Hari Ini Puncak Ritual Robo robo di Muara Kuala

Hari Ini Puncak Ritual Robo robo di Muara Kuala

  Rabu, 9 December 2015 07:18
RANGKAIAN ROBO-ROBO : Pangeran Mahkota Hafizh Adinugraha bersama-sama Bupati, Ria Norsan dan jajaran pejabat saat ziarah ke makam Opu Daeng, dilanjutkan dengan makan bersama Pangeran Mahkota Pimpin Ziarah. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan robo-robo yang puncaknya dilaksanakan hari ini.

Berita Terkait

Keluarga Keraton Amantubillah Mempawah melakukan ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon di Dusun Sebukit Rama Desa Pasir, Selasa (8/12) pagi. Ziarah tersebut merupakan rangkaian dari puncak ritual robo-robo yang akan dilangsungkan pada Rabu (9/12) (hari ini,red) di Muara Sungai Kuala Mempawah.

 

Wahyu Izmir, Mempawah

RITUAL ziarah kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ziarah dipimpin oleh Raja Kerajaan Amantubillah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, namun pada tahun ini dipimpin Pangeran Mahkota Hafizh Adinugraha bersama Pangeran M. Hakim Adiprasetya dan Pangeran Martin Drenth beserta keluarga dan sesepuh Kerajaan Amantubillah Mempawah.

Hadir pula dalam rombongan ziarah tersebut, Bupati Mempawah, H Ria Norsan, Wakil Bupati, Gusti Ramlana, Ketua DPRD, H Rahmad Satria, Muspida dan perangkat SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Hal lain yang tampak berbeda dalam ritual ziarah tahun ini, biasanya rombongan kerajaan akan menggunakan perahu dari keraton, menyusuri Sungai Mempawah menuju ke Makam Opu Daeng Menambon. Namun, kali ini rombongan ziarah menaiki mobil dan menempuh jalur darat untuk mencapai Dusun Sebukit Rama.

Setelah melewati ratusan anak tangga untuk mencapai lokasi makan, rombongan pun memulai ritual ziarah dengan membaca yasin dan tahlil yang dipimpin oleh pemuka agama setempat. Usai berziarah, rombongan pangeran mahkota dan para pejabat Pemerintah Kabupaten Mempawah makan siang bersama.

“Pesan dari Ayahanda, jadikan budaya sebagai tameng kehidupan dalam membangun daerah dan mensejahterakan rakyat,” kata Pangeran Mahkota Kerajaan Amantubillah, Hafizh Adinugraha dalam sambutannya. Menurut Pangeran, suatu bangsa, negara dan daerah bisa maju berkembang apabila pemimpin dan masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah dan adat budaya  yang ada.

“Mempawah akan maju jika pemimpin dan masyarakatnya tidak melupakan sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Makanya, kita harus selalu menjunjung tinggi sejarah dan adat budaya masyarakat Mempawah,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati, Ria Norsan menerangkan, ritual budaya robo-robo merupakan momentum napak tilas kedatangan Raja Mempawah, Opu Daeng Menambon beserta istri dan rombongannya ke Kota Mempawah. Beliaulah raja pertama Kerajaan Amantubillah sekaligus pendiri Kota Mempawah. “Peringatan robo-robo, diperingati pada hari Rabu terakhir di bulan syafar yang kali ini bertepatan dengan tanggal 9  Desember 2015,”

tutur Norsan. Bupati menyebut, tujuan dari pelaksanaan ritual robo-robo itu sendiri

sebagai bentuk pelestarian terhadap nilai-nilai adat dan budaya di lingkungan masyarakat Mempawah. Menjaga kelestarian adat budaya sangat penting sebagai identitas dan jati diri suatu daerah. “Jangan sampai budaya ini punah, hingga anak cucu kita tidak tahu asal

usul daerahnya sendiri. Makanya, Pemerintah Kabupaten Mempawah mendukung penuh penyelenggaraan ritual robo-robo ini agar anak cucu kita tahu tradisi adat istiadat daerahnya,” ujar Norsan. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh element masyarakat di Kabupaten Mempawah agar senantiasa melestarikan dan menjaga keutuhan nilai budaya serta adat istiadat yang ada didaerah itu. Supaya, adapt istiadat dan budaya ini terus terpelihara disetiap generasi muda di Kabupaten Mempawah.

“Mari kita sukseskan penyelenggaraan event budaya robo-robo 2015 yang puncaknya akan dilaksanakan pada besok (hari ini, red) oleh kerabat Kerajaan Amantubillah Mempawah,” serunya mengakhiri. Puncak ritual robo-robo sendiri biasanya dipimpin Raja Kerajaan Amantubillah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim. Rombongan raja akan berangkat dari dusun benteng menuju ke muara sungai kuala mempawah. Perahu raja nantinya dikawal puluhan laskar opu (sebutan prajurit Kerajaan Amantubillah Mempawah,red). Tiba di muara sungai kuala mempawah, perahu raja akan disambut puluhan perahu masyarakat yang telah menunggu untuk melaksanakan ritual buang-buang. Usai melakukan ritual buang-buang, raja beserta rombongan menuju ke komplek pelabuhan perikanan kuala mempawah. Raja beserta rombongan ditelah ditunggu para pejabat dan tamu undangan termasuk para raja

se-nusantara dan negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan lainnya. (*)

Berita Terkait