Hamil di Usia Rawan Pentingnya Dukungan Suami Hingga Persalinan

Hamil di Usia Rawan Pentingnya Dukungan Suami Hingga Persalinan

  Sabtu, 10 February 2018 11:00

Berita Terkait

Dwi S. Purwanti, M.Psi., psikolog // Psikolog Klinis

Beberapa wanita hamil di usia rawan, yakni lebih dari 35 tahun. Tak jarang dilanda kekhawatiran, sebab cenderung berisiko mengalami beberapa gangguan, salah satunya preeklamsia. Peran suami pun diperlukan untuk mendukung kehamilan tersebut agar istri tetap tenang dan melahirkan bayi yang sehat dengan lancar.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Banyak hal yang direncanakan setiap pasangan setelah menikah. Salah satunya mengenai anak. Ada yang ingin memiliki anak lebih dari satu dan merencanakan jarak usia anak. Ada juga yang terlalu asyik mengurus anak pertama hingga saat merencanakan kehamilan anak berikutnya ketika berusia di atas 35 tahun. 

Hamil di usia lebih dari 35 tahun memberikan kecemasan tersendiri bagi perempuan. Sebab, selain usia yang menua, juga berisiko. Menurut beberapa penelitian, wanita memiliki jumlah ovum yang terbatas. Jumlah ovum ini semakin lama semakin menurun mengikuti usia. Kinerja syaraf serta psikis sang ibu pun menurun. 

Psikolog klinis Dwi S. Purwanti, M.Psi., mengatakan kesepakatan memiliki ataupun menambah buah hati ini sebaiknya tidak memaksakan keadaan. Saat merencanakan kehamilan, harus diprediksi kembali berbagai hal kedepannya, termasuk pola asuh. Jarak usia yang terlalu jauh antara anak dan orang tua dapat memengaruhi banyak hal. Berbagai kemungkinan ini pun membuat stress selama menjalani masa kehamilan.

Staff SDM Stikes Yarsi Pontianak ini menuturkan kunci utamanya adalah peran suami. Suami harus mampu membuat istri merasa nyaman menjalani masa kehamilan agar bisa melahirkan secara normal. Suami juga dituntut menyentuh ranah psikis istri dan harus paham jika istri tak hanya sekadar membutuhkan perhatian. Namun, istri juga perlu bantuan untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga.

“Di usia yang  rawan, kemampuan kondisi fisik tulang istri semakin menurun. Otomatis istri tak bisa terlalu capek, berbeda dengan kehamilan yang sebelumnya,” ujarnya.

Suami harus benar-benar mendampingi istri di masa kehamilannya. Jangan sampai istri merasa dirinya tidak dihargai. Apalagi kehamilan ini berjalan selama sembilan bulan, terkadang bayi baru lahir saat usia kandungan mencapai 37 minggu atau lebih. Perubahan bentuk tubuh istri yang semakin hari semakin bertambah, ditambah lagi usianya yang sudah tak muda lagi membuat suami harus menjaga perasaan istri.

Sensitivitas atau tidaknya seseorang dapat dipengaruhi oleh usia. Biasanya, wanita berusia di atas 30 tahun yang hamil anak kedua lebih bisa mengatur dan mengontrol emosi. Beda halnya, ia baru hamil anak pertama. Namun, kembali pada individu masing-masing dan mendekatkan diri pada Tuhan. Banyak juga wanita hamil di atas 35 tahun memiliki emosi yang meledak. 

“Hal ini karena pendewasaan seseorang hanya stuck sampai disitu, tidak berjalan sesuai usia,” tutur Dwie. 

Seseorang harus mampu mengontrol emosi sesuai kemampuan dirinya terlebih saat hamil di usia rawan. Semuanya terasa susah saat cemas melanda, jika tidak ada kekuatan spiritual. Lebih baik menyerahkan semuanya pada Tuhan. Karena hamil di usia rawan adalah pilihan. Seharusnya di usia tersebut, orang tua hanya tinggal menikmati proses pendidikan anak.

Perilaku cemas yang dihadirkan  saat hamil juga berbeda-beda. Ada yang memilih dengan sikap diam, hingga berujung depresi, seperti lebih banyak sedih, murung, dan diam. Ada juga yang melampiaskan dengan jalan-jalan atau insomnia. Jika ia sadar ada yang tak beres dan takut berpengaruh pada perkembangan janin, kesehatan, dan persalinan, ibu hamil dapat menemui orang yang tepat. Jangan lupa melakukan kompromi lebih dulu dengan suami.

Tak hanya saat masa kehamilan, suami juga memiliki peran penting mendampingi persalinan istri. Dwie sempat membaca sebuah penelitian, kehadiran suami akan membantu mempercepat proses persalinan istri secara normal. Sehingga, risiko baby blues syndrome yang dialami istri pascamelahirkan akan berkurang. **

 

Berita Terkait