Hamil Bayi Sungsang

Hamil Bayi Sungsang

  Jumat, 22 April 2016 09:06

Berita Terkait

Apa penyebabnya?
·    Bentuk rahim yang kurang lonjong 
·    Air ketuban di dalam rahim masih banyak 
·    Bayi memiliki kepala relatif lebih besar
·    Bayi sangat mudah bergerak sehingga terjadi gejala hidramnion 
·    Panggul ibu yang kecil dan cenderung sempit
·    Kelainan pada kepala bayi akibat anencephalus, hydrocephalus
 
===============

Bayi sungsang menjadi salah satu kondisi yang mungkin bisa dihadapi oleh ibu hamil. Biasanya seorang ibu hamil akan merasakan masalah ini ketika kehamilan sudah masuk ke masa mendekati persalinan. Tetapi ibu hamil tidak perlu khawatir, asalkan kondisi bayi dalam kandungan sehat. 

Oleh : Marsita Riandini

Melahirkan secara normal menjadi dambaan banyak ibu hamil. Tetapi tak bisa dipungkiri pula ada berbagai faktor yang membuat mereka tidak bisa melewati proses persalinan normal. Seperti ketika bayi dalam keadaan sungsang. Lantas apa yang dimaksud dengan bayi dalam keadaan sungsang?

Menjawab For Her, dr. Neny Dwi Anggraeni, Sp. OG mengatakan bayi tidak berada dalam posisi yang sama selama ada di dalam kandungan. Dia terus bergerak, namun umumnya akan mencapai posisi kepala berada di bawah menjelang masa persalinan. Namun karena beberapa faktor, ada yang menjelang masa persalinan itu posisinya sungsang. Yakni posisi kepala yang umumnya berada di bawah, tetapi berada di atas. “Di dalam perut, bayi bisa bergerak dengan bebas. Itu sebabnya ada yang sungsang, bahkan ada pula yang melintang. Sulit itu jika bayi sudah bergerak dari posisi seharusnya, kemudian tidak mau kembali lagi. Menetap dengan posisi tersebut,”  ungkap dokter yang ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Untan ini. 

Faktor lain bayi sungsang, lanjut Neny biasanya karena ibu hamil memiliki bentuk rahim yang kurang lonjong, air ketuban yang ada si dalam rahim masih banyak juga bayi tersebut memiliki kepala yang relatif besar. Bisa pula karena bayi di dalam sangat mudah untuk bergerak sehingga terjadi gejala hidramnion. Panggul ibu yang kecil dan cenderung sempit pun berpotensi membuat bayi menjadi sungsang. Termasuk pula adanya kelainan yang terjadi pada kepala bayi yang disebabkan oleh anencephalus, hydrocephalus. “Sungsang ini lebih banyak dialami oleh kehamilan anak pertama. Tetapi ada yang sudah punya anak banyak mengalami sungsang, karena rongga dalam rahimnya itu luas, jadi anak dalam rahim bisa bebas bergerak,” papar dokter di RS. Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini. 

Pentingnya Rutin Kontrol 

Ketika mengetahui posisi bayi dalam keadaan sungsang, biasanya ibu hamil membawanya ke tukang urut untuk mengubah posisi bayi menjadi seperti semula. Hal ini umum  dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu. Mereka datang ke tukang urut dan sejenisnya. Benarkah cara ini? Menanggapi hal tersebut,    Neny tidak menyarankan hal itu. Sebab kata dia, jika terjadi kesalahan urut akan berakibat fatal pada bayi. “Saat ini saya tidak menyarankan pasien saya  untuk diurut, dikhawatirkan berdampak buruk pada bayi. Ada baiknya konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Rutin kontrol, agar bayi yang dikandungnya sehat,” papar dia yang menyarankan untuk semua ibu hamil harus kontrol secara rutin. 

