Harus Rela Capek Modif Mobil Sendiri

Harus Rela Capek Modif Mobil Sendiri

  Sabtu, 26 March 2016 12:10
MODIFIKASI SENDIRI: Uray Muhammad Ali Syaifuddinsyah, mengubah mobil VW Kombi miliknya menjadi warung kopi. MIFTAHUL KHAIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Usaha food truck mulai dijajal pengusaha muda di Pontianak. Setidaknya sudah ada tiga model usaha yang bertemakan food truck. Truck/mobil menjadi modal utama bagi mereka.

Truck/mobil itu nantinya akan digunakan dalam proses pemesanan sekaligus memasak dan meramu minuman untuk konsumen. Setiap food truck memiliki tema sendiri bagi mobilnya, juga dalam pemilihan mobil tersebut. Ada yang memilih menggunakan Truk, mini bus dan mobil pick up yang dimodifikasi. Juga ada yang menggunakan mobil antik VW Kombi.

Uray Muhammad Ali Syaifuddinsyah (24) pemilik “VW Coffee” sesuai nama usaha namanya memilih menggunakan mobil VW Kombi yang dimodifikasi sekian rupa agar bisa dijadikan dapur berjalan. Ia menggunakan mobil yang dia bilang mobil rongsok agar modal awalnya lebih murah.

Modal kotor yang dikeluarkannya kira – kira mencapai Rp 45 juta untuk memodifikasi mobil sendiri. Mulai dari menghidupkan lagi mesin mobil, pengecatan awal hingga membentuk interior sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Semua modal itu tadi juga bisa lebih diminimalkan jika mobil yang dibeli lebih tua lagi. Menurut dia, semakin tua mobil tersebut, modal yang dikeluarkan untuk membeli mobil akan semakin kecil. “Tapi juga semakin membutuhkan tenaga untuk membangunkan mobil itu lagi,” ungkapnya pria lulusan Politeknik Negeri Pontianak ini.

Sambil bekerja di sebuah perusahaan swasta, ia pun menabung untuk memodifikasi mobil yang telah dibeli. Dari proses pembongkaran mesin dan interior diakuinya membutuhkan waktu sekitar enam bulan sebelum dia bisa membuka usaha food truck miliknya.

Interior dalam mobil dapat berupa, kitchen set, kursi, meja, wastafel, dan lain-lain sesuai tema dari pengusaha tersebut. Mobil yang digunakan “VW Coffee” berisikan kitchen set untuk memasak kopi yang menjadi temanya.

Tempat pengecatan dan bengkel mobil tua sudah ada banyak di Pontianak. Tinggal bagaimana seorang pengusaha dapat meminimalisir pengeluarannya. “Juga harus hati-hati, jangan sampai ditipu. Orang bengkel kadang meremehkan kita yang baru dalam dunia ini,” ujarnya terkekeh.

Modal yang lebih kecil dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar. Dan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memodifikasi mobil itu sendiri. Sambil menunggu proses modifikasi, ia menyarankan untuk mencari lahan yang akan dipakai. “Agar begitu mobil jadi, bisa langsung buka,” ucapnya. (mif)

Berita Terkait