Hanya Belasan yang Bayar Pajak , Dispenda Pantau Ratusan Sarang Walet

Hanya Belasan yang Bayar Pajak , Dispenda Pantau Ratusan Sarang Walet

  Selasa, 23 February 2016 09:37
RUMAH WALET: Sebuah Bangunan Rumah walet berdiri di Jalan Ali Anyang, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Supriaji menyebutkan ratusan bangunan yang ada kebanyakan tak memiliki izin dan tak membayar pajak.HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KUBU RAYA – Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kubu Raya, Supriaji menyatakan berdasarkan data yang dimiliki Dispenda Kubu Raya pada tahun 2015 lalu jumlah bangunan sarang burung walet yang terdata di Kubu Raya sekitar 550 bangunan sarang burung walet.  “Dari 550 bangunan sarang burung walet itu yang baru memberikan kontribusi untuk membayar pajak hanya sekitar 15 orang saja,” katanya.

Menurut Supriaji hampir semua sarang burung walet tersebut tersebar di setiap kecamatan di Kubu Raya. Namun sayangnya, kendati potensi tersebut cukup besar untuk meningkatkan pendapatan daerah, namu belum semua pemilik sarang walet yang membayar pajak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.“Memang masih banyak yang belum memberikan konstribusi untuk membayar pajak, lantaran hampir sebagian besar pengusaha walet belum memiliki izin lengkap sehingga membuat kami dari Dispenda kesulitan dalam memungut pajaknya,” ungkapnya.

Dari data yang ada di Dispenda Kubu Raya, hingga sekarang hampir sebagian besar bangunan walet belum memiliki izin seperti IMB, izin gangguan dan sejenisnya. “Bahkan ada sebagian kami temukan dilapangan ada yang semula  izinnya hanya untuk mendirikan rumah namun dalam perjalanannya berubah menjadi bangunan atau rumah sarang burung walet,” bebernya.Banyak pengusaha walet yang memilih yang semula ingin membangun rumah namun kemudian mengalihkan fungsi bangunan menjadi sarang burung walet. “Kalau dari awal dia izinnya mau bangun sarang walet itu banyak persyaratan yang harus dilengkapi, makanya banyak yang awalnya mengaku hanya ingin membangun  rumah saja, padahal ujung-ujungnya juga membangun sarang burung walet,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pendapatan daerah dari pajak sarang burung walet, kata Supriaji hingga sekarang sembari menagih pajak pihaknya juga mengimbau para pemilik sarang burung walet untuk melengkapi perizinan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan pemerintah daerah setempat.“Kedepan saya juga berharap ada peningkatan koordinasi yang lebih baik lagi dengan sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP bagian perizinan dan pelayanan terpadu untuk turut bisa menertibkan dan meningkatkan kesadaran pemilik sarang burung walet sehingga kedepan bisa lebih proaktif dan sadar untuk membayar pajak,” paparnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kubu Raya, Iqbal Asraruddin menilai potensi pengembangan usaha sarang burung walet di Kubu Raya pada dasarnya sudah  berkembang cukup lama, namun keberadaan bangunan walet dinilai belum memberikankontribusi maksimal bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah.”Pengusaha walet cukup banyak di Kubu Raya, namun belum semua bisa ditarik kontribusinya dalam meningkatkan PAD. Jika memang belum ada payung hukum terkait retribusi usaha sarang burung walet, maka saya berharap agar payung hukum yang diperlukan bisa segera dibuat,” katanya.

Sebagai langkah awal, menurut Iqbal  Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bisa saja menerbitkan Perbup mengenai retribusi pajak walet, selain itu juga dapat diterbitkan Perda terkait usaha sarang burung walet. “Tidak hanya pajak sarang burung walet, kedepan saya menghimbau agar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya senantiasa giat dan kreatif dalam menggali potensi sumber-sumber PAD untuk daerah ini yang begitu luas potensinya,” ungkapnya.

Terkait potensi luasan wilayah terhadap pengembangan bagunan rumah walet yang sangat luas, menurut Iqbal sebaiknya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan bisa melakukan upaya dengan melakukan studi terkait keberadaan rumah walet di Kubu Raya.  “Dinas terkait juga harus bisa menetapkan aturan mengenai pola penarikan retribusinya. Aturan dalam penarikan pajak walet dibutuhkan karena seperti diketahui panen sarang burung walet sangat fluktuatif dan bagaimanapun keberadaan burung walet senantiasa memiliki mobilisasi yang tinggi,” paparnya.

Hal lain yang penting dianalisa menurut Iqbal yakni terkait harga pasar sarang burung walet. “Studi analisa harga pasar burung walet ini haruslah dilakukan agar di dalam penetapan tarif retribusi sesuai dengan situasi usaha sarang burung walet itu sendiri,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait