Harisson Pastikan Tarif Sudah Sesuai Perda

Harisson Pastikan Tarif Sudah Sesuai Perda

  Jumat, 12 Agustus 2016 09:34
PUSKESMAS: Kegiatan di ruang gigi, sebuah puskesmas. Banyak dikeluhkan karena tarif yang tak transparan dan dinilai memberatkan. ISTIMEWA

Berita Terkait

 
Kurang baiknya pelayanan petugas kesehatan di daerah kecamatan kembali dikeluhkan. Kali ini, warga Lanjak Deras, Kecamatan Batang Lupar mengeluhkan pelayanan Puskesmas di wilayahnya. Setiap pasien dibebani biaya ketika akan dirujuk ke Putussibau.

Mustaan, Batang Lupar

TIDAK hanya pasien umum. Pemegang kartu BPJS kesehatan juga dipungut bayarannya. Tidak hanya masalah biaya rujukan, warga desa Lanjak Desa dan Desa Sempadan juga mengeluhkan setiap berobat ke Puskesmas, pasien selalu dirujuk dengan alasan peralatan medis di Puskesmas itu tidak memadai.

"Keluarga pasien ngeluh, setiap warga kami akan dirujuk ke Putussibau, kami harus membayar minyak ambulance, supir dan perawat," kata Erdi warga Desa Lanjak Deras, Kamis (11/8). Lebih lanjut Erdi menjelaskan, setiap warga yang akan dirujuk ke Putussibau ditarik biaya mulai dari biaya supir Rp 300 ribu, bensin Rp 800 ribu dan perawat dua orang Rp 600 ribu. 

Dia mengatakan, masyarakat beranggapan percuma berobat di Puskesmas Lanjak, mereka dianggap tidak mampu mengobati pasien, alasannya peralatan di Puskesmas kurang, sehingga pasien dirujuk ke kota Putussibau.

Menurut Erdi, masyarakat setempat sangat keberatan karena pendapatan warga di Lanjak Deras tak menentu. Sebagian besar masyarakat Lanjak bekerja sebagai nelayan.  Selain masalah biaya, masyarakat juga mengeluhkan pelayanan dokter yang ada.

“Dokter yang bertugas Lanjak ini sangat sulit melayani masyarakat. Apalagi kalau diminta kerumah dan kalau dia sudah tidur,” terang dia lagi.

Bahkan, sambung dia lagi,ada salah seorang warga Lanjak meninggal karena lambat ditangani dokter. Pernyataan Erdi ini dibenarkan M. Arsyad  Tokoh Agama Desa Lanjak Deras. Dia mengatakan, setiap warganya akan dirujuk ke Putussibau harus membayar jasa Ambulance, supir dan perawat.

"Saya kira masyarakat tak perlu bayar, karena mereka itukan ditanggung oleh pemerintah," ucapnya.

Begitu juga dengan dokter ditempatnya yang sering dikeluhkan masyarakat karena tak mau diganggu pada jam-jam tertentu.

"Apalagi kalau dokternya tidur, tak bisa diganggu," ungkapnya.

Untuk itu ia mengharapkan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dapat meningkatkan pelayanan di Puskesmas Batang Lupar. Begitu juga dengan dokter yang dikeluhkan masyarakat agar bisa dipendahkan ke tempat lain.

Pernyataan dari Erdi dan Arsyad ini dibenarkan Camat Batang Lupar, Gunawan. Dia mengatakan, masyarakat sudah lama mengeluh seperti itu.

"Saya saja pernah mengalami hal tersebut, anak saya sakit, dokter lamban menanganinya," ucapnya.

Dia sangat mengharapkan pemerintah kabupaten  meningkatkan pelayanan kesehatan diwilayahnya terutama dokter yang banyak dikeluh masyarakat. 

“Kassihan masyarakat disini, sudahlah jauh dari kota diperparah dengan pelayanan kesehatan yang buruk," ungkapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Harisson menegaskan, adanya pembayaran bagi masyarakat Batang Lupar yang dirujuk ke rumah sakit Putussibau menurutnya sesuai dengan Perda No.17 tahun 2013 tentang retribusi pelayanan. Namun dia akan melakukan pengecekan ulang.

"Kalau dilihat di Perda No.17 itu, jasa pelayanan hanya Rp 1,4 juta. Kalau lebih dari itu maka Pungli," ucapnya. Harisson juga mengingatkan masyarakat jangan terlalu menuntut dokter tersebut agar dapat memberikan pelayanan dirumah, karena dokter juga perlu istirahat."Kalau ada keluhan seperti itu saya akan tindaklanjuti, nanti akan saya pangil dan cek para pihak di Puskemas itu" ucapnya. (*)

Berita Terkait