Harga Udang Murah

Harga Udang Murah

  Senin, 2 November 2015 10:47
Gambar dari Internet

Berita Terkait

SEJUMLAH pedagang dan nelayan mengeluh karena harga ikan turun. Harga udang di jual Rp 15 ribu perkilogram. Meskipun udang dijual murah, namun tetap saja daya beli masyarakat menurun."Pedagang sudah menjual harga murah. Tetapi, daya beli masyarakat berkurang," ucap Muchsin, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Ikan Alianyang Singkawang, Ahad (1/11) kepada Pontianak Post.  Dia mengatakan, penyebab harga ikan turun karena lemahnya pemasaran. Selanjutnya dayabeli juga menurun karena lemahnya ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Sebelumnya, dayabeli konsumen lumayan stabil. Ini karena ekonomi masyarakat membaik."Semua barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Sedangkan penghasilan nelayan dan petani tidak meningkat. Ini membuat dayabeli melemah," ujarnya.Di tempat terpisah Nelayan Kuala Agil menambahkan meskipun hasil tangkapan nelayan meningkat, namun penjualan ikan tidak mengalami kenaikan. Pihaknya jadi serba salah."Kalau dijual mahal tidak ada yang mau beli. Kalau kita jual murah nelayan rugi," terang dia belum lama ini.

Dia menyatakan ketidakstabilan harga ikan dipasaran karena lemah pemasaran. Sehingga tahun demi tahun harga ikan tidak mengalami perubahan. Meskipun kondisi tangkapan nelayan sulit mendapatkan ikan di laut.Ia mengungkapkan beberapa tahun terakhir hasil tangkapan ikan mulai berkurang. Jika ingin mendapat hasil lebih banyak nelayan harus melihat musim tangkap. Seperti bulan Agustus hingga akhir November merupakan musim tangkapan nelayan."Sekarang musim udang. Hasil tangkapan nelayan lumayan bagus. Tapi harga jual tidak seimbang dengan ongkos operasional melaut. Harga solar mahal demikian juga persiapan selama melaut," ungkap nelayan yang sudah belasan tahun.

Apriyandi, seorang pembeli, mengakui harga ikan masih mahal. Karena penghasilan masyarakat tidak menentu karena sulit lapangan pekerjaan.Dua tahun terakhir perputaran ekonomi menurun. Karena hasil pertanian mengalami penurunan drastis. Seperti karet, jeruk dan petani yang mengalami gagal panen karena kekeringan."Petani jadi malas, karena hasil tidak menjanjikan. Pilihannya mereka banyak jadi TKI dan bekerja di Malaysia," imbuhnya.  (irn)

Berita Terkait