Lantas adakah cara alami mengembalikan posisi tersebut? Bagi ibu hamil yang muslim, hal ini tentunya sudah menjadi kebiasaan karena saat mejalankan sholat, umat muslim yang taat pasti melakukan hal ini, dan disarankan juga saat sujud ini bisa lebih lama, namun juga dengan tetap menjalankan syarat sholat itu sendiri. Bagi ibu hamil yang non muslim, Anda juga bisa melakukan gerakan ini untuk menghindari posisi sungsang agar terjadi perangsangan pemutaran janin, dimana tingkat keberhasilan metode ini cukup tinggi jika dilakukan dengan baik dan teratur. “Posisinya itu posisi sujud, sebab bagian tubuh yang paling berat itu khan kepala. Cara ini bisa membuatnya berubah posisi menjadi ke bawah secara alami. Tentu saja ini dilakukan dengan hati-hati. Tetap harus dengan saran dokter,” papar Neny. 

Posisi ini tidak akan membahayakan ibu hamil, namun ada beberapa ibu hamil yang merasakan sesak dan tidak nyaman jika dilakukan terlalu lama mengingat bayi yang berada di dalam perut sudah berukuran relatif besar. Itu sebabnya melakukan gerakan ini harus menyesuaikan kondisi masing-masing. **

--------------

Proses Persalinan Sungsang

Proses persalinan masing-masing orang beragam. Bagi ibu hamil yang bayinya sungsang, sebenarnya tetap bisa melahirkan secara normal, asalkan kondisinya memungkinkan. “Saya sendiri sudah beberapa kali menangani proses persalinan bayi yang sungsang. Alhamdulillah bayinya keluar dalam keadaan menangis. Tetapi biasanya berat bayi tidak lebih dari 3,6 Kg. Kalau lebih disarankan sesar,” ucap dr. Neny Dwi Anggraini .

Namun, lanjut Neny pada kondisi tertentu, ada banyak ibu hamil yang harus sesar demi keselamatan bayinya. “Proses persalinan itu tetap dikembalikan kepada keluarga. Apakah tetap ingin normal atau sesar. Letak sungsang dalam kehamilan juga menentukan rencana tindakan selanjutnya, apakah bisa normal atau tidak,” papar dia. 

Persalinan sungsang adalah persalinan yang dikenal juga sebagai persalinan terbalik dimana kaki bayi lebih dulu keluar daripada anggota tubuh yang lain. Tidak sedikit kelahiran sungsang yang telah terjadi di seluruh dunia. “Antara persalinan sungsang dan normal sebenarnya sama-sama memiliki resiko. Pada bayi yang kepalanya dibawah, saat proses persalinan bisa saja kepalanya keluar tetapi bahunya nyangkut. Demikian pula pada kondisi sungsang, ketika sudah keluar, kepalanya nyangkut,” papar dia yang mengatakan resiko bayi sungsang lebih tinggi dibanding posisi normal. 

Ada beberapa kondisi saat melahirkan secara sungsang. Ada yang bayi sungsang dengan bagian pantat di bawah sementara kaki lurus dengan gerakan kepala bayi. Bayi sungsang dengan pantat dibawah sementara kaki bersila atau melipat dekat dengan pantat.  Bayi sungsang dengan satu kaki masuk ke bagian panggul, sementara satu kakinya ditekuk ke atas sehingga terlihat bayi bersandar penuh pada bagian panggul. Ada pula yang bayi sungsang dengan posisi kedua lutut dibagian bawah dan terkadang kaki terlipat dengan paha bayi.

Namun yang harus dipahami kata dia, proses kelahiran normal pada saat posisi bayi sungsang tidak bisa dipaksakan. Sifatnya harus mengikuti alur. Selain itu, lanjut dia mengapa kadang ada bayi yang meninggal? Ini dipengaruhi beberapa faktor. Seperti apakah ada tanda  persalinan atau belum, umur hamilnya sudah cukup atau malah lebih. Kalau sudah menunjukkan tanda persalinan, apakah tanda itu maju atau stagnan. “Misalnya sudah pembukaan empat, setiap satu jam itu nambah satu sentimeter. Kalau stagnan, maka ini akan diputuskan apakah bisa melahirkan secara normal atau tidak. Apalagi jika ketuban sudah pecah. Ketuban itu khan cairan pelumas agar memudahkan proses persalinan,” tandasnya. 

Berita Terkait