Hamilton Is Back (to Pole)!

Hamilton Is Back (to Pole)!

  Minggu, 15 May 2016 10:24
Lewis Hamilton

Berita Terkait

BARCELONA – Padahal baru di GP Bahrain lalu juara bertahan Lewis Hamilton meraih pole position. Tak lebih dari 1,5 bulan yang lalu. Tapi dia terlihat gembira luar biasa dengan pole keduanya di GP Barcelona tadi malam (14/5). Seperti sudah lama sekali pembalap Mercedes tersebut tak meraih posisi start terdepan.

Itu wajar. Mengingat serangkaian unfortunate events yang menimpanya di GP Tiongkok dan GP Rusia. Di Shanghai, dia dihukum start mundur lima posisi lantaran ganti girboks. Lalu di Sochi dia start dari urutan ke-10 lantaran gagal mencatatkan waktu di kualifikasi kedua.    

''Sangat-sangat senang,'' ucap Hamilton berseri-seri. Begitu keluar dari mobil, dia melancarkan tinju ke udara. Melambaikan tangannya ke grandstand, kemudian berlari-lari riang menuju ruang timbang badan. ''Nico (Rosberg) sangat kuat sepanjang akhir pekan ini. Tapi dalam satu hitungan aku mampu kembali,'' terusnya.

Hamilton memang bertarung ketat dengan rekan setimnya Nico Rosberg sejak sesi kualifikasi dibuka. Rorberg lebih mendominasi. Hingga pembukaan kualifikasi ketiga. Hamilton melakukan kesalahan di lap pertama sesi ketiga setelah roda depannya locked sangat keras di tikungan 10. Empat roda W07-nya sampai berasap hebat.

Namun dia mampu bangkit. Pada usaha kedua sekaligus yang terakhir di sesi kualifikasi ketiga itu catatan waktunya sukses dikepras. Lap terbaiknya 1 menit 22,000 detik. Hanya terpisah 0,280 detik dengan rekan setimnya yang juga sekaligus pimpinan klasemen pembalap saat ini.

Nico Rosberg jelas kecewa berat. Sebab dominasi dia sejatinya sudah ditancapkan sejak latihan bebas hari pertama. Di kualifikasi kemarin, dia mengira masih mampu mempertahankan posisi pada menit-menit terakhir sesi ketiga. ''Ya Lewis sedikit lebih cepat hari ini. Ini adalah balapan yang semuanya terukur. Jadi aku berharap punya peluang besok (hari ini, Red),'' tandasnya. 

Nah, apakah ini tanda-tanda Hamilton? Setelah kemenangan beruntun Rosberg di empat balapan pembuka musim ini, pembalap Stevenage itu punya kini peluang untuk menghadang laju rekornya. Hasil kualifikasi sangat penting di Sirkuit Catalunya mengingat karakter trek yang relatif sempit sehingga bukan urusan gampang melakukan overtaking di sana.

Barcelona sangatlah unik. Tidak ada pembalap dominan di sana. Dari sembilan edisi terakhir, semuanya dimenangkan orang yang berbeda. Dan, di antara para juara itu, hanya dua yang tidak start dari posisi terdepan. Yakni Fernando Alonso (2013) dan Sebastian Vettel (2011). Tujuh juara lainnya melaju dari pole position.     

Tunggu dulu. Di mana Ferrari? Sekali lagi skuad Kuda Jingkrak memberikan harapan palsu pada fansnya. Kedua pembalapnya, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel hanya mampu start dari baris ketiga hari ini. Padahal mereka membawa upgrade besar-besaran untuk bisa menghentikan dominasi Mercedes di seri kelima.

''Pasti ada yang salah dengan kedua pembalap kami. Kami harus mengeceknya,'' ucap Bos Ferrari Maurizio Arrivabene setelah sesi kualfikasi berakhir. ''Kalian lihat kan pagi ini (sesi latihan ketiga). Kami jauh lebih baik dari ini,'' tandasnya kesal. 

Sebaliknya, penampilan memukau ditunjukkan bintang McLaren-Honda Fernando Alonso. Ambisinya untuk lolos ke sesi kualifikasi ketiga terwujud. Itu adalah target juara dunia Formula 1 dua kali 2005-2006 itu ketika balapan datang ke kandangnya. 

Ini menjadi torehan terbaik McLaren sejak kembali berkongsi dengan Honda musim lalu. Terakhir mereka lolos ke 10 besar (Q3) sesi kualifikasi adalah di GP Abu Dhabi 2014. Itu adalah seri terakhir McLaren menggunakan mesin Mercedes.

Pembalap Indonesia Rio Haryanto akan memulai balapan posisi paling belakang. Catatan waktu terbaiknya 1 menit 25,939 detik, berselisih sangat tipis dengan rekan setimnya Pascal Wehrlein. Tidak sampai 0,2 detik. 

Rio tampil cepat di sektor pertama, dimana trek masih didominasi dengan rute lurus dan tikungan cepat. Di sana Rio bahkan lebih baik dari Felipe Massa, Felipe Nasr, dan Marcus Ericcson. Namun di sektor kedua dan ketiga, Wehrlein lebih baik. Di tikungan teknikal dan banyak perubahan arah Rio tak mampu memperbaiki waktunya. (cak/na)

Berita Terkait