Guru Sekolah Dasar Tulis Surat untuk Gubernur

Guru Sekolah Dasar Tulis Surat untuk Gubernur

  Kamis, 23 June 2016 09:30

Berita Terkait

​Penundaan pencarian dana bantuan operasional sekolah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan mulai meresahkan. Penundaan menyebabkan pembiayaan sekolah berutang untuk membayar honor dan kegiatan sekolah. 

*******

POLEMIK yang kian berlarut itu pun mulai meresahkan dunia pendidikan dan dikhawatrikan membuat pendidikan di Kalbar semakin carut marut. Berdasarkan permasalahan itulah, seorang guru Sekolah Dasar Negeri 17 Blatok, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Kalbar, Cornelis melalui akun facebook dengan nama Andi Racmat.

Kepada yang terhormat, Bapak Gubernur Kalbar, persoalan Hukum yangg dihadapi pejabat dan kepala sekolah di kabupetan atau kota yang menyebabkan bapak mengambil sikap untuk menunda penyaluran BOS, padahal sekolah di kabupaten atau kota yang lain penyaluran dana itu berjalan baik dan lancar sesuai petunjuk teknis yang ada. 

Perlu bapak ketahui akibat keputasan ini dunia pendidikan kacau, corat marut dikarenakan pendanaan sekolah bergantung dari BOS. Coba bapak Gubernur renungkan di daerah terpencil hanya satu sampai dua orang saja guru yang berstatus PNS sementara yang lain honor sekolah dan sampai saat ini sudah enam bulan mereka tidak dibayar jasanya. 

Belum lagi pelaksanaan MID, ulangan akhir semester dan ujian sekolah dan kegiatan eksta kulikuler yang tertuang dalam program sekolah, semuanya dilaksanakan dengan berutang. Seperti yang terjadi di Kabupaten Ketapang, dan umumnya pendidikan di Kalbar menjerit terutama guru honor sekolah yang mereka dibiayai dari BOS, sudahlah honor yang diterima kecil dibawah upah minimum kabupaten, tidak dibayar lagi.

Bapak Gubernur seharusnya arif dan bijak melihat persoalan ini, jangan hanya karena perbuatan oknum yang diduga bersalah, bapak bertindak dan menganggap semua sama dan akhirnya mengambil keputusan menunda penyaluran BOS. Sekali lagi saya mohon kepada Gubernur, membuka hati nurani apalagi diakhir jabatan bapak, berikanlah kesan terbaik buat kami para guru umumnya dunia pendidikan di Kalbar. Terimakasih, saya mohon maaf terlalu lancang membuat surat terbuka ini. 

Surat terbuka yang ditulis pada 21 Juni lalu itu pun mendapat tanggapan beragam dari pengguna akun facebook, diantaranya Bram Grafika Mandiri Amin yang mengatakan, “semoga bapak Cornelis melihatnya dan dubukakan hati nuraninya.” 

Dwi Riant Assegaff, “Saya pikir gubernur jug bukan orang bodoh dan tak punya hati. Pendidikan di Kalbar ini tanggungjawab kepala daerah, kebijakan yang diambil ini saya pikir sudah dengan hitungan yang matang dan kajian segala dampak baik buruknya sebuah kebijakan. Tidak ada seorang gubernur tidak menyayangi masyarakatnya atau menyiksa warganya.” (adg)

Berita Terkait