Hasil Penjualan Buku untuk Sosial

Hasil Penjualan Buku untuk Sosial

  Rabu, 10 Agustus 2016 11:24
SERAHKAN BUKU: Priska Devina Denelle menyerahkan Buku Diantara Garis Api kepada CEO Pontianak Post Group Untung Sukarti.

Berita Terkait

YAYASAN Pemadam Kebakaran Panca Bhakti meluncurkan buku Diantara Garis Api. Menggandeng Priska Devina Denelle sebagai penulis, yayasan pemadam kebakaran ini menerbitkan buku sejarah berdirinya organisasi sosial ini sejak 40 tahun lalu. Hasil penjualannya digunakan untuk menyokong kegiatan Damkar Panca Bhakti Pontianak.

 
Priska menceritakan sedikit buku yang dibuatnya untuk Damkar Panca Bhakti saat bertandang ke Pontianak Post beerapa waktu lalu. Dijelaskannya, buku ini dibagi menjadi empat bagian. "Setiap bagian memiliki cerita yang berbeda. Dari setiap bagian memiliki hal menarik yang berbeda pula," terangnya.

Pada bagian satu, buku Diantara Garis Api menceritakan awal mula berdirinya Yayasan Damkar Panca Bhakti yang digagas oleh beberapa orang dari berbagai profesi. "Ada 17 orang pendiri saat itu (tahun 1976), mereka semua bukanlah orang-orang kaya tapi mereka punya semangat besar untuk membentuk yayasan ini,” katanya.

"Mereka ada yang seorang pedagang tahu, penjual  bakpao bahkan ada yang sebagai pengecer minyak," lanjutnya menjelaskan.

Masa bertahan Yayasan Panca Bhakti diceritakan pada bagian kedua. Pada masa ini, Yayasan Damkar Panca Bhakti hampir tutup lantaran terhalang biaya operasional. Sejak berdirinya, biaya operasi Yayasan Damkar Panca Bhakti hanya diperoleh dari pendiri yang menyisihkan sebagian pendapatan mereka. "Dari penelusuran saya, dulu ada pendiri yang rela membagi rezekinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan istri. Karena perekonomian keluarganya juga tidak dapat dikatakan berkecukupan," ucap Priska.

Selang beberapa tahun kemudian, Damkar Panca Bhakti mulai menemukan titik terang. Periode ketiga ini pengusaha mulai bergabung ke yayasan dan menyuntikan dana segar untuk biaya operasional. "Periode ini Yayasan Damkar Panca Bhakti mulai memiliki mobil, mesin pompa air dan peralatan lainnya bantuan dari pengusaha sukses yang baru bergabung dengannya. Ya istilahnya Damkar Panca Bhakti sudah sedikit bernafas lega," tuturnya.

Masa keemasan Damkar Panca Bhakti mulai timbul setelah disokong beberapa pihak. Selain itu, regenerasi muda kepengurusan Damkar Panca Bhakti menciptakan ide-ide brilian bermunculan dari mereka. "Ini yang membanggakan buat Damkar Panca Bhakti. Anggota muda mereka berani mengutarakan ide kreatifnya. Bukti nyata, perubahan positif terus tercipta. Damkar Panca Bhakti saat ini sudah dikenal masyarakat," pungkasnya.

Priska mengatakan, dengan membaca buku ini pembaca dapat mengetahui dan terinspirasi dari perjalanan para pendiri Yayasan Damkar Panca Bhakti yang rela mengorbankan waktu, tenaga bahkan uang mereka demi tetap menjalankan kegiatan sosial.

"Ini sangat luar biasa. Kita yang seandainya dibayar untuk melakukan hal seperti ini mungkin masih belum tentu mau. Tapi mereka bisa melakukan itu tanpa pamrih. Semangat mereka yang patut kita contoh," imbuhnya.

Tio Cia Yong selaku Ketua Umum Yayasan Damkar Panca Bhakti menambahkan, tujuan utama membuat buku ini agar anggota yayasan dapat mengenang jasa para senior mereka sebagai pendiri dan belajar banyak dari sejarah ini.

Saat ini buku Diantara Garis Api belum dijual bebas. Seluruh hasil penjualan dari buku ini kelak seutuhnya dipergunakan Damkar Panca Bhakti untuk menjalankan kegiatan sosial. "Saat ini pemesanan buku hanya kami terima melalui Facebook bernama Pemadam Kebakaran Panca Bhakti atau bisa menghubungi A Ciau selaku Project Officer buku di nomor 081345006800," jelasnya.

Harga yang ditentukan pihak Damkar Panca Bhakti tidaklah mahal. Buku berjudul Diantara Garis Api hanya dibandrolnya Rp68 ribu dan Rp200 ribu untuk buku dengan full colour. "Kami rasa ini harga yang cukup terjangkau. Selain mengandung banyak cerita inspiratif dengan membeli buku ini berari pembeli juga turut serta mendukung kegiatan sosial kami," paparnya.

Yayasan Damkar Panca Bhakti berharap kehadiran buku ini mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat. Selain itu, juga dapat memetik inspiratif setelah membaca buku ini. (pah)

Berita Terkait