Harga Beras Naik Karena Cuaca

Harga Beras Naik Karena Cuaca

  Jumat, 19 January 2018 10:09
BERAS: Sekda Kalbar Zeet Hamdy Assovie meluncurkan bantuan sosial beras sejahtera dan bantuan pangan nontunai dari Kementerian Sosial untuk warga Kalbar di Kantor Gubernur, kemarin. HUMAS PEMPROV KALBAR

Berita Terkait

PONTIANAK - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Zeet Hamdy Assovie menilai kenaikan beras lebih disebabkan faktor cuaca. Ketika cuaca kembali baik, M Zeet meyakini harga beras bisa kembali stabil.

“Ada kenaikan tapi sedikit dan masih wajar. Kenaikan pun disebabkan cuaca ekstrem, ketika kembali normal harga bisa stabil kembali,” kata M Zeet usai melaunching Bantuan Sosial (Bansos) Beras Sejahtera (Rastra) dan bantuan pangan non tunai dari Kementerian Sosial RI untuk warga Kalbar,di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (18/1).

Zeet mengingatkan agar pedagang tidak memainkan harga besar. Sebab pemerintah akan mengintevensi jika itu terjadi. Salah satunya dengan membagikan beras gratis kepada masyarakat.

“Tolong jangan permainkan harga pokok rakyat, karena pemerintah akan intervensi. Seperti hari ini, ada 2.200 ton beras yang dibagikan ke masyarakat tidak mampu,” jelas Zeet.

Menurut Zeet, saat ini harga beras untuk rakyat berkisar Rp8 ribu hingga Rp12ribu. Bila ditemukan harga di atas itu, lanjut Zeet, maka pemerintah akan menekan pemain melalui bansos beras rastra.

“Dengan beras rastra yang diberikan langsung maka harga beras yang tadinya naik bisa stabil. Jadi jika mau coba-coba bermain harga tidak akan berhasil. Kami tidak mau ada gejolak harga yang eksterm di Kalbar,” kata dia.

Beras yang dibagikan ini merupakan program dari Kementerian Sosial. Beras ini bersumber dari persediaan Bulog. Di bulan pertama ini, beras didistribusikan di Pontianak. Penerima beras mereka yang sudah didata sebelumnya. Bansos ini terus berlanjut hingga Desember mendatang. Tidak hanya di Pontianak, distribusi bansos juga dilakukan ke 13 kabupaten/kota lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kalimantan Barat Yuline Marheni mengatakan dinsos menjadi leading sektor penyaluran beras rastra yang merupakan program dari Kementerian Sosial.

Tahun ini ada 221.074 penerima manfaat. Ini jumlah penerima di 14 kabupaten/kota. Jumlah penerima manfaat ini sudah dilakukan pendataan dari tingkat kecamatan. Jumlah beras yang disalurkan sebanyak 2.201.740 ton beras setiap bulannya.

“Hari ini khusus launching di Pontianak. Dalam waktu empat hari ini kabupaten lain pun sudah jalan,” kata dia.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat Sabaruddin Amrullah mengatakan program rastra ini akan didistribusikan hingga akhir tahun. Sebagai leading sektor Dinas Sosial yang bekerjasama dengan Bulog Kalimantan Barat.

Program ini sebagai jalannya salah satu fungsi dari Bulog yakni stabilisasi harga beras. Apalagi saat ini terjadi kenaikan harga. Dalam program ini, masyarakat penerima manfaat, menerima masing-masing 10 kilo beras per bulannya.

“Jadi beras diserahkan langsung dan tidak ada biayanya. Karena penerimanya ada warga tidak mampu yang sudah didata BPS,” jelas dia. (mse) 

Berita Terkait