam Nafi’ bertutur “ Yang dikerjakan Ibnu Umar dalam rumahnya selalu salat  dan membaca al Quran “. Fatimah, isteri khalifah Umar bin Abdul Aziz menerangkan “ Saya tidak pernah melihat orang yang mengungguli Umar dalam hal banyaknya salat dan puasa serta ketakutannya kepada Allah “. Kebiasaan Umar bin Abdul Aziz, sebagai kepala negara , Usai salat Isya masuk ke mihrab di rumahnya untuk beribadah malam. Ibnu Taymiah bertutur “ Sesungguhnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada –Nya dan memberikan rezeki kepada manusia supaya dipergunakan untuk beribadah kepada-Nya.Mempergunakan rezeki untuk ibadah, yaitu untuk biaya hidup, ongkos penyelenggaraan ibadah dan memberikan sebagiannya kepada orang lain.”  Nuruddin Mahmud Zanki, seorang mujahid di Eropa. Dalam segala urusan pemerintahannya, ia lebih banyak memohon pertolongan kepada Allah antara lain dengan melakukan Tahajjud, sehingga pemerintahannya terberkati oleh taqarrubnya.
Wallahu’alam.

 

Uti Konsen