Haji Filipina Dipulangkan ke Kampung Halaman

Haji Filipina Dipulangkan ke Kampung Halaman

  Minggu, 23 Oktober 2016 09:51
HAJI PASPOR FILIPINA : Jemaah haji Indonesia yang berpaspor Filipina tiba Common Used Lounge Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang Banten, Jumat (21/10/2016) dini hari. Sebanyak 57 jemaah haji Indonesia berpaspor Filipina sudah tiba di tanah air. IMAMHUSEIN//JAWAPOS

Berita Terkait

JAKARTA – Proses investigasi 106 jemaah korban sindikan penipuan haji via Filipina oleh Bareskrim Polri telah rampung. Rencananya, mereka akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing hari ini (22/10). 

Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam menyampaikan, ada Sembilan provinsi di tanah air yang akan dituju oleh 49 orang jemaah yang saat ini ditampung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Lampung. Sementara, sisanya diterbangkan menuju Sabah, Malaysia. Mereka diketahui sedang bekerja dan tinggal di negeri Jiran tersebut.  

”Tadi (kemarin, red), tinggal 10 orang yang belum. Kalau selesai Insyaallah dipulangkan besok (hari ini, red),” tuturnya pada Koran ini, kemarin (22/10). 

Pemulangan ini sepenuhnya menggunakan dana dari kantong masing-masing jemaah. Nur syam menuturkan, ini sudah menjadi kesepakatan yang juga diamini oleh para jemaah sendiri. ”Akomodasi dan konsumsi dari Filipina sudah ditanggung pemerintah. Kita sepakat dengan Filipina, karena WNI jadi semua dipulangkan bersama ke Jakarta,” paparnya. 

Proses pemulangan ini pun ternyata tak semulus perkiraan awal. Pasalnya, WNI yang kembali ke Sabah, Malaysia tidak mengantongi paspor. Identitas para jemaah ini ditahan oleh Otoritas Filipina. Merespon hal ini, Kemenag telah berkomunikasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Sehingga, akan diterbitkan paspor baru. 

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel, Surabaya ini berpesan, agar para jemaah haji via Filipina ini tak menjadikan keberhasilan ibadah hajinya sebuah success story. Lalu diceritakan secara bangga pada warga lainnya. Hingga akhirnya dicontoh. ”Padahal ini kan justru melanggar hukum. Sebelumnya juga sudah 177 orang yang ditahan dan dipulangkan. Jadi ini bukan kisah sukses,” tegasnya. 

Dia berharap, WNI bisa bersabar dan mengikuti ketentuan penyelenggaraan haji sesuai dengan ketentuan. Karena bila tidak, WNI bisa dianggap stateless. Kalau sudah begitu tentu akan semakin menyulitkan saat tersandung masalah. ”Belum lagi hubungan diplomatik antara negera asal dan lokasi berangkat akan juga terganggu,” ungkapnya. 

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya untuk bisa mempercepat antrian pemberangkatan haji di tanah air. Salah satunya mendorong kuota haji kembali seperti semula pada tahun depan. Kemudian, bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk memperbolehkan penggunaan kuota haji negara lain. ”Bisa Filipina, Timor Leste dan lainnya. Masalahnya kan bukan diplomatik saja, tapi trilateral. Negara tetangga setuju tapi kalau Saudi tidak. Ya kan. Karenanya, terus kita negosiasikan,” tandasnya. (mia)

Berita Terkait