Help Desk Amnesti Pajak Hadir di Pasar Flamboyan

Help Desk Amnesti Pajak Hadir di Pasar Flamboyan

  Selasa, 15 November 2016 09:30
SASAR UMKM: KPP Pratama Pontianak, bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pontianak dan sejumlah unsur lainnya usai meresmikan help desk di Pasar Flamboyan, Senin (14/11) kemarin.

Berita Terkait

Mudahkan Kepesertaan Pelaku UMKM

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak semakin gencar melakukan sosialisasi amnesti pajak untuk meningkatkan kepesertaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Senin (14/11) kemarin, KPP Pratama Pontianak bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pontianak meresmikan help desk amnesti pajak di Pasar Flamboyan.

Pahlevi, Pontianak

KEPALA KPP Pratama Pontianak, Nurbaeti Munawaroh mengatakan dibukanya help desk di Pasar Flamboyan ini adalah sebagai upaya untuk terus meningkatkan kepesertaan UMKM dalam program pengampunan pajak yang akan berakhir Maret 2017 mendatang. Help desk milik KPP Pratama Pontianak ini akan beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 07:00 pagi sampai dengan pukul 12:00 siang.

"Masyarakat umum serta pegadang bisa mendapatkan berbagai informasi disini. Tidak hanya pedagang tapi masyarakat umum," kata Nurbaeti.

Nurbaeti menuturkan, tujuan utama pihaknya membuka help deks di Pasar Flamboyan ini adalah sebagai salah satu cara KPP Pratama Pontianak memberi edukasi dan mendekatkan diri kepada pelaku UMKM.

Berdasarkan peraturan pemerintah No 46 tahun 2013, ditegaskan Nurbaeti, pajak itu bersifat mutlak dan pajak penghasilan bersifat final. "Untuk pelaku UMKM ketemtuan pajaknya hanya 1% perbulan, terlebih lagi pada saat amnesti pajak ini hanya 0,5%. Sangat kecil sekali dan saya rasa tidak memberatkan pelaku UMKM," ujarnya.

Dicontohkannya, misal pelaku UMKM mendapatkan penghasilan sehari sebesar Rp.300.000 maka tinggal disisihkan saja Rp.3000 untuk pajak. "Sebulan misal terakumulasi sebesar Rp.100.000, setorkan saja ke bank persepsi pajak. Nanti melalui help desk ini kita akan bantu membuatkan Surat Setoran Pajak (SSP) lalu pelaku UMKM akan mendapat bukti penerimaan negara dari bank," jelasnya lagi.

Memasuki paruh periode kedua amnesti pajak, KPP Pratama Pontianak sudah mengantongi 2,05 T atau 63,7% dari target sebesar 3,152 T. "Untuk periode kedua, per akhir pekan lalu kita sudah menerima 11,5 M resapan amnesti," sebut Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak.

Pada periode pertama lalu, KPP Pratama Pontianak meraup dana amnesti hingga 307 M, jika diakumulasikan pada saat ini, setidaknya sudah 381,2 M dana yang tersedot melalui amnesti pajak. "Amnesti pajak hanya sampai Maret 2017, makanya manfaatkan. Nanti pelaku UMKM hanya tinggal fokus dengan dagangannya serta pajaknya secara normal mulai Januari 2017," imbuh Nurbaeti, Senin (14/5) lalu.

Di tempat sama, Kepala Disperindag Kota Pontianak, Haryadi S Tribowo mengatakan, kerjasama bersama KPP Pratama Pontianak dalam program amnesti pajak ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh pihak. Dia ingin, kota Pontianak menjadi contoh otentik pelaksanaan program pemerintah. "Amnesti pajak adalah salah satu program pemerintah. Kita buktikan hari ini, di Pasar Flamboyan kita hadirkan help desk sebagai pemberi informasi kepada pelaku UMKM," ucapnya.

Dinilai Haryadi, selama ini pelaku UMKM di kota Pontianak bukan tidak mampu untuk membayar pajak, hanya saja sambung dia, mereka tidak memiliki waktu untuk mencari informasi mengenai pajak. "Kita ingin pelaku UMKM sadak akan hak dan kewajibannya. Jangan takut ikut pajak, ini mengajak kita jujur dan terbuka kepada negara," imbuhnya.

Tak hanya itu, ditegaskan Haryadi, pajak ini sangat berpengaruh kepada pelaku UMKM yang ingin berkembang dari mikro ke kecil dan menengah. "Dalam memperpanjang izin atau mengembangkan usaha, pelaku UMKM harus sudah memenuhi kewajiban pajaknya," tegas Haryadi.

Dengan membayar pajak, berarti pelaku UMKM turut serta dalam pembangunan kota Pontianak. "Dana pajak itu kan akan dikembalikan ke daerah lagi, untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah sakit dan lainnya," papar Haryadi.

Haryadi menambahkan, ke depan pihaknya akan terus bersinergi bersama KPP Pratama Pontianak dalam memberikan informasi perpajakan, tidak hanya untuk pelaku UMKM di pasar Flamboyan yang mencapai 1.300 pedagang. "Kedepan akan ada sembilan pasar tradisional lain di Kota Pontianak yang juga akan kami berikan fasilitas help desk ini. Intinya kita harus ciptakan UMKM yang taat pajak menuju masyarakat yang makmur, sejahtera dan adil," tutupnya, Senin (14/11) kemarin saat diwawancarai Pontianak Post. (Pah)

 

Berita Terkait