Haru Bisa Nikah Gratis

Haru Bisa Nikah Gratis

  Senin, 26 Oktober 2015 09:34
SHANDO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kali kelima dilangsungkan, Festival Arakan Pengantin selalu menarik perhatian. Tahun ini untuk pertama arakan pengantin dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Pengunjung car free day tak kuasa menahan mata untuk mengamati setiap rombongan festival yang melintas. Apalagi ada yang beda dari tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Pontianak beserta istri, Wakil Wali Kota beserta istri, Sekda beserta istri, dan pejabat Pemkot Pontianak lainnya berjalan dari Museum Kalbar menuju Masjid Raya Mujahidin usai melepas peserta Festival Arakan Pengantin. Di belakang rombongan ini ada 16 laki-laki dan 16 perempuan berjalan berdampingan. Mereka inilah yang menarik perhatian pengunjung Car Free Day, Jalan Ahmad Yani, Minggu (25/10) pagi.

Mereka adalah pasangan yang dinikahkan bersama di Masjid Mujahidin. Sebanyak 16 orang ini berasal dari enam kecamatan di Pontianak. Dari Pontianak  Barat tiga pasang, Pontinaak Kota satu pasang, Pontianak Selatan dua pasang, Pontianak Tenggara tiga pasang, Pontianak Timur tiga pasang, dan Pontianak Utara empat pasang. Selain menikah gratis, mereka mendapat mas kawin berupa cincin emas 3 gram, biaya sewa pakaian, serta voucher menginap di hotel.

Aktivitas olahraga di Car Free Day terhenti sejenak ketika rombongan Festival Arakan Pengantin melintas. Di Halaman Masjid Mujahidin orang tidak sabar menunggu, ingin melihat langsung bagaimana rupa para pengantin yang akan nikah massal.

Sesampai di Mujahidin, 16 pasang mempelai itu langsung naik ke lantai dua masjid. Ijabkabul segera dimulai. Penghulu dari KUA masing-masing kecamatan sudah siap di depan mempelai. Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, Kepala BI Kalbar, kepala SKPD membagi diri pada enam kelompok. Para pejabat ini menjadi saksi nikah. Keluarga dari para pengantin tidak mau kehilangan momentum, bergantian mereka mengambil gambar dengan kamera handpone.

Di kelompok pengantin Pontianak Barat, pasangan Erwin Saparia dan Mustika Wardana yang pertama dinikahkan. Wali Kota Sutarmidji saksinya. Satu kali ijabkabul, kedua pasangan ini sah menjadi suami istri. Erwin yang semula tegang, setelah ijabkabul senyumnya mengembang. “Senang sudah menikah,” lirihnya.

Erwin Saparia salah satu pengantin yang beruntung dapat menikah massal, kemarin. Dia merasa terbantu dengan adanya program ini dari Pemkot Pontianak. Betapa tidak, Erwin dan Mustika sudah pernah merencanakan menikah tahun lalu, akan tetapi tertunda karena keterbatasan ekonomi. “Mau nikah tidak ada uang. Sekarang gratis, dapat cincin kawin lagi,” tuturnya.

Sehari-hari Erwin bekerja bengkel di Kawasan Kapuas Besar. Dia berterima kasih kepada Pemkot Pontianak yang telah membiayainya menikah dengan pujaan hati. “Yang jelas sekarang kami bahagian,” ucap laki-laki yang tinggal di Gang Durian, Jalan Kom Yos Sudarso itu.

Pasangan lainnya yang juga merasa terbantu dengan adanya nikah massal ini adalah Agus Lesmana dan Resta Rianti dari Pontianak Kota. Agus tahu informasi menikah gratis ini dari tetangga. Dia kemudian mengonfirmasinya ke kelurahan. “Alhamdulillah kami dapat bantuan dari Pemkot berupa uang tunai Rp500 ribu untuk rias dan sewa pakaian pengantin, emas kawin berupa cincin emas seberat 3 gram serta voucher menginap di hotel untuk satu malam,” dia bersyukur.

Usai sah menjadi pasangan suami istri, 16 pasang pengantin ini mendapat wejangan dari Wali Kota Sutarmidji. Sutarmidji mengingatkan agar pasangan pengantin ini berumah tangga sesuai syariat, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad. “Sejak ijabkabul dinyatakan saksi sah, tanggung jawab beralih dari wali ke suami. Suami lebih berhak kepada istrinya dari pada orang tua. Tetapi bukan berarti tidak menghormati orang tua.”

Sutarmidji merasa puas terhadap Festival Arakan Pengantin tahun ini yang disandingkan dengan nikah massal. Tahun depan dia berencana menyelenggarakannya lagi. Bahkan pemkot ingin lebih banyak yang menikah. “Tahun ini akan diperluas. Pengantinnya bisa sampai 100 pasang,” tuturnya.(*)

Berita Terkait