GURU PEMBELAJAR; NEVER STOP LEARNING

GURU PEMBELAJAR; NEVER STOP LEARNING

  Selasa, 7 November 2017 09:19   63

Oleh: Elly Leo Fara, S.Pd

Guru adalah sosok yang sangat penting sebagai agen perubahan dalam suatu peradaban. Guru menjadi garda terdepan dalam pembentukan generasi, bagaimana wajah generasi terdepan akan tewarnai oleh guru saat ini. Arah dan karakter pendidikan akan ditentukan melalui ilmu dan teladan yang diberikannya pada peserta didik. Dengan demikian, maka seorang guru harus senantiasa mengembangkan wawasan keilmuannya sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi yang dimilikinya sebagai guru proffesional.

Seorang guru tentu bukanlah sosok yang sempurna, bukan sosok yang serba tahu atau serba bisa. Selain memiliki keunggulan, guru pun memiliki kelemahan sehingga guru wajib belajar. Hakekatnya belajar bisa dilakukan dari seorang guru dari siapa pun, kapan pun dan dimana pun. Seorang guru tidak perlu malu mengakui kelemahan atau berlindung dibalik ego, karena mengakui kekurangan tidak akan menurunkan wibawa sebagao seorang guru, tetapi justru sebaliknya, akan semakin membuktikan bahwa yang bersangkutan adalah seorang guru yang bersikap terbuka terhadap perubahan dan memiliki mental pembelajar.

Guru diharapkan menjadi sumber informasi sekaligus menjadi sumber solusi bagi peserta didik. Oleh karena itu, guru harus meningkatkan kompetensinya, selalu mengupdate infomasi, dan menjemput bola agar tidak tertinggal informasi. Hal ini bisa dilakukan jika seorang guru memiliki jiwa pembelajar.

Harapan seorang guru setelah memberikan teladan dan mentransformasi ilmunya kepada peserta didik terjadi peningkatan kualitas pendidikan, sehingga ketika pindah atau pensiun, dia meninggalkan kesan yang positif. Dia akan menjadi sosok guru yang kehadirannya dirindukan dan kepergiannya ditangisi. Guru terbaik adalah guru yang mampu menginspirasi tidak hanya peserta didik juga sesama rekan guru.

Untuk mewujudkan hal tersebut bukan hal mudah. Perlu kerja keras. Selain itu guru juga perlu terus belajar. Guru bukan hanya belajar dari buku atau melalui seminar-seminar tetapi juga bisa belajar dari peserta didik dan rekan seprofesinya, misalnya ketika ada guru yang rajin, disiplin, dia perlu belajar untuk berlaku hal yang sama. Ketika ada peserta didik yang belajar dengan tekun, rajin membaca maka dia pun tidak salah untuk rajin membaca. Ada staf TU yang bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas, dia pun belajar darinya. Walau sebagai guru, tetapi bukan berarti tidak perlu belajar.

Guru pembelajar tidak pernah menyepelakan ilmu sesederhana apapun dan siapa pun yang menyampaikannya. Guru pembelajar mau menginvestasikan waktu, tenaga bahkan biaya untuk meningkatkan kompetensinya. Hikmah atau pelajaran bukan hanya diiambil dari peristiwa yang baik, tetapi juga dari peristiwa yang buruk. Dari peristiwa yang baik kita dapat belajar untuk dapat menirunya dan dari peristiwa negatif, kita dapat belajar menjauhinya.

Seorang guru harus berkarya karena setiap hari bertemu dengan berbagai karakter peserta didik. Masalah setiap hari ada saja, masalah tersebut bisa menjadi sebuah karya yaitu berupa PTK, menulis artikel, bestpractice dan sebagainya. (*)

Ide-ide bisa datang dari permasalahan yang kita hadapi setiap hari. Guru jangan pernah berhenti berkarya karena :

Guru harus tumbuh (growing) untuk meningkatkan pengembangan diri agar tidak ketinggalan jaman dalam era digital

Guru harus kreatif (creative) dalam pembelajaran dan menghasilkan ide-ide baru

Guru harus adaptasi (adaptive) menyesuikan dengan kondisi lingkungan diman kita mengajar/ bertempat tinggal

Guru harus responsif (responsive) terhadap segala perubahan jaman. Dari jaman batu samai jaman era digital

Guru harus peduli (caring) terhadap peserta didik dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan para peserta didik

Guru harus memberikan contoh, berperilaku baik, menyayangi dan bermoral mulia serta sangat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi saat ini kesadaran guru agar terus belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan diri masih cukup rendah walaupun kebijakan menyisihkan 5% dari dana tunjangan sertifikasi agar digunakan meningkatkan kompetensi guru. Saat ada pelatihan sebagian besar ada yang bereaksi langsung ahh...malas saya sudah tua, sebentar lagi pensiun, untuk apa ikut seminar, diklat, workshop. Tidak terpikir ilmu tersebut bisa kita terapkan kepada anak, cucu dan generasi penerus kita. Untuk belajar tidak rugi karena belajar sepanjang hayat adalah belajar yang banyak manfaatnya (ilmu yang baroqah).

Para guru, berhitunglah berapa persen ilmu perkuliahan yang sekarang masih diingat dan mampu menunjang tugas kita sebagai guru. Kita akan menyadari ada banyak hal yang harus dipelajari lagi guna meningkatkan kapasitas diri menghadapi dinamika peserta didik yang sekarang sudah dengan cepat mengakses informasi di era digital ini. Ibarat baterai gadget, yang harus di-chache setiap hari, maka guru juga demikian, sekian tahun berdiri di depan kelas, maka guru juga harus mendapatkan pencerahan.

Mengapa guru tetap harus belajar, karena setiap kita adalah peserta didik sekaligus guru. Menjadi guru berarti belajar sepanjang waktu karena ada banyak hal baru. Guru harus beradaptasi dengan perubahan, terus belajar dalam kondisi bagaimanapun. Jangan jadikan usia, kesibukan, waktu, kelelahan serta kemalasan menghambat seorang guru untuk belajar meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan proffesional.

Guru pembelajar memiliki andil dalam peningkatan mutu pendidikan yang saat ini tengah diperjuangkan. Menjadi guru, berarti belajar sepanjang waktu. Never stop learning. (*Guru BK SMA Negeri 5 Pontianak)