Harga Telur Rp26 ribu Per Kilogram

Harga Telur Rp26 ribu Per Kilogram

  Rabu, 3 February 2016 09:19
MAHAL: Telur yang terus naik menjelang sepekan Imlek. ISTIMEWA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MASYARAKAT Tionghoa di Kota Singkawang yang akan menyambut Tahun Baru Imlek. Selain membersihkan rumah, juga membuat aneka kue untuk disuguhkan kepada tamu yang berkunjung merayakan Hari Besar tersebut.

“Sekarang sih belum belum kue, nanti dua hari jelang Imlek yang jatuh pada Senin (8/2). Baru mulai membuatnya,” kata Atet, Warga Singkawang, Selasa (2/2).Kue yang dibuat nantinya, diantaranya adalah kue lapis dan aneka kue basah lainnya. “Paling kita buat kue lapis, dan kue basah lainnya. Kalau untuk kue kering, biasanya kita membeli,” katanya. Mengenai bahan pembuatan kue, seperti telur maupun tepung dan gula pasir. Diantaranya telah disiapkan. Sehingga siap untuk di buat.

Selain membuat aneka kue, kegiatan warga yang akan merayakan Imlek adalah bersih-bersih rumah. Termasuk memasang pernak pernik khas Imlek untuk mempercantik tempat tinggalnya. Lantaran, saat Tahun Baru Imlek tiba, banyak keluarga, teman atau kerabat yang berkunjung.Bersih-bersih tempat ibadah juga mulai dilakukan beberapa pekong ataupun kelenteng yang ada di Singkawang. Penyiapan sarana dan prasarana ibadah pun juga disiapkan oleh para pengurus masin-masing.

Ditengah kebutuhan akan telur untuk membuat aneka kue menyambut Imlek. Harga telur di Kota Singkawang tinggi. Seperti pada Selasa (2/2) komoditi bulat lonjong tersebut dijual per kilogram nya Rp26 ribu.“Ini data dari Distributor telur di Jalan GM Situt. Kalau telur di jual Rp26 ribu. Dan kondisi ini memang tinggi sejak minggu sebelumnya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Bina Pasar dan Distribusi Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Helmi Aswandi, Selasa (2/2).

Berdasarkan keterangan dari distributor telur di Jalan GM Situt. Kenaikan harga telur disebabkan harga pakan naik. “Sebelumnya, harga pakan ayam yang didalamnya ada jagung dan dedak, per kilogramnya Rp4.800, dan naik menjadi Rp6.300. Hal inilah  yang memicu harga telur naik,” katanya.Meskipun demikian, pada distributor mengaku untuk stok aman. “Para distributor bahkan menjamin aman untuk stok telur. Dan (kenaikan harga) ini tidak disebabkan permintaan meningkat, namun murni karena harga pangan ayam naik,” katanya. Lantaran untuk permintaan akan telur, masih dirasakan sama dengan hari-hari biasanya.

Secara umum, untuk harga kebutuhan lainnya juga ada yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga. Seperti Sawi, sebelumnya Rp4 ribu menjadi Rp5 ribu per ikat atau ada kenaikan seribu Rupiah. Sementara untuk harga barang merah, terjadi penurunan.Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Syech Bandar meminta kepada pelaku usaha untuk menjajakan barang dagangannya seperti biasa-biasa saja atau tak lantas menaikkan harga disaat masyarakat kebutuhannya meningkat karena mendekati hari besar.Pihaknya juga berharap kepada dinas terkait, untuk mengintensifkan pemantauan ke pasar sebagai upaya melakukan pengawasan terhadap kondisi harga.(fah)

Berita Terkait