Hal Menarik di Balik Reuni 212

Hal Menarik di Balik Reuni 212

  Senin, 4 December 2017 10:00
REUNI AKSI 212: Ribuan umat Islam mengikuti Reuni Aksi 212 di kawasan silang Monas, Jakarta, Sabtu (2/12). ISMAIL POHAN/INDOPOS

Berita Terkait

Momen Keberagaman Indonesia 

JAKARTA – Ada hal menarik dalam kegiatan Reuni Aksi 212 di Monas, Sabtu (2/12). Selain umat muslim, ternyata acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa aktivis lintas agama. Kondisi tersebut dinilai sebagai wujud toleransi dalam keberagaman.

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma adalah salah satu tokoh yang hadir. Dia mengaku diundang panitia untuk menghadiri acara reuni 212 dan menjadi bagian dari keberagaman di Indonesia. ”Saya beragama Buddha. Kalau acara ini intoleran, saya tidak akan diundang,” ujarnya seusai acara.

Menurut pria yang juga koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (Komtak) itu, bukan dirinya saja yang diundang, bahkan dipersilakan naik ke atas panggung acara reuni 212. Ada juga beberapa aktivis dari latar belakang agama Kristen maupun Katolik. ”Kami diterima dengan baik,” katanya.

Lieus juga mengapresiasi tertibnya peserta reuni 212. Sesuai arahan panitia, tidak ada peserta yang duduk di area taman Monas karena bisa merusak tanaman. ”Makanya, kalau ada yang menginjak rumput, langsung disoraki,” ucapnya. 

Dia pun berharap acara reuni 212 dikembangkan menjadi sarana pemersatu masyarakat Indonesia. Apalagi, gerakan itu dilakukan melalui aksi damai, tanpa kekerasan. ”Acaranya diisi pembacaan doa. Itu sangat positif,” ujarnya. Karena itu, dia tidak setuju jika acara tersebut dibawa-bawa ke ranah politik. ”Jadi, lebih baik acaranya nggak usah pakai orasi politik,” imbuhnya.

Salah satu hal lain yang kemarin banyak diperbincangkan adalah jumlah peserta reuni 212. Bernard Abdul Jabbar selaku ketua panitia reuni alumni 212 mengklaim, berdasar informasi yang dikumpulkan panitia, jumlah peserta menembus 7,5 juta orang. 

Namun, klaim itu dibantah pihak kepolisian. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyebut jumlah peserta reuni 212 tidak sebanyak klaim panitia. ”Yang hadir sekitar 30-an ribu saja,” ujarnya.

Pantauan, lapangan utama di sekeliling Monas memang penuh sesak oleh peserta yang duduk. Hanya tepian yang sedikit longgar untuk membantu pergerakan peserta. Meskipun tampak banyak, diperkirakan jumlah peserta reuni 212 tidak sebanyak peserta aksi 212 tahun lalu. Luberan peserta dari kawasan Monas juga tidak tampak terlalu banyak. 

Sebagian besar peserta datang sejak Jumat malam karena acara reuni 212 didahului dengan salat Tahajud, lalu dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah. Hampir seluruhnya mengenakan pakaian putih-putih. 

Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan acara. Menjelang waktu duhur, acara dinyatakan selesai. Sebagian peserta memilih langsung pulang. Sebagian lagi memilih untuk menunggu azan, lalu melaksanakan salat berjamaah di kawasan Monas. Seusai acara, beberapa peserta juga membersihkan sampah yang ada di kawasan Monas.

Sejumlah tokoh hadir di acara reuni 212 kemarin. Selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hadir mantan Ketua Umum DPP PAN Amien Rais. Juga ada dua wakil ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah. 

Sementara itu, imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang sebelumnya dikabarkan akan hadir langsung ternyata hanya berorasi melalui rekaman suara. Rizieq diketahui masih berada di Arab Saudi dan belum kembali ke Indonesia.

Lewat pesan suara, Rizieq mengaku bersyukur karena acara reuni 212 bisa terlaksana dengan baik. Setahun lalu, tutur Rizieq, umat Islam bersama-sama menggelar aksi 212. ”Saat itu tidak kurang dari tujuh juta umat Islam berkumpul untuk menyuarakan kebenaran, keadilan dalam membela kesucian Alquranul Karim,” ujarnya. 

Sementara itu, dalam orasinya, Fahri Hamzah mengingatkan, dalam mendirikan sebuah bangsa, dibutuhkan umat pertengahan. ”Kita ini umat pertengahan, bukan umat yang ekstrem,” katanya. (byu/c11/owi)

Berita Terkait