Hebat, Dua Puskesmas Lampaui Kota Pontianak

Hebat, Dua Puskesmas Lampaui Kota Pontianak

  Senin, 29 Agustus 2016 09:49
PENILAIAN: Tim Surveior Akreditasi Puskesmas se-Kalbar saat melakukan penialian di Puskesmas Hulu Gurung, beberapa waktu lalu. Puskesmas Hulu Gurung merupakan satu dari dua puskesmas di kabupaten ini, yang disurvei mereka. MUSTA’AN/PONTIANAK POST///

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Ketua Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Nyoman Kandun, telah mengeluarkan hasil survei akreditasi terhadap enam puskesmas di Kalbar. Enam puskesmas tersebut terdiri dari empat unit di Kota Pontianak dan dua unit di Kapuas Hulu. Hasilnya, sungguh mengagumkan. Kota Pontianak hanya terakreditasi tingkat dasar, sedangkan Kapuas Hulu meraih akreditasi yang lebih tinggi, utama dan madya.

 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Harisson Azroi, mengungkapkan bahwa surat hasil penilaian akreditasi tersebut diterimanya seminggu lalu, setelah komisi menurunkan enam orang surveior. Sementara, dia juga menjelaskan bahwa penilaian telah dilakukan sepanjang 22 – 25 Juni di Puskemas Putussibau Utara dan Puskesmas Hulu Gurung. “Hasil penilaian akreditasinya sangat mengembirakan,” ungkapnya, Minggu (28/8) kemarin di Putussibau.

Disebutkan dia jika Puskesmas Putussibau Utara terakreditasi tingkat utama dan Puskesmas Hulu Gurung terakreditasi tingkat madya. Dijelaskan dia bahwa penilaian akreditasi terdiri dari lima tingkat, yakni tingkat perdana, tingkat dasar, tingkat madya, tingkat utama, dan tingkat paripurna. “Jadi Kapuas Hulu ini dapat tingkat akreditasi terbaik,” ucapnya.

Dikatakannya, akreditasi sendiri merupakan amanat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN, dan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, disebutkan dia, merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar.

Lebih jauh Harisson menjelaskan, puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Mereka, menurutnya, mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas, disebutkan dia, adalah tercapainya kecamatan sehat menuju Indonesia sehat.

Dikatakan dia, kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan. Yakni, disebutkan dia, masyarakat hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. “Itu yang ingin dicapai pemerintah,” ucapnya.

Agar puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal, terang Harisson lagi, perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan yang dimaksud dia, baik terhadap kinerja pelayanan, proses pelayanan, maupun sumber daya yang digunakan. “Masyarakat menghendaki pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, serta dapat menjawab kebutuhan mereka.Untuk itu upaya peningkatan mutu sangat peting,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kapuas Hulu ini.

Demikian dengan manajemen risiko dan keselamatan pasien, menurut dia, perlu diterapkan dalam pengelolaan puskesmas, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat, melalui upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta. Dijelaskan dia, akreditasi sendiri adalah pengakuan publik melalui lembaga akreditasi pelayanan kesehatan nasional, pada suatu organisasi pelayanan kesehatan.

Tentu, diharapkan dia, atas pencapaian standar akreditasi yang diwujudkan melalui penilaian eksternal secara independen terhadap tingkat kinerja terkait dengan standar tersebut. Tujuan utama akreditasi, menurut dia, adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, mutu, dan penyelenggara pelayanan, program dan penerapan manajemen risiko.

“Pendekatan yang dipakai dalam akreditasi puskesmas adalah keselamatan, hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas,” beber Harisson. Prinsip ini, kata dia, ditegakkan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan. Prinsip dan dasar yang ditetapkan dalam sistem kesehatan nasional 2009, menurut dia, yang menggaris bawahi soal hak asasi manusia dan responsif gender.

Harisson mengatakan, standar akreditasi puskesmas untuk menjamin semua pasien mendapatkan pelayanan dan informasi yang sebaik-baiknya. Hal tersebut, menurut dia, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien, tanpa memandang golongan sosial, ekonomi, pendidikan, jenis kelamin, ras dan suku. “Standar akreditasi puskesmas-puskesmas tersebut disusun dalam 9 BAB, dengan 776 elemen penilaian (EP),” papar dia.

Untuk tahun 2016, disebutkan dia bahwa Dinkes Kapuas Hulu menargetkan tujuh puskesmas dilakukan penilaian akreditasi. Diungkapkan dia, sepanjang 4 – 8 September mendatang tim surveior akan turun menilai Puskesmas Putussibau Selatan dan Puskesmas Bunut Hilir. “Tahun 2017 Dinkes Kapuas Hulu menargetkan 10 puskesmas akan dilakukan penilaian akreditasi. Selanjutnya enam puskemas pada tahun 2018,” terang Harisson.

Sehingga, harapan dia, pada 2019, seluruh puskesmas atau 23 puskemas di Kapuas Hulu telah dilakukan penilaian akreditasi, dengan target penilaian minimal tingkat madya.  Hal ini harus dilakukan mereka, mengingat pada 2019 dan 2020 Dinkes harus kembali menyiapkan reakreditasi puskesmas yang sebelumnya telah terakreditasi. “Akreditasi ini memang dilakukan penilaian ulang setiap tiga tahun sekali,” katanya.

Harisson juga berpesan pada kedua puskesmas yang telah terakreditasi utama dan madya agar tidak berpuas diri. “Terus lakukan peningkatan dan perbaikan pelayanan pada pasien dan pengguna jasa puskesmas, dengan melibatkan masyarakat dalam peningkatan mutu,” pesan dia.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada Kepala Puskesmas Putussibau Utara dan Hulu Gurung beserta staf-stafnya. Menurutnya,  Puskesmas Putussibau Utara dan Puskesmas Hulu Gurung  telah menunjukkan komitmen yang tinggi, serta kerja keras untuk perbaikan mutu pelayanan di puskemas.

Ucapan terima kasih juga dia sampaikan kepada masyarakat, para camat, para danramil, para kapolsek, serta seluruh kader kesehatan dan lainnya, yang telah banyak mendukung kinerja puskesmas. “Ini berkat dukungan dari semua pihak,” ucapnya.(aan)

Berita Terkait