Harga Jeruk Tak Lagi Manis

Harga Jeruk Tak Lagi Manis

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:18
Jeruk dihimpun dari petani di kabupaten Sambas, kemudian dikirim ke Pontianak.Sebagian dijual untuk lokal. petani jeruk Sebawi

Berita Terkait

SAMBAS – Setelah petani karet merana lantaran harga anjlok, kini kondisi sama dialami petani jeruk di Kabupaten Sambas. Harga komoditi yang menjadi salah satu andalan Sambas hanya dihargai Rp4.500 per kilogramnya.

 
“Setelah Hari Raya (lebaran) harga limau (jeruk) masih berkisar Rp6 ribu. Kemudian mulai turun secara perlahan dan pasti, sehingga saat ini harganya menjadi Rp4.500 per Kilogramnya,” kata Husni, petani jeruk di Kecamatan Sebawi, Rabu (3/8) kepada wartawan. Menurutnya, meski di harga Rp4.500 per kilogramnya. Petani seperti dirinya masih bisa menyisihkan uang untuk keperluan sehari-hari.

Namun kondisi yang ada, terasa “menghantam” para petani jeruk.

“Untung saja lahan sendiri. Kalau itu lahan sewa, sudah pasti kondisi tersebut akan sangat terasa,” katanya. Terutama untuk menutupi ongkos pupuk yang harus dikeluarkan. Namun sejak awal, dirinya sudah mengatur cara pemupukan agar penggunaan pupuk irit. Kalau petani jeruk, biasanya memupuk tiga bulan sekali.

Sementara, dirinya memupuk dua bulan sekali dengan mengurangi jumlah pupuknya. Tapi itu dilakukan secara rutin. Ketika ditanya mengenai penurunan harga jeruk yang terjadi. Husni mengaku tidak tahu penyebab sebenarnya. Hanya saja, beberapa informasi yang didapatkannya. Ini karena kapal yang mengambil jeruk dari Sambas belum bisa merapat disebabkan gelombang laut tinggi.

Hal ini berdampak pada penumpukan stok jeruk yang ada di agen maupun petani. Sehingga menyebabkan turunnya harga.

“Kita belum tahu apa penyebab sebenarnya kondisi harga sekarang ini,” katanya.

Agen jeruk di Kecamatan Sebawi, Lobang (41) mengaku jeruk dari petani yang kebanyakan dari Desa Tebing Batu. Dibeli dengan harga Rp4.500 untuk jenis AB, kemudian jenis C Rp3.500, jenis D Rp2.500 dan jenis E dengan harga Rp2 ribu per kilogramnya.

“Kita rata-rata menerima jeruk dari petani Desa Tebing Batu. Dan ini akan dikirim ke Pontianak,” katanya. Sementara untuk penurunan harga jeruk. Diakui Lobang, dikarenakan mekanisme pasar.

“Mekanisme pasar,” katanya.(fah)

Berita Terkait