Guru Honorer Sampaikan Asa

Guru Honorer Sampaikan Asa

  Minggu, 13 March 2016 08:32
PENYEBRANGAN: Cukup menarik ketika berada di Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Pada sore hari tampak penyebrangan di bantaran Sungai Kapuas, di mana transportasi air masih banyak diminati masyarakat setempat. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU – Sejumlah guru honorer di Kabupaten Sanggau masih mengeluhkan pengangkatan mereka menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya sejauh ini nasib mereka masih belum jelas. Karenanya, mereka butuh perhatian pemerintah.

Salah satu guru honorer, Regina Ita, menyampaikan bahwa dia sudah sembilan tahun menjadi guru honorer, namun belum juga ada kejelasan mengenai nasibnya dan guru honorer lainnya. Solusi yang ditawarkan kepada mereka juga belum ada.

“Saya telah mengabdi sembilan tahun sebagai tenaga honor. Namun belum juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Padahal sudah ikut tes pegawai juga tahun 2010 lalu,” ujar guru honorer di SDN 24 Senajam, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau ini.

Dia sangat berharap pada tahun 2016 dapat diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Selain dia, rekannya Marselina yang masih honorer, juga berkeinginan nasib mereka diperhatikan dengan diangkat menjadi PNS.

“Semoga tahun ini kami bisa diakomodir dalam perekrutan CPNS di Pemkab Sanggau,” harapnya Jumat (11/3) kemarin di Sanggau.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Sanggau telah mendatangi Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia, terkait realisasi penerimaan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K), pengangkatan K2, dan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2016.

“Kami bertemu dengan perwakilan Kemenpan RB. Kami koordinasikan lagi dengan BKD Sanggau, karena mereka juga ikut kesana. Termasuk dari Dinas Pendidikan,” ujar ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sanggau, Sabinus Kimsuan, belum lama ini.

Terkait dengan P3K, diakui dia sampai saat ini belum menemui titik terang. Padahal, dia menambahkan, usulan P3K sudah berjalan lebih dari setahun. “Itu juga kami pertanyakan. Kami konsultasikan juga mengenai pengangkatan K2,” katanya.

Kemenpan dan RB sendiri, menurut dia, belum memberikan kepastian jumlah K2 sebanyak 52 orang, dari 100  lebih yang mengikuti tes tahun 2013. Dia mempertanyakan apakah mereka dapat diterima atau tidak? Andai diangkat, dia menambahkan bahwa mereka di pusat akan memprioritaskan K2 yang usianya di atas 35 tahun. (sgg)

 

 

 

Berita Terkait