Guru Honorer di Sekadau Jual Narkoba, alasan Gaji Tak Cukup

Guru Honorer di Sekadau Jual Narkoba, alasan Gaji Tak Cukup

  Selasa, 9 February 2016 10:53
SABU: Zakarianto dan sejumlah barang sitaan narkoba jenis sabu yang didapatkan dari dirinya. FOTO IST

Berita Terkait

SEKADAU-Zakarianto, 29 tahun, seorang guru honorer disalah satu sekolah SMP di Sekadau ditangkap Kepolisian Resor Sekadau dengan sebelas paket narkoba jenis sabu. Penangkapan Zeck, begitu dia disapa, merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan sebuah rumah di Jalan Sintang, dekat Simpang Kayu Lapis sekitar pukul 15.30, Minggu sore (7/2) dan penangkapan Susanto alias Abuk sekira pukul 22.00 di Jalan Sintang kilometer 9.

Kasat Reserse Narkoba Polres Sekadau, AKP P Silaen menyampaikan setelah melakukan penangkapan empat orang, polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Abuk. Dari situ polisi menemukan sembilan paket sabu dalam plastik klip kecil, satu buah sedotan, satu unit handphome, satu unit sepeda motor dan sejumlah uang sebesar Rp273 ribu. “Sembilan paket kecil sabu ditemukan dari kantong celana kiri dia. Saat kami introgasi yang bersangkutan mengatakan mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang bernama Zakarianto alias Zeck,” ujar Silaen.

Zakarianto langsung diburu polisi. Dia berhasil ditangkap di Jalan Penanjung RT 13 RW 03, Kota Sekadau. Dari tangannya didapatkan sabu yang disimpan didalam kotak permen mentos sebanyak sebelas paket. “Sepuluh paket kecil siap edar dan satu paket besar. Barang lainnya juga disita berupa satu buah bing, korek api, pipet dan gunting, dua unit handpone serta dompet yang berisi uang sebesar Rp384 ribu,” katanya.

Zeck sendiri hanya tertunduk lesu. Dia mengakui selain mengedarkan sabu dia juga pengguna barang haram tersebut. Tamatan salah satu perguruan tinggi di Malang ini mengaku, berjualan sabu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab gajinya sebagai guru honorer tidak cukup. “Saya mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Singkawang,” kata dia.Mengenai ancaman hukuman, pengguna akan dikenakan pasal 127, sedangkan pengguna dan pengedar dikenakan pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ditambahkan Silaen, penggerebekan itu bermula dari informasi masyarakat yang mengetahui adanya kegiatan pesta sabu. “Kami temukan empat orang sudah selesai melakukan pesta sabu. Namun, narkoba tidak kami temukan,” ujarnya Senin (8/2).Empat orang yang ditangkap yakni Aprianto (19), Agun Alpacino (22), Eko Sudayanto (20) dan Budi Roswanto (24). Dari rumah kontrakan itu hanya ditemukan sejumlah barang diantaranya, satu buah alat hisap sabu (bong), pipet, enam unit handpone dan korek api. Sementara hasil tes urine keempatnya dinyatakan positif. “Total ada enam orang yang kami tangkap dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak dua puluh paket,” ungkap dia. (sgg)

 

Berita Terkait