Guru Idamanku

Guru Idamanku

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

“Tanpa tanda jasa”, kiasan cantik ini memang pantas untuk sosok seorang guru. Membaca kiasannya aja, benak seraya tergugah. Guru merupakan pahlawan tulus, ikhlas dalam memberikan pengetahuan pada murid-muridnya. Berjuang membekali ilmu tanpa meminta balas jasa. Tanpa ilmu, mungkin kita semua nggak bisa seperti saat ini. Memiliki berbagai macam pengetahuan dan prestasi membanggakan. Guru bak sosok idaman yang rasanya pas untuk dijadikan suri tauladan bagi para siswanya. Berbagai karakter guru idaman nan menginspirasi pun mewarnai hari dan hati ketiga sobat ini.

By: Ghea Lidyaza Safitri

Akrab dan Bisa Diajak Gurau
Akrab dan bisa memposisikan diri, itulah yang digambarkan Rose Vanessa buat sosok guru idamanya. Nggak heran jika di sekolah ia memiliki satu guru yang nggak hanya memberikan ilmu bermanfaat, melainkan juga memiliki pola belajar mengajar yang menyenangkan. “Sosok guru idamanku itu pak Vinco, soalnya beliau care banget sama muridnya. Jika ada PR yang kurang dimengerti beliau mau ngebantuin, bisa menjadi tempat curhat jika ada masalah plus enak diajak bercanda,” tutur siswi SMA Santo Paulus ini. Adanya kasus mengenai murid yang bermasalah dengan gurunya membuat cewek berusia 17 tahun ini merasa iba. Baginya guru adalah sosok pembentuk karakter yang harus dihormati. “Meski begitu aku juga berharap guru-guru bisa lebih mengakrabkan diri kepada murid-muridnya biar muridnya bisa akrab dan terbuka sama gurunya,” tambahnya.

Nggak Menggurui
Duduk di bangku kuliah nggak membuat Falahuddin Akbar nggak memiliki sosok pengajar idaman. Karena ada salah satu dosen mata kuliahnya nih yang ia jadikan sebagai sosok idaman. Yups, beliau adalah dosen di mata kuliah Filsafat. Menurut Falahuddin sosok seorang dosen bisa dikatakan idaman jika dosen tersebut bisa mencerminkan kepribadian yang baik, membagi ilmu tanpa menggurui serta bisa menjadi panutan bagi mahasiswanya. “Fase dari siswa ke mahasiswa itu berbeda dan benar-benar perlu dilatih kemandiriannya,” ujar cowok berusia 18 tahun ini. Menurut mahasiswa IAIN ini, dosen idaman juga mampu memberi ilmu sesuai porsi, visioner dan mampu melampaui pemikiran mahasiswa yang kritis, analitis dan rasional. Apalagi kini anak muda juga lebih menyukai pendidik yang simple dan friendly. 

Pengertian dan Nggak Perfeksionis
Pengertian dan nggak terlalu perfeksionis menjadi guru idaman bagi siapa saja, termasuk Anisya Apriliyanti Putri. Di sekolahnya guru tersebut masuk dalam kategori yang ngajarnya jelas, kalau siswanya nggak terlalu ngerti, mau untuk mengulang. Nggak terlalu sering ngasih tugas tetapi mau memberi latihan dan dibahas langsung di kelas plus jika ulangan semua yang keluar adalah semua yang diajarkan. “Benar-benar berasa senang kalau semua guru memiliki sifat dan sikap yang sama dengan apa yang guru idamanku berikan,” tutur siswi SMAN 1 Pontianak ini.**

Berita Terkait