Harapan Dandim, TNI Lebih Profesional

Harapan Dandim, TNI Lebih Profesional

  Senin, 10 Oktober 2016 08:52

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pada 5 Oktober lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) berusia 71 tahun. Untuk itu, komandan Kodim (Dandim) 1206 Putussibau Letkol Kav Budiman Ciptadi berharap agar TNI menjadi institusi yang profesional dan terpercaya, serta selalu dekat dengan rakyat. Apalagi, diingatkan dia bahwa keberadan institusi ini tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai garda terdepan memperjuangkan kemerdekaan.

“TNI dituntut dapat menjadi lembaga negara yang profesional, dengan mengedepankan kepentingan dan kedaulatan bangsa serta negara,” tegas Budiman usai Upacara Peringatan HUT ke-71 TNI di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu. Tema HUT mereka kali ini adalah Bersama rakyat TNI kuat, hebat, dan profesional, siap mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan Berkepribadian.

Implementasinya, kata Budiman lagi, dengan dipercayanya TNI oleh publik, yang harus mampu mereka pertahankan. Hal inilah yang diakui dia, menjadikan pemacu TNI untuk menjadi lebih baik. Dikatakannya, walaupun Kodim 1206 Putussibau posisinya berada di kabupaten perbatasan Indonesia – Malaysia, namun dia optimistis anggotanya mampu memaksimal potensi yang ada, demi menjamin stabilitas keamanan di garis depan negara.

“Kami akan memaksimalkan tugas yang dipercayakan kepada kami, baik dalam tugas operasi militer perang maupun operasi militer selain perang,” tegas Budiman. Dalam menjaga daerah perbatasan, program operasi selain militer, diungkapkan dia, adalah menyasar ke kecamatan perbatasan Kapuas Hulu, dengan memoitor isu-isu yang berkembang di wilayah perbatasan. Untuk yang satu ini, dia menambahkan bahwa mereka harus menempatkan prajurit profesional.

Dandim mengatakan, apapun perkembangan di perbatasan, mereka tetap lakukan pengawasan intensif, sehingga tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran terjadi. Karena tak dipungkiri Dandim, selama ini memang ada potensi pelanggaran di sana. Namun, dipastikan dia juga, bisa diminimalisir oleh anggota yang bertugas di gerbang Indonesia tersebut. “Kami menemui banyak kendala dalam pengawasan perbatasan,” akunya.

Diceritakan dia bagaimana pergerakan orang dan barang di kecamatan-kecamatan perbatasan, yang disebabkan pintu keluar masuk ke Malaysia yang cukup banyak.  “Kami terus sosialisasi ke masyarakat, tidak bisa kami langsung menghentikan. Setelah diberi pemahaman, masyarakat akhirnya faham dan tak mengulangi kesalahannya,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir berharap agar momentum HUT TNI tahun ini bisa menjadi motivasi dan semangat bagi prajurit TNI. Khususnya, harapan tersebut dilontarkan dia kepada prajurit yang bertugas di Kapuas Hulu. Apalagi, dia mengingatkan bahwa kabupaten yang dipimpinnya ini merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran. “Ini perlu dimaknai oleh semua, seluruh masyarakat Indonesia sehingga bisa menjiwainya,” ungkap Nasir.

Dengan semangat anggota TNI dan terjalinnya koordinasi yang baik bersama masyarakat, Nasir yakin, Kapuas Hulu bebas dari gangguan keamanan. “Daerah perbatasan harus aman, apapun potensi yang coba memecah belah persatuan dan kesatuan, tetapi NKRI tetap harga mati!” tegas Nasir.

Dalam upacara HUT ke-71 TNI tersebut dihadiri jajaran Forkopimda dan SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. (aan)

Berita Terkait