Hadapi MEA, Perkuat UKM dan Koperasi

Hadapi MEA, Perkuat UKM dan Koperasi

  Jumat, 29 April 2016 09:28
PELATIHAN : Kegiatan Pelatihan Akutansi kepada pengurus koperasi. FOTO MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Untuk meningkat pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerintah terus  mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Koperasi agar mampu menggali serta mengembangkan potensi ekonomi yang sehat, berdaya saing dan mandiri. Untuk itu, UKM dan Koperasi mesti meningkatkan kualitas SDM, baik di dalam mengelola keuangan atau mengembangkan usahanya agar berkembang.

Menurut Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi, berbicara koperasi tidak terlepas dari anggota, pengurus dan dewan pengawas. Sekarang dituntut profesional dalam melaksanakan tugas. “Kalau sudah profesional akan bermanfaat bagi orang banyak,” tuturnya usai membuka kegiatan pelatihan penyusunan laporan Kopersi di Aula Disperindakop, Rabu (27/04).

Mantan camat Kalis ini mengatakan, pelatihan bagi pelaku UKM dan Koperasi sangat penting. Sebab, jika koperasi tidak sehat dan bermasalah, tentu lembaga keuangan pikir-pikir memberikan modalnya kepada koperasi atau UKM. Era perdagangan bebas (MEA), Kabupaten Kapuas Hulu sebagai daerah yang berbatas langsung dengan Malaysia, para pelaku UKM dan Koperasi harus mempersiapkan diri.

“Banyak pemilik modal ingin berimvestasi di Kapuas Hulu, kalau masyarakat tidak siap, maka akan tertinggal, karena persaingan sudah ketat,” tegasnya. Dia menyebutkan, saat ini di Kapuas Hulu ada 449, sementara yang aktif 103, yang tidak aktife 446 sedangkan yang sudah menyelenggarakan RAT (rapat anggota tahunan) hanya 24 unit. “Ada sekitar 300 koperasi akan di bubarkan,” terang Kusnadi.

Pada acara yang juga dihadiri Sekretaris Disperindakop, Soiti Santoso itu, Kabid Koperasi dan UKM Disperindakop Rudi Hartono mengatakan. Saat dinas turun kelapangan, ditemukan adanya ketidak seragaman laporan keuangan koperasi.Demikian juga dengan kepengurusan dan administrasi lainnya masih banyak ditemukan kesalahan, karenanya pelatihan pada pengurus koperasi ini sangat penting.

Rudi mengatakan, dengan adanya pelatihan pengelola keperasi bisa memahami dan terampil dalam menysun laporan keuangan. Jika laporan keuangan baik, bisa menumbuhkan kepercayaan anggota. Dia berharap, kegiatan yang diikuti 40 perserta dari berbagai koperasi di Kapuas Hulu ini manajemen koperasi bisa lebih baik. “Kami juga akan menyelenggarakan Bimtek RAT Koperasi,” ungkapnya.(aan)

Berita Terkait