Harus Segera Dibatasi

Harus Segera Dibatasi

  Minggu, 24 April 2016 10:17
Penggunaan winglet pada motor rider motoGP

Berita Terkait

Perang winglet akan semakin sengit sejak GP Jerez akhir pekan ini. Kini semua motor pabrikan memasang sirip penolak wheelie tersebut. Mulai muncul seruan agar penggunaannya mulai dibatasi. Karena jika tidak, MotoGP akan menjadi Formula 1 beroda dua dan tujuan awal pengeprasan biaya balap agar semakin terjangkau tak tercapai.

''Dorna harus membuat batasan karena jika tidak, suatu hari nanti satu tim akan datang seperti F1 dan ini berbahaya,'' desak rider Suzuki Ecstar Aleix Espargaro seperti dilansir Crash. Yang dimaksudkan dengan seperti F1 adalah satu tim punya windtunnel sendiri untuk menjajal paket aerodinamika motornya. 

Menurutnya, yang perlu dibatasi adalah ukuran dan dimensi winglet agar tidak membahayakan pembalap lain di saat race atau ketika insiden kecelakaan terjadi. Winglet milik Suzuki sangat kecil. Sedangkah versi Yamaha terlalu besar. Begitu juga yang terbaru dari Honda tunggangan Marc Marquez. ''Aku rasa winglet kami tidak berbahaya,'' terangnya.

Espargaro merasakan perubahan cukup besar dengan winglet barunya. Naik dari posisi enam ke tiga pada lap terakhirnya di sesi latihan sore Jumat. Waktu terbaiknya 1 menit 40,093 detik dan hanya berselisih setengah detik di belakang pembalap tecepat Jorge Lorenzo. 

Bintang Movistar Yamaha Valentino Rossi juga memutuskan untuk terus menggunakan winglet setelah merasakan kemanjurannya di sesi latihan kedua dan berlanjut ke free practice ketiga kemarin. Dia membabat Marquez di sesi latihan pagi kemarin dengan selisih tipi 0,02 detik sebagai pembalap tercepat.

''Aku sendiri memutuskan untuk terus menggunakan winglet. Itu adalah bantuan kecil yang dibutuhkan,'' akunya. Keputusan the Doctor tersebut bertolak belakang dengan sikap awalnya dulu yang menolak winglet. Dia menyebut motor dengan winglet terlihat jelek.

Rossi pada 2004 silam pernah mengatakan bahwa wheelie (terangkatnya ban depan ketika power mesin membesar atau saat pembalap membuka gas) adalah “musuh besar”. Wheelie bisa membuat rider kehilangan keseimbangan pada roda depannya sehingga dia tidak bisa menggeber secara maksimal motornya saat keluar tikungan. Winglet solusinya.

Seperti di tikungan 1-2 Indianapolis sangat mungkin melihat sistem anti wheelie pada motor tim-tim besar bekerja dengan mengepras power mesin. Rider masih harus tetap menjaga gasnya hingga tidak sampai melebihi 160 kilometer perjam. Dengan winglet motor dari punya downforce lebih baik untuk menjaga ban agar tetap menapak di pemukaan aspal.

Seberapa besar dampaknya? Sayap pesawat memberikan petunjuk. Dalam kecepatan rata-rata 225-321 kilometer perjam downforce yang dihasilkan 11-70 kilo di setiap meter persegi. Bentuk sayap yang efisien adalah mirip penggaris dengan pagar pada ujungnya. Udara yang lewat akan dibuang melalui ujung sayang. 

Sekarang pada motor MotoGP. Honda punya sepasang sayap dengan dimensi kira-kira 25 sentimeter persegi. Itu bisa menahan beban sekitar 1 kilogram. Jika Ducati punya dua pasang dengan dimensi tujuh kali lipatnya diperkirakan menghasilkan 6 kilogram downforce pada kecepaktan 225 kilometer perja, 1,4 kilogram pada kecepatan 96 kilometer perjam dan 20 kilogram pada kecepatan 349 kilometer perjam. Itu adalah top speed Ducati di atas trek. Luar biasa. (cak)

Berita Terkait