Hari Gini Kasih Kabar Masih Surat-suratan

Hari Gini Kasih Kabar Masih Surat-suratan

  Rabu, 18 May 2016 10:00
KEPULAUAN KARIMATA: Masyarakat di Kecamatan Kepulauan Karimata dengan ragam kesibukannya. Di zaman teknologi komunikasi saat ini, masyarakat di sana malah kesulitan lantaran gangguan pada jaringan komunikasi mereka yang sampai saat ini belum tertangani. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Masyarakat Kepulauan Karimata Kesulitan Berkomunikasi

 

PELAPIS – Masyarakat di Kecamatan Kepulauan Karimata mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, lantaran jaringan komunikasi yang tersedia di sana sampai saat ini kerusakannya belum diperbaiki. Hal tersebut diungkapkan kepala Desa (Kades) Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Karimata, Hasanudin, kepada wartawan, Selasa (15/5) lalu.

“Sudah cukup lama jaringan komunikasi di sana (Desa Betok Jaya, Red) tidak berfungsi, sehingga kita dibagian pemerintahan sangat sulit untuk dapat berkomunikasi. Termasuk juga masyarkat yang ingin menghubungi kerabat, anak, dan saudara yang berada di luar sana,” terangnya dengan penuh harapan, agar jaringan komunikasi di derah mereka dapat segera diperbaiki.

Untuk saat ini saja, diakui dia, sudah beberapa bulan ini jika ingin menanyakan perkembangan informasi di ibukota kabupaten, harus melalui surat. Kalau tidak, maka mereka harus berangkat ke Sukadana, sehingga harus merogok kocek lebih dalam lagi.

“Dulu kita cukup nyaman dengan sangat bersyukur dengan adanya jaringan di Betok Jaya. Namun, setelah rusak ini, terkadang harus menggunakan motor air terlebih dahulu, hingga benar-benar menemukan sinyal untuk menelepon. Bahkan tidak jarang, saya dan masyarakat harus menuju perairan Belitung. Karena di sana cukup terdapat sinyal dan barulah kami dapat berkomunikasi,” terang Kades.

Dengan sulitnya mereka untuk berkomunikasi, ketika ada warga yang sedang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, mereka harus merasakan betul kesulitan itu. Dia berharap, dengan adanya jaringan tersebut, paling tidak mereka dapat meminta bantuan untuk sesegera mungkin mengirim speedboat ambulans keliling, guna membawa pasien dimaksud.

“Ini yang ada kami hanya dapat menggunakan motor air milik warga. Yang harus menempuh hingga 8 jam bahkan 10 jam. Belum lagi jika cuaca kurang bersahabat. Setidaknya jika menggunakan speedboat ambulans keliing dari Dinas Kesehatan tersebut, dapat sedikit cepat untuk membawa ke rumah sakit. Karena untuk ambulans keliling tersebut tidak setiap hari ada di sana (Betok Jaya, Red) karena mereka harus keliling ke tempat lainnya,” jelasanya, Selasa (17/5). 

Untuk  pemancar jaringan atau tower yang kini tidak berfungsi kembali tersebut, dijelaskan dia jika awal mulanya didirikan pada 2012 lalu. Pengadaan sendiri, menurut dia, dilakukan dengan menggunakan tenaga listrik solar cell atau tenaga Matahari. Namun, dia mempertanyakan alasan mengapa sudah hampir satu tahun ini, pemancar tersebut tidak kembali berfungsi. Dan sampai saat ini, dia menyayangkan, belum ada tidakan atau perbaikan oleh pihak terkait. “Saya tentunya mewakili masyarakat, semoga saja dalam waktu dekat, jaringan komunikasi dapat segera diperbaiki, agar kami dapat dimudahkan untuk berkomunikasi,” harapnya. 

Sementara itu, kepala Kecamatan (Camat) Kepulauan Karimata, Kamarudin, juga melontarkan keluhan yang sama. Sampai saat ini untuk jaringan komunikasi di Kepuluan Karimata, menurut dia, tidak ada sama sekali. Bahkan dia sendiri mengaku terkadang merasa sangat kesulitan, untuk dapat memonitoring perkembangan berita yang ada di pemerintahan. “Semoga saja, pihak terkait dapat segera memperbaiki kerusakan yang ada. Yang membuat kami di kepulauan mengalami kesuliatan untuk berkomuniaksi,” harapnya. (dan) 

Berita Terkait